Wisata ke Masjid Cheng Ho di Semarang


Area parkir Koompleks Wisata Cheng Ho (Sam Poo Kong)

Area parkir Koompleks Wisata Cheng Ho (Sam Poo Kong)

Pada saat saya ditugaskan dari kantor ke Kota Semarang selama dua belas hari beberapa waktu yang lalu, saat waktu senggang saya selalu berusaha untuk keluar dari tempat saya menginap untuk mengetahui tentang keindahan kota Semarang.

Saya meninggalkan kota Semarang sudah tiga belas tahun, tepatnya pada bulan September 2000. Saya kuliah di kota ini dari tahun 1996 hingga 2000 di sebuah Universitas. Selama tiga belas tahun saya tinggalkan ternyata banyak juga perubahan kota Semarang.

Malam hari pada saat sudah istirahat sekitar pukul 20.00 ke atas saya dijemput oleh anak ibu kos saya dulu. Midun namanya, dulu waktu saya kuliah dia masih SD kelas tiga, sekarang sudah sarjana dan sudah kerja. Jika Midun ada waktu luang setelah pulang kerja, saya dijemput dengan motor untuk keliling kota Semarang. Namun, karena malam kurang jelas, maka setelah selesai tugas saya, pada siang hari saya sempatkan pergi ke beberapa tempat di Semarang.

Masuk ke Kompleks Wisata Cheng Ho

Masuk ke Kompleks Wisata Cheng Ho


Semarang, Ibukota Jawa Tengah menyimpan banyak sejarah dan budaya. Wisata berkaitan dengan sejarah antara lain Lawang Sewu, Kota Lama, Museum Ronggo Warsito, Museum di menara Masjid Agung Jawa Tengah, dan Masjid Cheng Ho. Di antara sekian tempat yang saya kunjungi, saya sangat tertarik dengan Masjid Cheng Ho. Karena masjid ini dibangun oleh Laksamana Cheng Ho pada abad XIV yang menyimpan banyak sejarah.

Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho


Masjid ini terletak di Jl. Simongan Raya. Jika Anda dari arah Jakarta menuju Kendal kemudian masuk bundaran Kali Banteng atau ke arah bandara Ahmad Yani terus menuju Jl. Pamularsih atau ke arah Solo. Komplekas wisata Cheng Ho atau Sam Poo Kong berada di sebelah kanan jalan. Jika Anda dari arah Jogja atau Solo, Anda lewat saja jalan menuju Banyumanik. Bagi Anda yang mengendarai kendaraan roda empat, sebaiknya melewati jalan tol menuju arah Jakarta (Krapyak) terus mengikuti arah Kendal. Untuk transportasi umum seperti bus dari arah Solo atau Jogja, Anda harus turun Banyumanik lalu naik bus lagi jurusan Mangkang turun di Simongan. Jika Anda naik bus dari arah Kendal, turun saja di Kali Banteng kemudian naik angkutan umum menuju Simongan.

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong


Yang unik dari masjid Cheng Ho adalah masjid ini bersebelahan dengan Klenteng Cheng Ho atau Sam Poo Kong. Namun, saat ini masjid tersebut hanya sebagai kunjungan wisata saja. Keunikan yang lain adalah masjid ini mempunyai arsitektur khas Cina. Tidak seperti masjid-masjid yang lain yang mempunyai arsitektur gaya Timur Tengah atau atap susun khas masjd di Jawa dengan arsitektur Hindu.

Memasuki kawasan wisata Sam Poo Kong ini tempat parkir luas. Tiket masuk juga terjangkau, 3.000 rupiah saja untuk wisatawan domestik dan 15.000 rupiah untuk wisatawan manca negara (sebelum BBM naik pada Juli 2013). Anda bisa melihat keindahan bangunan masjid yang bersebelahan dengan klenteng. Di dalam kompleks Anda juga bisa melihat patung Laksamana Cheng Ho yang tingginya sekitar 10 meter.

Jika Anda ingin memasuki masjid, maka Anda dikenakan tarif lagi sebesar dua puluh ribu rupiah. Sayangnya masjid ini tidak dibuka untuk umum sebagai tempat untuk sholat. Dari arsitektur pada Masjid Cheng Ho, nampak bahwa pada waktu itu teknologi arsitek sudah bagus dan kokoh.

Patung Laksamana Cheng Ho

Patung Laksamana Cheng Ho


Masih di dalam komplekas wisata Sam Poo Kong, Anda bisa memakai aneka kostum Cina. Anda bisa menggunakan aksesoris pakaian dari jaman kerajaan Cina dulu dengan ciri khas warna kuning dan merah ini. Setelah memakai pakaian khas Cina yang Anda inginkan, Anda bisa berfoto. Anda diberi kesempatan dua kali atau dua kostum Cina, berarti ada dua kali foto. Untuk dapat menggunakan dua kostum Cina dan dua kali foto, Anda dikenakan tarif 75 ribu rupiah. Selain itu Anda juga bisa membeli souvenir khas Cina.

Gerbang belakang Kompleks Wisata Cheng Ho

Gerbang belakang Kompleks Wisata Cheng Ho


Menengok sejarah ke belakang, Cheng Ho atau Zheng He atau Haji Mahmud Shams adalah seorang pemberani dari Cina yang menjelajah samudra. Menurut beberapa sumber yang saya peroleh, Laksamana Cheng Ho adalah seorang pelaut yang mengembara menjelajahi samudra pada sekitar 1405 – 1433. Konon menurut sejarah, Laksamana Cheng Ho adalah anak dari Haji Ma Ha Zhi dan ibu dari marga Oen (Wen) di Desa He Tay, Kabupaten Kun Yang. Cheng Ho merupakan salah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan dari Kaisar Cina yang bernama Yongle yang berkuasa dari tahun 1403 hingga 1424 yang merupakan kaisar ketiga dari dinasti Ming.

————————————————–

Baca juga:
Museum di dalam Menara Masjid

————————————————–

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: