Begini Lho Cara Menyimpan Obat yang Benar


Ilustrasi Obat, foto: sfenvironment.org

Ilustrasi Obat, foto: sfenvironment.org

Pasien yang sakit dan dibawa ke dokter atau Rumah Sakit (RS) perlu minum obat. Obat yang diberikan berdasarkan resep dari dokter harus disimpan secara benar. Salah menyimpan obat bisa berakibat fatal. Bukannya pasien cepat sembuh, justru sakitnya bisa menjadi lebih parah. Hali ini disebabkan kandungan bahan yang ada pada obat harus diperlakukan secara khusus. Tidak semua obat mempunyai perlakuan yang sama. Masing-masing mempunyai perlakuan tersendiri.

Pada saat diberi resep dari dokter untuk menebus obat di apotek, tanyakan kepada apoteteker atau pihak apotek bagaimana cara menyimpan obat jika pihak apotek lupa tidak memberi tahu cara penyimpanan obat. Anda sebagai konsumen harus aktif dalam hal ini. Karena jika pengunjung apotek lagi ramai hal itu bisa saja terjadi.

Selain menanyakan bagaimana cara penyimpanan obat, Anda juga sebaiknya menanyakan tentang cara mengkonsumsi obat tersebut (obat yang diminum). Biasanya pada label sudah tertera cara mengkonsumsi dan dosis, namun ada baiknya Anda menanyakannya. Apa lagi jika pada aturan obat harus dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Selain itu, obat tertentu juga harus dikonsumsi tidak harus selalu sehari tiga kali. Ada kalanya obat tertentu hanya dikonsumsi sehari sekali pada pagi atau siang atau malam hari. Ada juga obat yang bisa dikonsumsi dengan syarat tertentu, misal jika pasien susah tidur atau jika pasien masih mual dan ingin muntah, dll.

Selain obat yang dikonsumsi, tanyakan kepada pihak apotek bagaimana cara menggunakan obat jika obat tersebut untuk obat luar. Misal obat untuk luka, untuk alergi kulit, obat untuk mata, dll. Jangan sampai Anda menggunakan obat luar secara berlebihan (over dosis). Akibat over dosis dalam penggunaan obat bisa berakibat vatal. Bukannya Anda sembuh, justru malah menimbulkan masalah baru.

Kadang dokter memberikan resep sekali, namun Anda harus mengulang obat yang diberikan oleh dokter sekali atau dua kali lagi. Ini sering disebut dengan kopi resep. Jika tidak ada perintah dari dokter untuk kopi resep, Anda jangan sekali-sekali mengulangi resep tersebut meskipun penyakit Anda belum kunjung sembuh. Lebih baik kembali lagi ke dokter dan jelaskan kepada dokter jika penyakit yang Anda derita belum sembuh. Bisa jadi dokter tidak memberikan resep yang sama, namun akan menggantinya dengan resep yang baru.

Berikut ini cara menyimpan obat yang benar berdasarkan informasi dari bagian instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta.

1. Simpan di tempat yang kering, terlindung dari sinar matahari langsung.
Jenis obat tertentu harus disimpan pada suhu tertentu pula, misal harus disimpan di lemari pendingin karena suhu yang diperlukan untuk obat tersebut harus sejuk di bawah suhu kamar. Obat tertentu jika terkena sinar matahari langsung akan sangat berbahaya jika digunakan atau diminum. Hal ini karena kandungan obat yang cukup reaktif terhadap sinar matahari. Anda bisa menanyakan kepada dokter atau pihak apotek tentang hal ini.

2. Simpan secara terpisah antara obat minum (oral) dengan obat luar.
Hal ini penting sekali dilakukan karena sifat obat oral berbeda dengan obat luar. Jika disimpan di tempat yang sama dikhawatirkan kedua jenis obat tersebut bereaksi dan bisa menyebabkan fungsi obat berubah.

3. Simpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak.
Sifat dari anak-anak adalah suka tertarik pada hal-hal asing yang belum pernah mereka ketahui. Apa lagi pada anak-anak balita, jika menemukan obat kemudian dimasukkan ke mulutnya, maka akan sangat berbahaya bagi mereka. Apa lagi jika obat tersebut untuk orang dewasa, baik obat oral maupun obat luar.

4. Perhatikan waktu kadaluarsa.
Tidak hanya makanan yang mempunyai kadaluarsa, obat juga mempunyai kadaluarsa. Jika menerima obat dari dokter atau apotek maka teliti pada kemasan kapan tanggal kadaluarsanya. Jika tidak ada maka tanyakan kepada pihak apotek. Obat yang sudah kadaluarsa jika diminum akan sangat berbahaya bagi pasien. Obat bisa bereaksi yang membuat pasien keracunan.

5. Perhatikan pula dosis dan aturan pakai yang tercantum di etiket.
Sebaiknya dosis dan aturan pakai tertera pada kemasan obat. Jika keterangan tersebut kurang jelas Anda bisa menuliskan sendiri diperbesar atau sesuai dengan bahasa Anda sendiri. Yang penting pada saat mengkonsumsi obat tersebut benar. Jangan sampai karena salah tulis dosis dan aturan pakai maka salah mengkonsumsi obat. Jika hal ini terjadi, maka pasien bisa jadi tidak kunjung sembuh atau malah over dosis.

Selain lima tips cara menyimpan obat dari RSUD Dr. Moewardi di atas ada tambahan lagi informasi dari bagian instalasi farmasi RS Islam Surakarta, yaitu simpan obat pada wadah aslinya. Misal pada sirup jangan diganti dengan wadah yang lain. Hal ini dikhawatirkan akan berubah fungsi khasiatnya karena tempatnya diganti. Selain itu tempat yang baru belum tentu steril dan higienis.

———————————————–

Baca juga:
Pengalaman Keluarga dengan Obat Tradisional Lebih Manjur dan Aman
Si Pahit yang Tidak Disuka Namun Bermanfaat Besar Bagi Kesehatan

———————————————–

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: