Category Archives: Pendidikan

Data Siswa Bisa Diperoleh dari Tugas Matematika


Banyak data yang diperlukan dari siswa-siswi saat duduk di bangku srkolah. Data-data tersebut bisa diperlukan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), operator aplikasi EMIS/DAPODIK,dll. Aplikasi EMIS diterapkan pada madrasah di bawah naungan Kemenag, sementara DAPODIK diterapkan di sekolah di bawah naungan Kemendikbud.

Data-data tersebut diperlukan guna mendukung kelancaran siswa tersebut dalam menempuh pendidikan pada jenjang satuan pendidikan tertentu. Misalnya data tentang kependudukan seperti nomor KTP dan KK orang tua, nomor PKH, nomor KIP, dll diperlukan oleh operator EMIS/DAPODIK.

Ada juga data yang diperlukan oleh wali kelas dan guru BK. Sebut saja alamat rumah, nomor ponsel orang tua atau wali siswa, dll. Data yang berkaitan dengan diri pribadi siswa seperti tinggi badan, berat badan, dll juga diperlukan guru BK guna pendukung kelancaran bimbingan dan konseling.

Ada data yang setiap saat diperlukan, artinya data tersebut sangat diperlukan. Seperti data di aplikasi EMIS/DAPODIK yang memuat banyak data tentang siswa yang harus diperbaharui setiap saat jika ada perubahan. Namun, ada data yang bisa dibuka saat diperlukan saja, misal nomor ponsel orang tua atau wali siswa dan alamat rumah siswa.

Data-data tersebut biasanya diperoleh dengan cara siswa mengumpulkan berkas dari siswa seperti fotokopi. Namun, data-data tentang siswa juga bisa diperlukan dengan cara lainnya. Misalnya dengan cara mata pelajaran tertentu ada tugas yang berkaitan dengan data siswa.

Siswa secara individual maupun kelompok diberi tugas mengumpulkan atau survei tentang data yang diinginkan sesuai dengan materi mata pelajaran tersebut. Ini dituntut kjelian dari guru mata pelajaran dimana materi harus disesuaikan dengan data yang diinginkan. Jadi tidak bisa sembarangan memberikan tugas yang tidak sesuai dengan materi yang sesuai.

Sebagai contoh pada mata pelajaran matematika SMP/MTs ada beberapa materi yang bisa digunakan tugas sekaligus tugas tersebut untuk dijadikan data guru. Bisa digunakan oleh guru mata pelajaran matematika tersebut atau bekerja sama dengan wali kelas, huru BK, atau yang lainnya.

Pada mata pelajaran matematika Kurikulum 2013 (K13) kelas VIII misalnya terdapat materi ‘sistem koordinat’. Materi ini harus diajarkan guru matematika pada semester gasal. Pada materi tersebut salah satunya dibahas tentang ‘posisi suatu titik terhadap titik tertentu’.

Guru matematika bisa memberikan tugas individual berupa tugas prakrtik. Misalnya tiap siswa harus membuat denah atau peta dari rumahnya ke sekolah. Posisi rumah dimisalkan sebagai titik pertama dan sekolah dimisalkan sebagai titik tertentu yang dimaksud.

Guru bisa menambahkan data tambahan lain yang diperlukan. Misalnya alamat siswa secara lengkap sampai RT dan RW. Bisa juga ditambahkan pertanyaan berapa jarak rumah siswa dengan sekolah. Pertanyaan lainnya adalah dengan apa siswa ke sekolah dan berapa lama berangkat ke sekolah. Bisa ditambahkan pertanyaan-pertanyaan lain yang diperlukan dan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan.

Tugas menggambar denah ini bisa cara manual dengan buku gambar atau komputer. Namun, lebih bagus lagi dengan teknologi digital yang saat ini lagi trend seperti dengan Google Map.

Data-data ini bisa digunakan oleh wali kelas atau guru BK. Pengalaman saya bekerjasama dengan wali kelas dan guru BK. Denah rumah dan pertenyaan-pertanyaan yang telah disebutkan di atas sangat diperlukan oleh wali kelas maupun guru BK. Misalnya saat home visit bisa digunakan.

Data denah rumah siswa terhadap sekolah ini biasanya saya dokumenjan. Saya jilid dengan steppler peluang kertas. Beberapa wali kelas meminta data ini untuk disimpan dan digunakan jika diperlukan.

Masih pada mata pelajaran matematika kelas VIII semester gasal. Materi ‘relasi dan fungsi’ juga bisa dijadikan sebagaitugas siswa untuk data. Misalnya pada ‘relasi’guru mata pelajaran matematika bisa menugaskan secara kelompok. Dalam satu kelompok bisa beranggotakan 3 sampai 5 siswa, disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas.

Misalnya guru matematika memberikan tugas praktik mensurvei setiap siswa satu per satu. Tiap kelompok mendapatkan satu tema survei. Apa yang disurvei dalam tiap-tiap kelompok disesuaikan dengan kebutuhan data yang diperlukan.

Misalkan survei tentang tinggi badan, berat badan, umur, hobi, cita-cita, mata pelajaran kesukaan, olahraga kesukaan, sayuran kesukaan, buah kesukaan, waktu belajar, dll. Guru juga bisa menyesusikan survei apa yang harus dilakukan berdasarkan masukan dari siswa.

Di dalam survei ini tiap kelompok yang telah ditugaskan sesuai dengan temanya melakukan wawancara per siswa dalam kelas tersebut. Untuk tinggi dan berat badan harus mengukur satu per satu. Dengan demikian data akurat sesuai dengan fakta.

Setelah survei selesai tiap kelompok harus membuat laporan. Laporan mulai dari judul pada sampul sampai kesimpulan. Misalnya laporan data survei harus dibuat dalam tabel. Dari tabel dibuat gambar relasi diagram panah. Kemudian digambar pula dalam diagram Cartesius, dan himpunan pasangan berurutan.

Masih banyak lagi materi pelajaran matematika yang bisa dijadikan tugas dan sekaligus sebagai data siswa. Materi statistika misalnya, banyak yang bisa dijadikan tugas sebagai data.

Sebenarnya tidak hanya mata pelajaran matematika saja yang bisa dijadikan tugas untuk memperoleh data siswa. Mata pelajaran lainnya juga bisa. Ini tergantung dari pandai-pandai guru mata pelajaran tersebut. Dengan tugas ini, siswa maupun guru bisa memperoleh manfaat di luar dari nilai yang diperlukan.