Category Archives: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Akhirnya 1 Orang Bisa Punya Lebih dari 3 Kartu Tanpa Ribet


Foto: solopos.com

Pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi pada pasal 11 disebutkan bahwa 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) maksimal hanya boleh registrasi untuk 3 kartu. Ini artinya tiap orang hanya bisa memiliki maksimal 3 nomor ponsel.

Jika ingin memiliki lebih dari 3 nomor ponsel, maka orang tersebut harus datang sendiri ke kantor operator seluler. Nomor keempat dan seterusnya harus diregistrasi oleh petugas Customer Service (CS) dari operator. Calon pengajuan nomor harus membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP asli kemudian menandatangani beberapa persyaratan tertentu.

Kini jika Anda ingin memiliki lebih dari 3 nomor ponsel tak harus ribet seperti di atas. Anda tidak harus datang ke kantor operator yang mungkin akan menyita waktu Anda. Anda cukup datang ke konter atau gerai operator seluler (uotlet). Namun tak semua kantor operator seluler bisa Anda datangi untuk mengabulkan keinginan Anda. Hanya outlet tertentu yang bekerjasama dengan operator seluler yang bisa mengabulkan permintaan Anda.

Ada kabar gembira kesepakatan antara outlet dan kominfo tentang satu NIK bisa memiliki lebih dari 3 kartu (nomor ponsel). Dikutip dari DetikInet pada Selasa (15/5), pemerintah telah mengabulkan tuntutan para penjual SIM card yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) terkait pendaftaran 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk lebih dari tiga nomor.

Namun, bukan berarti pasal 11 Permenkominfo langsung dicabut. Registrasi kartu keempat dan seterusnya tidak menjadi monopoli operator. Namun outlet diberi kewenangan untuk melakukannya.

Berikut ini 7 butir kesepakatan antara KNCI dan Kominfo:

1. Gerai operator atau mitra outlet hanya membantu registrasi pelanggan, tidak melakukan registrasi dengan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemilik outlet;

2. Tidak ada pembatasan jumlah nomor yang diregistrasi dalam sistem registrasi melalui oulet;

3. Outlet bertanggungjawab sepenuhnya atas segala akibat hukum yang timbul akibat registrasi yang dilakukan oleh outlet;

4. Outlet wajib membuat laporan nomor-nomor yang diregistrasikan kepada operator;

5. Apabila registrasi dilakukan terhadap lebih dari 10 (Sepuluh) kartu perdana, outlet wajib melaporkannya kepada operator;

6. Operator wajib segera memberikan lisensi kepada outlet untuk implementasi kesepakatan ini yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS);

7. Sistem registrasi sebagaimana tersebut pada butir (6) paling lambat harus terselenggara pada tanggal 21 Juni 2018.

Kesepakatan dari 7 butir kesepakatan tersebut hasil kerja keras para penjual sim card berdemo berkali-kali. Outlet harus bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang merugikan pelanggan operator seluler jika registrasi dilakukan di outlet.

Meskipun setiap orang boleh memiliki lebih dari 3 kartu, namun alangkah baiknya jika memiliki hanya seperlunya saja. Karena untuk dapat memilikinya tentu tidak gratis. Anda harus ‘memberi makan’ dengan membeli pulsa. Jika Anda memiliki usaha, dan kartu tersebut untuk usaha tidak masalah. Biaya pulsa bisa ditopang keuntungan dari hasil usaha Anda. Namun, jika kartu tidak untuk menjalankan usaha sebaiknya menangguhkan memiliki lebih dari 3 kartu.

Saya sendiri memiliki 2 kartu yang berbeda operator. Kedua kartu tersebut saya gunakan untuk data internet, SMS, maupun panggilan. Ada kartu yang digunakan untuk pekerjaan, ada yang digunakan untuk aplikasi chat. Jika pada suatu tempat jaringan salah satu operator tidak bagus, maka saya gunakan operator yang satunya lagi. Satu kartu prabayar dan yang satu lagi pascabayar.

Iklan