Category Archives: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Buat Pesan dengan Barcode 2D


Teknologi barcode saat ini banyak digunakan di berbagai hal. Contohnya jika Anda berbelanja di supermarket atau swalayan, pada saat akan membayar, kasir memindai kode batang yang ada pada kemasan barang. Dari situ diketahui berapa harganya, masih berapa banyak stoknya, dll.

Barcode (kode batang) yang digunakan di swalayan tersebut biasanya menggunakan European Article Number 13 (EAN-13) atau Universal Price Code (UPC). Kode batang tersebut adalah jenis 1D yang berbentuk garis-garis. Selain dua tipe barcode tersebut, sebenarnya masih banyak lagi tipe barcode 1D seperti Codabar, Code 128, ISBN, ISSN, dll.

Penggunaan barcode kini tak hanya sebatas di swalayan saja, namun lebih meluas. Pemindaian kode ini lebih memudahkan untuk memasukkan data ke dalam komputer. Barcode 2D juga tak kalah menariknya bila dibanding dengan yang 1D. Bahkan saat ini barcode 2D Quick Respons Code (QR Code) telah banyak digunakan. Sebut saja pada aplikasi messenger BBM, untuk memindai PIN bisa dengan fitur QR Code akan lebih cepat dan mudah.

Saat ini banyak perusahaan yang memberikan tanda barcode 2D, khususnya QR Code pada kemasan produknya. Hal ini supaya memudahkan konsumen/pelanggan dalam mendapatkan informasi tentang produknya. Biasanya tipe pada QR Code yang ada di kemasan barang adalah URL (Link).

Anda pun bisa menggunakan barcode tak hanya untuk kepentingan komersial saja, namun juga untuk kode rahasia. Orang yang bisa membaca harus memiliki aplikasi barcode scanner pada telepon pintarnya. Untuk pengguna ponsel berbasis Android, maka cari di Play Store dan cari dengan kata kunci “barcode scanner”. Pilih salah satu aplikasi dan instal. Salah satu aplilasi tersebut adalah “QR & Barcode Scanner”.

Untuk membuat barcode, selain pada aplikasi QR & Barcode Scanner, ada juga aplikasi yang lain. Aplikasi ini hanya terbatas pada format QR Code saja. Jika Anda ingin yang lebih lengkap, maka Anda bisa membuka https://www.free-barcode-generator.net (Generator). Namun, tak semua barcode scanner bisa memindai format barcode pada Generator. Setelah Anda membuat barcode, Anda bisa menyimpannya dengan format PNG, JPG, PDF, AI, atau EPS.

Selain barcode 1D, pada Generator juga ada yang 2D dari berbagai format. Berikut ini 4 tipe barcode 2D yang ada pada Generator yang saya rekomendasikan.

Aztec code

Dapat mengkodekan data 3832 karakter numerik, 3067 karakter alfanumerik, dan 1914 data biner delapan bit.

Bisa dihubungkan hingga 26 kode untuk menyandikan pesan panjang. Untuk memeriksa dan memulihkan data, Aztec code menggunakan koreksi kesalahan Reed-Solomon. Ukuran kode Aztec ditentukan oleh hitungan informasi dan hitungan kode koreksi. Tingkat kode koreksi bisa berkisar antara 5% sampai 95%, tingkat yang disarankan adalah 23% dari kapasitas simbol ditambah 3 codewords. Simbol Kode Aztec terkecil adalah modul 15×15 persegi dan yang terbesar adalah 151×151.

Tipeteks yang bisa menggunakan Aztec code adalah teks (huruf), nomor telepon, email, GPS, Wi-Fi, tautan (URL), bookmark, kontak (meCard), kontak (vCard), dan pesan singkat (SMS).

Berikut ini contoh Aztec code dengan tipe teks.

DataMatrix code

Dapat mengkodekan data 3116 karakter numerik, 2335 karakter alfanumerik, dan 1556 data biner delapan bit. Dapat dihubungkan hingga 16 kode untuk mengkodekan pesan panjang. Untuk memeriksa dan memulihkan data, kode DataMatrix menggunakan koreksi kesalahan Reed-Solomon. Ukuran kode DataMatrix ditentukan oleh hitungan informasi dan hitungan kode koreksi.

Tipe teks yang bisa menggunakan DataMatrix code adalah teks (huruf), nomor telepon, email, GPS, Wi-Fi, tautan (URL), bookmark, kontak (meCard), kontak (vCard), pesan singkat (SMS), dan Complex mail data marks.

Berikut ini contoh DataMatrix code dengan tipe nomor telepon.

QR code

Quick Response code dapat mengkodekan data 7089 karakter numerik, 4296 karakter alfanumerik, karakter Kanji 1817, dan 2953 data biner delapan bit. QR code bisa dihubungkan hingga 16 kode untuk mengkodekan pesan panjang. Untuk memeriksa dan memulihkan data, kode QR menggunakan koreksi kesalahan Reed-Solomon. Versi dan ukuran kode QR ditentukan dengan menghitung informasi dan hitungan kode koreksi.

Tipe teks yang bisa menggunakan QR code code adalah teks (huruf), nomor telepon, email, GPS, Wi-Fi, tautan (URL), bookmark, kontak (meCard), kontak (vCard), pesan singkat (SMS), banktransfer PL.

Berikut ini contoh QR code dengan tipe URL.

PDF417 code

Dapat mengkodekan data 2710 karakter numerik, 1850 karakter alfanumerik, dan 1108 data biner delapan bit. Ukuran PDF417 code ditentukan oleh hitungan informasi dan hitungan kode koreksi. Simbol kode PDF417 terkecil adalah modul 90×3 dan yang terbesar adalah modul 583×90. Untuk memeriksa dan memulihkan data kode PDF417 menggunakan koreksi kesalahan Reed-Solomon. Tingkat kode koreksi bisa berkisar antara 0 sampai 8 (tambahkan kode tambahan koreksi codewords dari 2 menjadi 512).

Tipe teks yang bisa menggunakan QR code code adalah teks (huruf), nomor telepon, email, GPS, Wi-Fi, tautan (URL), bookmark, kontak (meCard), kontak (vCard), dan pesan singkat (SMS).

Berikut ini contoh PDF417 code dengan tipe GPS.

Untuk memindai barcode tersebut, Anda bisa mengunduh aplikasi barcode scaner di Playstore untuk Android atau App Store untuk iPhone, iPad, iPod touch, dan Mac. Salah satu aplikasi di Playstore adalah QR scaner.

Selamat mencoba.

Iklan