Category Archives: Ekonomi Kreatif

Diskon Digelar Bisa Karena Tiga Hal Ini


Foto: Tribunnews

Kata ‘diskon’ atau ‘discount‘ (dalam Bahasa Inggris) memang menggiurkan. Tak peduli seberapa harganya, di benak orang yang berburu diskon kata ini sangat ditunggu-tunggu. Kata ‘diskon’ diartikan sebagai ‘potongan harga’. Kata ‘diskon’ juga sama artinya dengan ‘rabat’, namun lebih populer kata ‘diskon’. Hal ini dikarenakan ‘rabat’ jarang digunakan, bahkan banyak orang tidak mengenal kata ‘rabat’.

Ada juga istilah ‘sale’ untuk merujuk pada potongan harga. Istilah ini sudah tidak asing lagi. Namun, tak semua barang yang dipotong harganya disebut dengan ‘sale’. Kata ‘sale’biasanya dipakai pada potongan harga misal di pusat perbelanjaan. Barang yang di-sale kebanyakan produk fashion.

Diskon biasanya dilakukan oleh para penjaja barang atau jasa karena berbagai hal. Berikut ini alasan pemilik toko atau penjual jasa menggelar diskon.

Persaingan

Persaingan usaha di jaman yang serba digital ini memang tak bisa dipungkiri lagi. Apalagi usaha yang ada di perkotaan semakin hari semakin berkembang pesat. Hanya mereka yang berinovasi menyesuaikan perkembangan teknologi yang bisa bersaing dan diminati oleh pelanggan (konsumen, nasabah). Sementara yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi pelan-pelan akan mati. Begitulah hukum ekonomi saat ini.

Persaingan usaha telah merambah di berbagai bidang. Untuk menarik pelanggan, maka harus pandai-pandai berinovasi dalam pemasaran (marketing). Selain membuat dan memasang iklan di berbagai media baik cetak maupun elektronik, juga dibutuhkan strategi yang lainnya. Apalagi jika usaha yang sama bermunculan, sehingga persaingan semakin ketat.

Meskipun persaingan sangat kompetitif, namun tidak boleh melakukan persaingan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh hukum. Persaingan harus sehat. Pada dasarnya, pelanggan akan tertarik pada konsep pemasaran yang kreatif dan sehat, bukan yang curang.

Salah satu cara untuk memenangkan persaingan yang sehat adalah dengan mengadakan diskon pada harga produk atau jasa. Misalnya pada toko, minimarket, atau supermarket barang tertentu dikenakan diskon, sehingga harganya lebih rendah dari pada di tempat lainnya. Namun, untuk menutupi biaya yang lainnya maka harga barang yang lainnya bisa dinaikkan.

Menggelar diskon untuk barang-barang tertentu saat ini sedang merebak. Sebut saja istilah ‘JSM’, yang merupakan istilah diskon untuk akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu). Ada juga diskon pada awal pekan (Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis).

Selain barang, para penjual jasa juga harus berinovasi dalam pemasaran produk jasanya, salah satunya juga dengan mengadakan diskon. Misalnya sebuah hotel akan memberikan diskon tertentu jika membayar layanan di hotelnya dengan kartu kredit terbitan bank tertentu. Jadi hotel tersebut bekerja sama dengan pihak bank penerbit kartu kredit.

Memanfatkan momen

Momen-momen tertentu bisa dimanfaatkan untuk meraup keuntungan bagi para pelaku usaha. Misalnya saat Ramadan dan Lebaran, tahun baru, dll. Momen seperti ini apapun sangat diperlukan oleh banyak orang, baik barang maupun jasa tertentu. Barang yang sangat diperlukan orang saat lebaran misalnya baju baru dan berbagai aksesorisnya. Berbagai kebutuhan lebaran termasuk hidangan atau makan untuk Ramadan dan Lebaran juga biasanya diberikan diskon.

Tak hanya berupa produk barang saja yang banyak diberikan diskon saat Ramadan dan Lebaran. Banyak juga pelaku usaha yang menggrlar diskon untuk menjajakan jasanya. Sebut saja hunian hotel dengan iming-iming diskon tertentu dengan embel-embel kata ‘Lebaran’ atau ‘Ramadan’. Begitu juga dengan jasa lainnya seperti rental kendaraan, jasa asisten rumah tangga selama libur lebaran, penitipan hewan, dll.

Kegiatan sosial

Tak selamanya pelaku usaha menggelar diskon semata-mata hanya menginginkan untung semata. Ada juga yang menggelar diskon karena memang untuk kepentingan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Atau yang dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan diskon yang diberikan benar-benar sangat murah, karena ini memang tidak mencari keuntungan dari diskon tersebut.

Iklan