Cara Mengetahui Sebuah Produk dari Negara Mana?


Contoh produk dari Indonesia dengan kode 899

Contoh produk dari Indonesia dengan kode 899

Bagi Anda yang suka berbelanja di minimarket, swalayan, atau supermarket pasti setiap akan membayar, kasir mencari kode batang pada kemasan produk. Kode batang tersebut biasanya terletak di bagian belakang atau bawah wadah dari produk. Kode batang atau barcode tersebut discan dengan disorot menggunakan alat scan kemudian di komputer muncul nama barang dan berapa harganya.

Dengan melihat barcode (kode batang yang dibaca oleh scaner di swalayan atau supermarket) kita tahu suatu produk barang atau makanan atau minuman berasal dari negara mana. Pabriknya bisa jadi ada di Indonesia, namun sebenarnya barang itu bukan buatan Indonesia, meskipun karyawannya banyak orang Indonesia.

Yang dimaksud dengan suatu produk berasal dari negara Indonesia, artinya mayoritas saham (biasanya lebih dari 50%) dimiliki oleh orang Indonesia, jika tidak, maka bukan dikatakan milik orang Indonesia. Jadi yang berhak mencantumkan kode negara pada barcode adalah pemegang saham terbesar.

Banyak produk baik barang, makanan, atau minuman yang bukan dari Indonesia, meskipun menggunakan nama Indonesia. Pemilik pabriknya orang asing. Anda bisa mengenalinya dengan kode barcodenya.

Barrcode yang digunakan pada barang adalah jenis 1D. Banyak jenis barcode dari 1D seperti code 128, ISBN, codabar, EAN, JAN, UPC, dll. Namun, yang digunakan pada barcode barang adalah yang jenis European Article Number (EAN) 13 dan Universal Price Code (UPC). Sementara untuk Jepang biasanya menggunakan JAN (Japanese Article Number).

Pada barcode jenis EAN-13 maupun UPC terdapat 13 digit angka. Pada digit pertama, kedua, atau sampai ketiga menuntukkan kode negara, 3-4 kode digit berikutnya menunjukkan kode perusahaan, 3 kode berikutnya menunjukkan kode barang pada pabrik tersebut, dan digit terakhir untuk kode cek digit.

Misalkan pada produk shampo sama merknya, namun karena satuan yang digunakan berbeda, maka 4 digit terakhir berbeda angkanya, namun angka depan sebelumnya sama. Misal untuk satuan 100 ml dan 200 ml dengan merk yang sama mempunyai barcode yang berbeda.

Mengerikan sekalin, saat ini banyak produk yang pabriknya ada di Indonesia ternyata milik asing. tak hanya produk barang saja, namun juga makanan dan minuman.

Berikut sebagian daftar kode negara pada barcode EAN:

00 – 13: Amerika dan Kanada

30 – 37: Perancis

40 – 44: Jerman

45: Jepang (EAN) jarang digunakan, 49: Jepang (JAN)

46: Rusia

471: Taiwan

479: Srilangka

480: Filipina

489: Hongkong

50: Inggris

520: Yunani

539: Irlandia

54: Belgia

560: Portugal

57: Denmark

600, 601: Afrika Selatan

622: Mesir

626: Iran

64: Finlandia

690 – 692: Cina

729: Israel

73: Swedia

750: Meksiko

76: Swiss

770: Kolombia

789: Brasil

80 – 83: Italia

84: Spanyol

869: Turki

87: Belanda

880: Korea Selatan

885: Thailand

888: Singapura

890: India

893: Vietnam

899: Indonesia

90, 91: Austria

93: Australia

94: Selandia Baru

955: Malaysia

20 – 29: Fungsi Toko

Yang dimaksud dengan fungsi toko adalah jika ada produk yang tidak ada barcodenya, maka toko akan memberikan barcode sendiri. Selain itu, produk yang curah misal Anda membeli makanan dengan mengambil sendiri dan ditimbang, maka dua kode pertama yang muncul adalah fungsi toko. Namun tak semua toko membuat kode dengan jenis EAN atau UPC, hanya toko besar saja yang melakukan ini, seperti pusat perbelanjaan atau toko retail.

977: International Standard Serial Number (ISSN) untuk kode majalah (bukan kode negara)

978: International Standard Book Number (ISBN) untuk kode buku terbitan (bukan kode negara)

Contoh produk asing, dari Jepang (kode 49)

Contoh produk asing, dari Jepang (kode 49)


Ada juga barang yang asalnya dari luar negeri, namun 3 digit barcodenya menggunakan kode 899. Contoh produk minuman merk Coca-Cola. Produk ini waralaba dari AS. Meskipun dari luar, namun pemilik pabriknya orang Indonesia. Jadi perusahaan membayar royalti kepada Coca-Cola yang ada di AS.

Jadi, untuk mengkampanyekan supaya menggunakan produk Indonesia mudah saja, pemerintah mengedukasi masyarat untuk menggunakan produk dengan kode barcode 3 digit pertama 899, karena itu milik Indonesia. Untuk produk makanan atau minuman yang pabriknya ada di Indonesia tidak dicantumkan made in dari negara mana, dengan barcode kita mengetahuinya.

Sumber: http://www.makebarcode.com/specs/ean_cc.html yang telah diterjemahkan dan  perubahan seperlunya.

Iklan

11 responses

  1. Blognya sdh bagus. Tinggal mengembangkan dg menambah link, gambar flash, dll. Sbg catatan, blog adalah semacam diary elektronik. So, sebisa mungkin isinya ttg catatan/tulisan pribadi. Selamat ngeblog.

  2. Terima kasih atas infonya. Ternyata banyak juga produk yg kita konsumsi bukan dari Indonesia pd hal pabriknya di Indonesia. Contoh air mineral yg sering kita minum yg merknya sangat terkenal yg pabriknya ada di jawa tengah. Juga biskuit yg ada di semarang ternyata bukan milik orang Indonesia.

    1. Terima kasih Budi atas keterangannya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

  3. saya lihat statistik pengunjung sudah cukup besar. Kenapa tidak pake domain aja gan biar bisa di monetisasi blognya? saran aja gan…salam bloggger

    1. Iya, terima kasih atas sarannya. Rencana saya juga begitu.

  4. Banyak juga ya kode produksi dari negara-negara, dan sepertinya bisa menjadi sebuah acuan nih. Makasih sharingnya.

    1. Banyak perusahaan yang ada di Indonesia milik asing. Coba lihat kode 888, pabriknya di Indonesia, keuntungannya dibawa ke negara tersebut. Termasuk air mineral merk terkenal.

  5. saya save,, Contoh produk dari Indonesia dengan kode 899
    ,, jadi Mirip nomer hp ya,, 08xxx pasti nomer Indonesia

  6. Emang sekarang hampir setiap produk mempunyai codename sendiri, ya emang sih untuk memudahkan pengidentifikasian. 😀

    1. Banyak orang tidak tahu jika dalam barcode terdapat kode negara pemilik perusahaan dari barang tersebut diproduksi, makanya saya ulas di sini.

  7. Terima Kasih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: