Seru Banget Tubing di Kali Pusur Klaten


Liburan identik dengan menghabiskan waktu dan uang. Namun, liburan tidak harus menghambur-hamburkan uang. Tak harus ke luar negeri, di dalam negeri pun banyak tempat yang bisa dikunjungi bersama keluarga, teman sekolah, teman kantor dan siapapun yang dekat dengan Anda.

Liburan tak harus selalu ke tempat wisata yang menawarkan hiburan mewah dengan teknologi modern. Ada baiknya liburan ‘back to nature’, kembali ke alam. Liburan ke alam yang membuat suasana menjadi senang.

Klaten adalah kabupaten di Jawa Tengah yang menawarkan banyak liburan alam. Di Klaten banyak wisata alami yang ditawarkan. Kebanyakan wisata alam di Klaten menawarkan wisata air. Dua kecamatan yang penduduknya kebanyakan berpenghasilan dari berkah air ini. Mata air di dua kecamatan ini sangat luar biasa, meskipun musim kemarau air tetap mengalir dari mata air. Kecamatan tersebut adalah Tulung dan Polahharjo.
Salah satu kecamatan di Polanharjo, ada wisata alam yaitu tubing. Pengelola tubing adalah River Tubing Pusur Adventure (RTPA). Pusur adalah nama sungai (kali) yang adalah di Polanharjo. Kali pusur airnya tidak pernah surut, meskipun kemarau yang panjang.
Ada dua paket tubing di RTPA, pertama paket seharga 70 ribu rupiah. Pada paket ini fasilitas yang ditawarkan adalah alat keselamatan, makanan ringan, minuman, makan besar, transportasi dari basecamp ke titik start sungai dan kembali lagi ke basecamp, pemandu, dan dokumentasi. Dokumentasi berupa foto yang bisa langsung ditransfer ke ponsel maupun flashdisk.

Paket kedua adalah 50 ribu rupiah. Fasilitas paket ini adalah alat keselamatan, makanan ringan, minuman, transportasi dari basecamp ke titik start sungai dan kembali lagi ke basecamp , pemandu, dan dokumentasi.

Tubing bisa dilayani secara berkelompok, minimal 3 orang dalam tiap kelompoknya. Kami ada 18 orang, sehingga dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang. Anda bisa memesan paket tubing di media sosial atau cari di mesin pencarian Google dengan kata kunci “River Tubing Pusur Adventure”.

RTPA berada di alam pedesaan dengan ketinggian sekitar 200 mdpl. Suasananya yang masih sejuk dan bebas dari polusi. Jika Anda dari arah Yogyakarta (Joga), maka Anda bisa dari kota kabupaten Klaten ke arah timur, di situ ada berbagai informasi tentang wisata di kecamatan Polanharjo. Jika Anda dari arah Solo, maka pada pertigaan pasar Tegalgondo, Klaten ikutilah ke arah Janti. Silahkan tanya tubing RTPA, maka Anda akan diberi tahu oleh penduduk. Cukup gampang dijangkau karena RTPA sudah banyak yang mengenal.

Sebelum Anda mulai tubing, Anda akan dibawa dengan mobil terbuka dari basecamp ke tempat start tubing. Sebelum ke tempat start, peserta tubing harus sudah memakai alat keselamatan seperti helm, rompi pelampung, dan sepatu karet yang telah disediakan. Basecamp berada di Jl. Cokro-Delanggu, Dukuh Jragan RT 002, RW 005, Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Sementara start di air terjun di Bendung (Dam) Ploso Wareng. Jarak tempuh dari basecamp sekitar 1 km.
Sungguh luar biasa air terjun di Ploso Wangen. Disebut demikian karena air terjun buatan ini berada di perbatasan desa Ploso dan Wangen. Ketinggian air terjun ini sekitar 10 m. Bendungan yang merupakan air terjun ini digunakan untuk pengairan sawah di sekitarnya, juga untuk kolam renang yang ada di dekat start tubing.

Sebelum tubing dimulai dibentuk kelompok dan diadakan brifing atau pengarah di sebuah kolam renang yang ada di dekat start. Bagaimana cara menaiki ban, cara memegang tali pada ban, cara jika ada arus berputar, cara mengayuh ban dengan tangan kanan atau kiri jika ingin berbalik arah, dll.

Sebelum mulai petualangan kami berswafoto di bawah air terjun tempat start. Pemandu telah bersiap-siap di berbagai titik yang arusnya kencang dengan bebatuan yang terjal. Pada saat ada arus deras dengan bebatuan terjal, para peserta tubing disuruh turun dan jalan kaki membawa ban di pinggir sungai. Setelah itu kembali ke air dan kami pun menikmati permainan dengan ban seperti anak kecil.

Ada hal menarik yang kami lalui. Ada tantangan di air terjun Talang (penduduk setempat menyebut demikian). Pada air terjun talang semua peserta berhenti. Air terjun ini setinggi sekitar 3 m dengan arus yang deras. Sementara air di bawah Talang sedalam lebih dari 10 m.
Di atas Talang terdapat jembatan tinggi yang bangunannya sudah tua. Jembatan ini di atasnya merupakan aliran air (irigasi) untuk pengairan. Konon jembatan ini buatan Belanda, sehingga tampak sudah tua. Meskipun sudah berumur, namun masih tetap berdiri kokoh.

Di sini kami berswafoto lagi dengan pemandangan air terjun dan suara air yang indah. Pemandu memberi pengarahan untuk bisa turun tubing dengan ban, namun bagi yang tidak punya nyali bisa jalan kaki di sisi kiri yang telah disediakan.
Ada tantangan, jika ada peserta yang turun dengan posisi ban tidak terbali dan peserta tetap berada di ban, maka dapat hadiah. Jika dalam sebuah rombongan ada setengahnya bisa tetap duduk di ban setelah terjun dari atas air terjun, maka akan digratiskan. Dari 18 orang dalam rombongan kami, hanya satu orang yang berhasil. Memang susah, kebanyakan ban terbalik atau peserta yang terjun dengan ban di atas kepala. Meskipun terlepas dari ban tetap bisa mengapung, karena ada rompi pelampung.

Selesai melewati tantangan di air terjun Talang, kami masih sedikit menyelesaikan tubing sampai garis finish. Dari tempat start ke finish menempuh jarak 1,2 km dengan waktu tempuh lebih dari 1 jam. Sebelum kami bilas dan mandi, kami berswafoto dulu di jembatan yang merupakan garis finish tubing ini.

Selesai finish kami sudah disediakan snack yang ada di tempat istirahat sementara di pinggir kali. Aneka gorengan dan gethuk disajikan oleh pengelola dengan minuman teh tubruk yang nikmat khas pedesaan di Klaten yang sangat nikmat. Kami sangat lahap karena dingin, sehingga membutuhkan energi pemulihan.

Untuk bilas dan mandi, terdapat beberapa kamar mandi yang telah disediakan oleh penduduk atau di mushola dekat basecamp. Anda cukup menyediakan infak atau dana kebersihan sukarela. Anda bisa mandi dengan air segar yang dingin.

Setelah mandi, makan besar menanti. Lauk sederhana menu khas pedesaan, namun sangat nikmat. Nasi putih dengan lauk ikan lele goreng dengan kerupuk nasi yang dipadukan dengan sayur asem atau memilih sayuran mentah yang dihidangkan dengan ‘trancam’. Tak lupa sambal tomat yang pedas dan sambal ikan teri sangat menggugah selera makan saat lapar karena kedinginan. Sebagai penutup minuman dari kelapa muda sudah menanti.

Nah, kalau ke Klaten kunjungi tubing di RTPA. Dijamin adrenalin Anda ditantang dan tentu seru banget.

Iklan