Jangan Pandang Sebelah Mata Tugas Proktor UNBK


Hampir semua bidang dalam pendidikan menggunakan teknologi digital. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau dikenal juga dengan Computer Based Test (CBT) adalah evaluasi belajar tahap akhir yang menggunakan teknologi digital. Hal ini karena UNBK memanfaatkan internet dan bukan lagi berbasis kertas dan pensil yang selama ini telah dikenal.

Sumber dari Sindonews.com (9/1/18) menyebutkan bahwa sekolah yang menyelenggarakan UNBK tahun 2018 meningkat 75% dari tahun 2017. Sementara 25% sekolah masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP).

Meningkatnya sekolah yang melaksanakan UNBK membuat sekolah harus menyiapkan tenaga yang mengurusinya. Selain teknisi, ada tenaga yang sangat berperan dalam UNBK. Bahkan tenaga ini merupakan salah satu kunci suksesnya UNBK. Memang ada peran lain yang membuat suksesnya UNBK seperti kelancaran jaringan internet sekolah pelaksana UNBK, koneksi dengan server pusat, dan panitia ujian lainnya.

Tenaga tersebut adalah proktor, yaitu orang yang ditunjuk dan ditugaskan untuk bertanggungjawab mengendalikan sever sekolah pelaksana UNBK. Bila dibandingkan dengan panitia UNBK yang lainnya, tugas proktor yang paling banyak dan ini sangat berat.

Namun demikian, masih ada pihak-pihak tertentu yang memandang sebelah mata. Seakan-akan proktor pekerjaannya hanya duduk-duduk saja. Memang kelihatannya seperti itu, namun proktor kerjanya banyak menggunakan pikiran atau otak dari pada tenaga otot.

Tugas dan peran proktor dalam pelaksanakan UNBK memang sangat penting. Ia harus bertanggungjawab secara teknis mengenai pelaksanaan UNBK mulai dari tahap persiapan sampai dengan pengiriman jawaban UN ke server pusat.

Berikut ini tugas proktor seperti yang penulis kutip dari http://www.panduandapodik.id.

A. Tugas Proktor Sebelum Ujian

Sebelum ujian dilaksanakan, proktor mempunyai tugas sebagai berikut:
• Melakukan pengecekan dan memastikan bahwa semua server telah terhubung dengan internet.
• Melakukan pengecekan terhadap IP address komputer peserta ujian seluruhnya telah dijadikan statik.
• Melakukan pengecekan dan memastikan semua komputer peserta ujian bisa mengakses server lokal dengan menggunakan perintah ping pada DOS promt dari komputer peserta ujian menuju ke host server lokal dan sebaliknya juga.
• Melakukan instalasi dan menjalankan program aplikasi Ujian Nasional berbasasis Komputer (UNBK) di setiap server local.
• Mengaktifkan CBTSync dengan cara memasukkan ID Server dan melakukan pengecekan terhadap kesesuaian nama server dan ID Server.
• Melakukan sinkronisasi butir soal dengan menggunakan CBTSync yang berada di dalam Virtual Machine sejak beberapa hari sebelum ujian dibantu dengan teknisi (disebut sinkronisasi).
• Mengisi, menyerahkan dan menandatangani berita acara tentang sinkronisasi kepada sekolah atau madrasah pelaksana UNBK. Serta mengunggah data berita acara sinkronisasi ke dalam website UNBK.
• Apabila sekolah atau madrasah mempunyai lebih dari 1 server, pastikan seluruh server yang akan digunakan harus dilakukan proses sinkronisasi terlebih dahulu.
• Memastikan data peserta didik yang terdapat di dalam program aplikasi telah sesuai semuanya.
• Memastikan XAMBRO sudah berfungsi dengan baik dan lancar pada komputer klien (komputer yang dipakai siswa ujian) yang digunakan.
• Mencetak kartu peserta ujian dari website UNBK.
• Menyerahkan kartu peserta ujian kepada peserta didik yang bersangkutan sesuai datanya.
• Mencetak daftar hadir peserta ujian dari website UNBK.
• Menerima pengarahan dan penjelasan dari ketua panitia pelaksana UNBK dari sekolah/madrasah.
• Mengisi dan menandatangani sebuah pakta integritas yang dilakukan di depan ketua panitia pelaksana UNBK dari sekolah/madrasah.

B. Tugas Proktor Saat Pelaksanaan Ujian

Ketika proses ujian sedang dilakukan, proktor mempunyai tugas sebagai berikut:
• Memastikan XAMBRO yang digunakan telah terbuka dan berfungsi di seluruh komputer yang dipakai peserta ujian.
• Meliris token dengan menggunakan CBTSync menujut ke server pusat beberapa menit sebelum peserta ujian memasukkan TOKEN UJIAN.
• Mengumumkan TOKEN UJIAN yang dipakai kepada peserta ujian.
• Memastikan agar virtual machine di server setiap saat dalam kondisi aktif dan selalu terkoneksi dengan internet selama ujian berlangsung.
• Khusus ketika pelaksanaan ujian Listening Mapel Bahasa Inggris (SMA/MA/SMK):
1. Menginformasikan kepada peserta ujian bahwa dalam ujian Bahasa Inggris listening comprehension peserta ujian menjawab dan mengerjakan di komputer.
2. Rekaman listening dapat didengarkan melalui headset (alat bantu pendengaran). Setiap listening yang diujikan hanya dapat dipakai sekali saja dengan diperdengarkan dua kali.
• Apabila kondisi server tidak bisa terkoneksi dengan internet maka supaya bisa memulai ujian haruslah meminta token offline kepada petugas dari pusat.
• Apabila terdapat gangguan teknis yang dapat menyebabkan peserta ujian keluar tes tanpa melakukan logout sehingga relogin maka:
1. Aktifkan internet agar bisa terkoneksi dengan server pusat. Pastikan bahwa CBTSync tetap dalam keadaan aktif atau terhubung dengan server pusat.
2. Melakukan update token UJIAN secara online ke server pusat sebab token akan berubah setiap 15 menit sekali.
3. Melakukan reset peserta ujian yang bersangkutan.
4. Memberi Informasi token kepada pengawas agar diisikan ke komputer peserta ujian.

C. Tugas Proktor Setelah Pelaksanaan Ujian

Ketika ujian telah selesai dilaksanakan, maka proktor harus melakukan beberapa hal berikut ini:

Mengeluarkan (Logout) komputer peserta ujian yang telah selesai ujian namun lupa menekan tombol logout.
• Mengunggah seluruh jawaban peserta ujian ke server pusat pada setiap sesi ujian berakhir.
• Apabila terdapat data peserta ujian yang tidak dapat diunggah ke server pusat lantaran masih berstatus tes sedang dikerjakan maka proktor harus melakukan beberapa hal ini:
1. Masuk (login) sesuai dengan username dan password peserta ujian tersebut.
2. Masuklah ke dalam soal terakhir, kemudian klik tombol selesai.
3. Klik tombol logout agar keluar.
4. Mencatat data username peserta ujian terkait.
• Mencetak data berita acara pelaksanaan ujian yang bisa diambil dari website UNBK.
• Menandatangani data berita acara UNBK dengan rangkap 3 untuk sesi setiap ujian yang baru selesai dilaksanakan.
• Mengunggah data berita acara pelaksanaan UBK ke dalam website UNBK.
• Mengunggah data daftar hadir peserta ujian ke dalam webite UNBK.
• Melakukan backup database yang dilakukan setiap hari sesudah sesi terakhir.
• Mengaktifkan ujian untuk hari berikutnya di CBTSync sesudah berhasil mengunggah jawaban peserta ujian di sesi terakhir pada hari tersebut menuju ke server pusat.

Sebenarnya tugas proktor tidak hanya yang telah disebutkan di atas. Masih ada lagi tugas proktor jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UNBK. Pada saat sekolah pelaksana UNBK mengikuti simulasi UNBK, maka tugas proktor sebelum, saat pelaksanaan simulasi, dan setelah simulasi tugasnya seperti di atas. Hanya beberapa saja yang tidak dilaksanakan karena hanya ada pada saat di UNBK.

Tugas proktor yang telah disebutkan di atas berulang beberapa kali, tergantung berapa kali mengikuti simulasi, tugas terakhir pada saat UNBK. Jika tiga kali mengikuti simulasi UNBK, maka tugas proktor tersebut dilaksanakn tiga kali. Belum mungkin simulasi lokal yang diadakan oleh kabupaten/kota. Paling tidak, setiap sekolah pelaksana UNBK harus mengikuti sekali simulasi (yang diselenggarakan oleh pusat).

Tugas proktor yang tak disebutkan di atas baik saat simulasi maupun UNBK masih ada lagi. Bagaimana mengkondisikan siswa saat di lab (ruang ujian). Karena tidak semua siswa lancar menggunakan komputer. Ini sering terjadi pada sekolah di desa-desa, mungkin juga ada sebagian di kota.

Kadang juga proktor harus membenahi komputer yang tiba-tiba mati sendiri. Bagaimana cara menenangkan siswa yang komputernya tiba-tiba logout, merestart login siswa, menyuruh siswa login lagi. Atau tiba-tiba komputer tidak bisa digunakan dan menyuruh siswa beralih ke komputer cadangan yang ada di lab tersebut.

Ada proktor yang juga sekaligus teknisi. Jika demikian, maka pekerjaannya akan bertambah melakukan pekerjaan sebagai teknisi juga.

Saya sendiri sebagai penulis di sini juga sebagai proktor. Ternyata masih ada yang memadang sebelah mata pekerjaan sebagai proktor. Hal itu saya ketahui dari obrolan proktor saat bertemu di forum proktor maupun via aplikasi pesan WhatsApp (WA). Masih ada pimpinan sekolah yang kurang memperhatikan hak-hak proktor meskipun sudah melakukan tugasnya secara maksimal.

Sebagai contoh saat simulasi ada sekolah yang tidak memperhatikan kebutuhan dasar proktor seperti makanan. Misalnya nutrisi yang kurang mendukung untuk tenaga dan pikiran proktor. Ada proktor yang harus mencari makan sendiri, pada hal harus berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Ada juga sekolah yang belum memberikan honor atau uang lelah setelah proktor melaksanakan simulasi sampai UNBK berlangsung. Pada hal simulasi diikuti oleh sekolah tersebut paling tidak dua kali. Ada proktor yang statuanya masih honor di sekolah negari.

Dari pencarian di mesin Google, proktor dan teknisi berhak mendapatkan honor per hari per orang. Honor itu harus diberikan oleh sekolah tak hanya pada UNBK saja, namun juga pada saat simulasi. Berikut ini screenshot honor proktor tersebut.

Dengan adanya tulisan ini semoga para pimpinan sekolah lebih memperhatikan apa yang telah dikerjakan oleh anak buahnya, termasuk proktor. Jika UNBK sukses, maka yang disanjung juga pimpinan sekolah. Namun sebaliknya, jika UNBK ada yang kurang yang disalahkan salah satunya adalah proktor.

Iklan