Buka Puasa dan Tarawih di Masjid Agung Kraton Surakarta


Di Bulan Ramadan hal yang dinanti mereka yang berpuasa adalah saat berbuka. Sebelum berbuka ada hal yang dilakukan untuk menantinya. Ngabuburit adalah istilah yang dipakai untuk menunggu waktu berbuka puasa. Berbagai aktivitas dilakukan saat ngabuburit seperti mendengarkan ceramah, nonton tv, berbagai akvititas di luar, dll.

Banyak masjid yang menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama. Salah satunya adalah Masjid Agung Kraton Surakarta. Masjid yang merupakan bagunan dengan gaya arsitektur Tajug ini berada di depan Pasar Klewer yang terletak di Jl. Dr. Radjiman.

Pada bulan Ramadan, masjid ini ramai dikunjungi oleh banyak umat Islam. Pengunjung tidak hanya dari kota Surakarta (Solo) saja, namun juga dari luar kota. Bahkan ada yang dari luar kota seperti Jawa Timur yang khusus ingin menikmati buka puasa dan sholat tarawih di masjid yang mulai dibangun pada 1763 oleh Sunan Pakubuwono III dan selesai pada 1768 ini. Hal ini saya ketahui saat berbincang dengan salah satu pengunjung sekeluarga dari Nganjuk, Jawa Timur.

Masjid Agung Kraton Surakarta memiliki banyak jadwal kegiatan di bulan Ramadan 1440 H ini. Sebut saja buka puasa bersama setiap hari selama Ramadan, kuliah menjelang berbuka, kuliah subuh, kuliah tarawih, sahur bersama pada hari tertentu, penerimaan dan pembagian zakat, dll. Sementara setelah Ramadan diadakan kegiatan takbiran, sholat Idul Fitri, Grebeg 1 Syawal, dan Halal Bi Halal.

Terdapat tiga pintu untuk memasuki Masjid Agung Kraton Surakarta. Pintu dari Timur, Utara, dan Selatan. Pintu dari selatan langsung dari Pasar Klewer. Terdapat menara yang menjulang tinggi yang digunakan untuk meletakkan pengeras suara.

Ada hal unik yang menarik bagi saya. Di Masjid Agung Kraton Surakarta terdapat Jam Matahari. Jam ini berada di dekat pos penjagaan. Jam Matahari ini berada di tempat yang langsung terkena sinar matahari. Jadi tempatnya tidak tertutup oleh bayang-bayang pohon atau bagunan. Jam Matahari ini diguanakan sebagai penanda waktu sholat.

Kami sekeluarga berbuka puasa di Masjid Agung Kraton Surakarta pada hari ke-7 Ramadan. Sebelum berbuka puasa diadakan kajian (pengajian). Kami datang pada Ahad, materi kajian bertema Fikih. Kajian dimulai pada pukul 16.45 dan diakhiri pada 17.25 WIB.

Tempat duduk laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan papan setinggi sekitar 50 cm. Sebelum berbuka, para pelayan dengan ramahnya melayani para pengunjung yang mendengarkan pengajian. Pelayan mengantarkan segelas teh hangat, takjil, dan nasi kotak kepada setiap pengunjung. Pengunjung perempuan dilayani perempuan, dan pengunjung laki-laki dilayani laki-laki pula.

Menu buka takjil berupa makanan tradisional khas Solo. Setiap hari berganti-ganti, hal ini sesuai dengan yang mengirim. Menu buka didapat dari masjid maupun donatur infak dari para jamaah atau siapa saja yang ini mendermakan sebagian hartanya untuk berbuka.

Selesai makan takjil, para pengunjung mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat magrib berjamaah. Setelah sholat magrib dilanjutkan dengan makan nasi kotak. Saat kami berkunjung, menu nasi kotak adalah pecel lele dengan sambal khas yang pedas.

Selesai berbuka banyak pengunjung yang tidak pulang. Hal ini dikarenakan pengunjung tersebut dari luar kota, bahkan luar provinsi yang juga ingin melaksanakan sholat tarawih. Sambil menunggu datangnya sholat isyak, para pengunjung ada yang keliling kompleks masjid untuk melihat-lihat bangunan Masjid Agung Kraton Surakarta. Ada juga yang tadarus membaca Al Qur’an atau santai bersama keluarga.

Setelah selesai sholat Isyak dilanjutkan dengan doa niat berpuasa untuk besok dengan Bahasa Arab serta terjemahan Bahasa Jawa. Selesai doa niat berpuasa dilajutkan kuliah (tausiah). Sholat tarawih di Masjid Agung Kraton Surakarta dibagi menjadi dua. Bagi yang menginginkan 11 atau 23 rakaat. Imam sholat bergantian seperti pada Masjid Al Aqsha di Klaten.

Bacaan surat pada Sholat tarawih panjang, karena setiap malam dalam sholat tarawih menyelesaikan satu juz. Semua imam yang memimpin sholat tarawih adalah orang-orang terpilih yang merupakan Hafiz dengan bacaan yang sangat merdu.

Kami sangat rindu untuk berbuka dan sholat tarawih di Masjid Agung Kraton Surakarta. Semoga lain waktu ada kesempatan lagi ke masjid yang sangat bersejarah ini.

Iklan