Kriuk, Renyahnya Wader Goreng Gajah Mungkur


aWonogiri (pinggir waduk)Setelah dari Cibaduyut di Bandung, saya ajak Anda berlibur lebaran ke sebuah tempat yang terkenal dengan kuliner wader gorengnya. Kami mengunjungi tempat ini pada libur lebaran 1435 H hari ketiga lebaran. Wader di sini yaitu anak (bayi) dari ikan air tawar seperti ikan gurami, mujahir, nila, emas, lele atau gabus.

Daerah ini dulunya gersang, terkenal dengan ‘tiwul’. Tiwul adalah makanan dari ubi kayu yang dikupas kemudian dikeringkan dan ditumbuk, dimasak dengan cara dikukus. Daerah ini juga dikenal dengan sebutan ‘Gunung Gandul’, yang artinya gunung yang menggantung. Entah kenapa disebut demikian, mungkin karena di sini banyak pegunungan batu kapur yang seperti menggantung.

Tempat yang di maksud adalah di Kabupaten Wonogiri, masih di Solo Raya. Jika Anda dari luar kota, bisa dari kota Solo dari sebelah utara. Jika dari barat dari Jogja bisa lewat Klaten, dan dari Jawa Timur melalui Pacitan.
aWonogiri (bukit)Saya ajak Anda mengunjungi Waduk Gajah Mungkur. Waduk ini adalah kebanggan warga Wonogiri yang sampai saat ini masih menjadi salah satu primadona pariwisata dari kabupaten di Jawa Tengah yang berbatu kapur ini. Kami sekeluarga dari arah Klaten, sampai di Kecamatan Bulu, Sukoharjo, sebelah kanan kami disuguhi oleh pemandangan deretan bukit batu kapur sampai ke Wonogiri.

Sungguh indah bukit yang menjulang dengan ketinggian sampai sekitar 300 m. Tak lelah mata ini memandang, meskipun bukit berbatu, namun ditumbuhi tanaman. Kebanyakan tanaman yang tumbuh di sini adalah jati, karena tanaman ini tahan dengan cuaca yang panas dan air sedikit di musim kemarau.

Pada saat libur lebaran saat ini pengunjung sangat ramai, bahkan bisa empat kali lipat di hari biasa. Harga tiket pun juga bisa empat kali lipat dari hari biasa. Di hari biasa harga tiket per orang 4 ribu rupiah, di akhir pekan 7 ribu rupiah, namun pada saat libur lebaran harga tiket mencapai 13 ribu per orang, itu belum parkir 3 ribu rupiah untuk kendaraan roda 4.

Berpiknik ke Gajah Mungkur bersama keluarga bisa membawa bekal sendiri. Membawa makanan dan minuman terasa lebih nikmat, karena pada saat lebaran, harga makanan sudah pasti naik, bisa 2 atau 3 kali bila dibandingkan dengan hari biasa. Sebagai contoh, kelapa muda jika di hari biasa harganya 7 ribu menjadi 15 ribu pada saat libur lebaran, belum menu yang lain. Anda juga bisa membawa tikar untuk menggelar pesta kebun, namun jika tidak ingin repot Anda bisa menyewa, hanya 5 ribu rupiah saja.
aWonogiri (wader goreng)Belum dikatakan ke Gajah Mungkur jika belum membeli kuliner khas waduk ini. Kuliner khasnya adalah wader goreng. Harga wader goreng tergantung jenisnya. Untuk wader goreng biasa harganya per seperempat kg 15 ribu rupiah, sementara untuk yang goreng crispi harganya 20 ribu rupiah per seperempat kg, begitu juga untuk udang. Meskipun harganya agak mahal, jika Anda sudah mencicipi wader goreng ini, maka Anda akan ketagihan ingin makan lagi dan lagi. Rasa gurihnya membuat makanan ini selain bisa sebagai lauk makan juga bisa dimakan tanpa nasi.
aWonogiri (ikan goreng)Kuliner lain yang wajib dicoba adalah aneka ikan goreng hasil dari waduk ini. Ikan nila goreng per setengah kg harganya 20 ribu rupiah. Untuk ikan patin goreng harganya juga sama, juga ikan bakar yang sayang jika tidak membelinya. Anda bisa langsung makan ikan goreng dengan nasi maupun dimakan tanpa nasi. Jika untuk oleh-oleh orang di rumah juga bisa, Anda tidak perlu repot memasaknya lagi. Kami membelinya untuk oleh-oleh karena yang tidak ikut sudah menunggu, terutama wader dan patin gorengnya.
aWonogiri (ikan goreng2)Wahana wisata yang ditawarkan di waduk ini tentu adalah wisata air. Anda bisa mengajak anak atau keponakan untuk naik sepeda air, tarifnya hanya 5 ribu rupiah saja. Kalau pengin yang menantang, bisa kok naik banana boat, per orang 40 ribu rupiah, maksimal untuk 4 orang. Adal lagi speed boat yang ongkos sewanya 80 ribu rupiah per sekali jalan ke keramba, maksimal untuk 8 orang termasuk jasa sopirnya. Untuk speed boat yang ke bendungan tarifnya 200 ribu rupiah, namun memakan waktu 45 menit untuk ke tempat tersebut.
aWonogiri (di atas perahu)Karena tidak ada yang mau ikut naik speed boat, akhirnya saya dan adik saja yang naik, mereka tahut dengan gelombang dan laju speed boat yang kencang. Untuk naik speed boat Anda harus tahan terhadap gelombang air, meskipun tidak besar jika tidak terbiasa bisa mabok juga. Namun jagan khawatir, keselamatan penumpang tetap diutamakan, dilengkapi sabuk pengaman dan pelampung.
aWonogiri (bango tongtong)Indahnya menikmati pemandangan perbukitan dari waduk dari speed boat ini. Tak ketinggalan juga ke tempat keramba, tempat memelihara aneka ikan tawar seperti patin, nila, dan emas. Mata kami semakin dimanjakan oleh pemandangan burung kuntul yang berada di pelampung keramba. Burung-burung ini makan ikan kecil yang ada di pinggir keramba.

Semakin siang pengunjung semakin ramai, di lapangan pinggir waduk juga disediakan panggung hiburan. Panggung hiburan untuk musim libur lebaran seperti ini diisi dengan pentas musik dangdut. Siapa yang ingin bergoyang silahkan.

Oleh-oleh selain kuliner khas yang sudah disebutkan tadi, juga ada yang lain yang tidak berupa makanan. Aneka kerajinan dari bahan akar kayu wangi yang dibuat boneka binatang seperti gajah, buaya, dll juga bisa untuk pajangan di rumah. Baju dan kaus khas gambar dan tulisan Wonogiri untuk kenang-kenangan juga bisa dibeli, dan masih banyak lagi yang lain.

Kami datang ke Gajah Mungkur sekitar pukul 9 pagi, pukul 12 kami berkemas untuk pulang. Jalanan menuju waduk sangat ramai, bahkan macet sampai sekitar 3 km. Kemacetan ini selain karena volume kendaraan yang melebihi kapasitas, juga karena jalan yang berkelok dan sempit. Maklum di sini kan tempatnya berbukit, jadi jalan harus dibuat seperti itu.

Liputan ini bisa menjadi referensi Anda untuk liburan lebaran dan juga liburan selain lebaran. Selamat berlibur.

Iklan

2 responses

  1. Waaah seperti itu ya Gajah Mungkur yg kontroversial pembangunannya dulu. Ikan2 kecilnya mengingatkan pada Danau SIngkarak di Sumatra Barat. Duh, udah ngebayangin bawa nasi + sambal + lalap sendiri, tinggal beli ikan disitu. Soodaaap ^.^

    1. Iya, sangat nikamat. Bawa nasi bisa, mau beli nasi di sini juga bisa. Sambil lesehan tinggal cari tempat saja. Bawa tikar boleh, jika tak bawa bisa menyewa hanya 5 ribu rupiah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: