Anda, Kamu, dan Kalian


Ilustrasi, foto: sekolahsuper.com

Ilustrasi, foto: sekolahsuper.com

Setiap bahasa mempunyai aturan tersendiri. Antara bahasa satu dengan yang lain aturan tersebut pasti berbeda. Jangankan yang berbeda bahasanya, bahasa yang masih dalam serumpun pun aturan bisa berbeda. Perbedaan itulah menjadikan keunikan dari suatu bahasa.

Seperti dalam Bahasa Indonesia mempunyai keunikan tersendiri. Misalkan untuk menyebutkan kata benda yang lebih dari satu atau jamak, maka katanya diulang dengan pemisahan tanda “-“. Misalkan dalam kalimat: “Bunga-bunga bermekaran menyambut datangnya pagi yang cerah ini”. Pengulangan kata ‘bunga’ menunjukkan bahwa terdapat lebih dari satu bunga yang mekar.

Namun, kata yang diulang tidak selamanya menunjukkan bentuk jamak. Contoh kalimat berikut: “Ubur-ubur mempunyai racun yang dapat mematikan”. Kata ubur-ubur bukan berarti banyak, namun sebuah binatang yang hidup di laut yang mempunyai racun. Meskipun hanya ada satu binatang, tetap ditulis berulang.

Berbeda dengan Bahasa Inggris, untuk benda yang jamak tidak menggunakan kata yang diulang. Benda yang lebih dari satu hanya ditambah dengan ‘s’ atau ‘es’, tergantung dari akhiran katanya.

Begitu juga dengan kata sapaan, dalam tiap bahasa mempunyai keunikan sendiri. Dalam Bahasa Jawa, tiap kata rata-rata mempunyai lebih dari satu bentuk. Bentuk-bentuk ini dari kata yang kasar ‘ngoko’ sampai yang paling halus ‘kromo inggil’. Sebenarnya dalam Bahasa Jawa tidak hanya kata sapaan saja yang mempunyai bentuk yang berbeda-beda, hampir setiap kata, baik kata benda, kata kerja, maupun kata sifat. Ini tergantung dengan siapa lawan bicara. Jadi menunjukkan tingkat kesopanan atau tata krama.

Berbicara mengenai kesopanan dalam berbahasa, dalam Bahasa Indonesia juga terdapat tingkatan. Kata sapaan adalah kata yang menunjukkan tingkat kesopanan. Dengan siapa lawan bicara, kapan dan dimana kata sapaan tersebut digunakan.

Orang yang diajak bicara adalah orang kedua. Dalam Bahasa Indonesia orang kedua tunggal adalah ‘kamu’. Kata ‘kamu’ dipakai untuk memanggil lawan bicara tunggal biasanya dalam lingkungan tidak formal. Kata ‘kamu’ biasa digunakan untuk memanggil teman akrab. Kata ‘kamu’ digunakan orang tua memanggil yang lebih muda. Bisa juga kata ‘kamu’ digunakan atasan memanggil bawahan dalam lingkungan kerja.

Orang kedua jamak dalam Bahasa Indonesia bisa ‘Anda’ dan bisa ‘kalian’. Meskipun sama jamak, namun ada perbedaan dalam penggunakan kedua kata tersebut. Perbedaan penggunaan ini berdasarkan tingkat kesopanan.

Kata ‘Anda’ (huruf pertama besar) adalah kata sapaan yang digunakan untuk menghormati lawan bicara. Biasanya digunakan pada saat memanggil tamu. Kata ‘Anda’ bisa tunggal dan bisa jamak. ‘Anda’ juga digunakan untuk menyapa penyiar atau pembawa berita kepada pendengar atau pemirsa, meskipun pendengar atau pemirsa yang ada di rumah bukan lawan bicaranya.

Kata ‘kalian’ digunakan untuk memanggil lawan bicara jamak yang biasanya tidak formal. Orang yang memanggil dengan kata ‘kalian’ biasanya dari atasan kepada bawahan pada lingkungan kerja. Panggilan dengan kata sapaan ‘kalian’ juga diucapkan orang tua kepada anak atau orang yang lebih muda.

Jadi, meskipun sama-sama untuk memanggil orang kedua, dalam Bahasa Indonesia terdapat perbedaan penggunaan kata. Itulah keunikan dari Bahasa Indonesia. Sekarang kita bandingkan dengan bahasa dari beberapa negara dalam penggunaan kata sapaan untuk orang kedua.

Dalam Bahasa Inggris, kata ‘Anda’,’kamu, dan ‘kalian’ tetap sama, yaitu ‘you’. Sementara dalam Bahasa Spanyol, kata ‘Anda’, ‘kamu’, dan ‘kalian’ juga tetap, yaitu ‘usted’. Dalam Bahasa Perancis, kata ‘Anda’, ‘kamu’, dan ‘kalian’ juga hanya satu kata, yaitu ‘vous’. Dalam Bahasa Italia kata ‘Anda’, ‘kamu’, dan ‘kalian’ berarti ‘tu’. Dalam Bahasa Rusia kata ‘Anda’, ‘kamu’, dan ‘kalian’ adalah ‘Bbl’. Dalam Bahasa Belanda kata ‘Anda’, ‘kamu’, dan ‘kalian’ adalah ‘jij’. Terakhir, dalam Bahasa Jerman kata ‘Anda’, diartikan sebagai ‘Du’, sedangkan kata ‘kamu’, dan ‘kalian’ diartikan sebagai ‘du’. Informasi ini saya dapatkan dari terjemahan Google Translate.

4 responses

  1. Jadi inget waktu SMK dulu, guru bahasa Indonesia saya pernah bilang uniknya bahasa Indonesia itu, kata ‘Anda’ ditulis kapital, sementara kata ‘saya’ ga perlu pake kapital. Sementara di bahasa Inggris, kata ‘I’ itu kapital, sementara ‘you’ ga kapital. Bahasa Indonesia ngajarin penuturnya untuk menghormati orang lain, sementara Inggris bikin penuturnya membanggakan diri sendiri wakakak

    1. Iya, banyak keunikan dari Bahasa Indonesia. Saya masih mencari keunikan yang lain untuk dibahas. Saya sering memperhatikan cara orang berbicara baik di lingkungan formal maupun tidak formal.

  2. Terjemahan dari bahasa asingnya salah tuh, pakai Google Translate sih.

    Spanyol: Kamu = tú, vos. Kalian = vosotros, ustedes. Anda = usted (tunggal), ustedes (jamak)
    Prancis: Kamu = tu. Kalian = vous. Anda = vous.
    Italia: Kamu = tu. Kalian = voi. Anda = Lei.
    Rusia: Kamu = ты. Kalian = вы. Anda = Вы.
    Jerman: Kamu = du. Kalian = ihr. Anda = Sie.

    Bahasa Belanda saya kurang mengerti.

    1. Iya, pakai Google Translate. Terima kasih atas koreksinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: