Tag Archives: pasaran

Berburu Udang di Pasar Nogosari


dsc01697Liburan memang identik dengan kesenangan dan identik pula dengan ‘membuang duit’. Namun, liburan tidak selamanya harus menghabiskan uang yang banyak. Liburan memang harus ada duit, namun tak harus keluar banyak.

Kuliner adalah salah satu liburan wisata yang biasanya memanjakan lidah dan perut yang menghabiskan uang yang lumayan. Namun, tak selamanya menikmati kuliner itu harus merogoh kantong yang dalam.

Tulisan pada postingan ini terjadi saat liburan akhir tahun 2016 yang lalu. Kami sekeluarga berlibur di rumah orang tua.

Dengan membeli bahan sendiri maka kita bisa membuat kuliner sesuai dengan keinginan kita, dan tentu sesuai dengan isi kantong kita. Liburan kali ini saya dan keluarga pengin menikmati bothok urang (udang) di kampung halaman 10 menit jika ke Bandara Internasional Adisumarmo, tepatnya di Kecamatan Nogosari, Boyolali.
dsc01699Jika liburan di rumah ‘eyangnya anak-anak’ saya teringat dengan kuliner ‘bothok urang’. Masakan tradisional khas Boyolai dan sekitarnya ini berbahan dasar udang sungai dengan cabai hijau, tomat sayur yang masih hijau dan kelapa muda yang diparut dengan aneka bumbu rempah dan yang khas ada kencur yang dikukus dibungkus dengan daun pisang. Tambah nikmat lagi bothok dibungkus dengan daun pisang kepok atau pisang klutuk yang masih muda menambah citarasa bothok urang ini membuat nafsu makan bertambah.

Untuk mendapatkan udang sungai (kali) yang masih segar tidaklah mudah. Di Pasar Nogosari tidak setiap hari ada orang jualan udang kali. Hanya tiap pasaran Pon dan Kliwon saja ada, itu pun harus datang ke pasar pagi-pagi sekitar pukul 06.00, karena kesiangan udang sudah habis, karena banyak peminat dan barangnya terbatas.

Letak penjual udang kali di Pasar Nogosari bisa didapat dari pintu timur. Masuk dari pintu timur langsung ada kambing yang dijual, Anda bisa belok ke kanan dan tak jauh dari orang jualan kambing.
dsc01698Udang dijual per ‘taning’ yang diletakkan dalam daun jati yang masih segar. Bahkan udang masih hidup dan loncat-loncat. Tiap taning dijual 2 ribu rupiah dan tidak bisa ditawar. Jika Anda membeli 10 ribu rupiah dapt 5 taning dan jika Anda bilang tambah maka penjual akan memberi gratis satu taning.

Tak banyak penjual udang kali, saya melihat hanya 3 orang saja, jadi wajar jika kesiangan ke pasar maka udang akan habis. Selain udang juga ada ikan ‘wader’, sejenis ikan tawar keil yang biasa masyarakat di sini mengolahnya dengan dibothok. Harganya satu taning juga 2 ribu rupiah saja.

Bothok urang ini enak dinikmati dengan nasi yang masih hangat, apalagi dengan nasi liwet. Anda tidak perlu lagi lauk lain dan tak perlu lagi sayur. Udang yang ada dalam bothok mengandung protein tinggi, sementara tomat dan cabai hijau adalah sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Adakalanya bothok udang juga bisa dicampur dengan ‘landing’ atau ‘mlanding’ atau petai cina kecil (lanjing Jawa). Ada juga yang menambahkan daun kencur atau daun puyang muda yang diiris-iris dalam adonan bothok sebelum dikukus.

Ternyata menikmati kuliner itu tak harus mahal kan?