Tag Archives: kuliner

Pantai Sepanjang di Gunung Kidul Mirip dengan Pantai Pasirpadi di Pangkalpinang


Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja) memang provinsi yang sangat istimewa. Salah satu yang istimewa adalah wisata alamnya yang dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah. Diantara tempat wisata yang ada di Jogja adalah pantai.

Selain kabupaten Bantul yang memiliki empat pantai yang eksotik (Parangtritis, Parangkusumo, Dal Wolu, Cemara Sewu, dan Depok) di kabupaten Gunung Kidul juga memiliki pantai yang tak kalah menariknya. Sederetan pantai menghiasi alam kabupaten yang terkenal dengan kuliner berbahan singkong ‘tiwul’ ini.

Sederet pantai yang ada di Gunung Kidul tersebut adalah pantai Baron, Krakal, Kukup (BKK). Ada juga pantai Drini, Indrayanti, Sadranan, dan Sepanjang. Diantara ketujuh pantai tersebut, pantai Sepanjang yang menarik perhatian saya.
Berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Bantul dengan pasir hitam, di Gunung Kidul pantainya berpasir putih, termasuk di pantai Sepanjang. Pantai sepanjang mirip dengan pantai Pasirpadi yang ada di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Kemiripan pertama adalah pintu masuk parkir yang dekat denga pantai tidak kebanyakan pantai yang jauh. Kemiripan kedua tentu pasirnya, tak hanya mirim namun sama-sama berpasir putih. Kemiripan ketiga adalah kedua pantai ini terdapat pondok-pondok yang dijadikan tempat untuk berteduh. Anda bisa bersantai dan memesan aneka kuliner atau minuman.
Di sepanjang pantai Sepanjang terdapat jalan kendaraan wisatawan bisa melintas di jalan ini sambil melihat pemandangan ombak dari mobil atau motor, begitu juga di pantai Pasirpadi. Batas akhir pantai Sepanjang adalah tebing yang ditumbuhi tanaman khas pantai yaitu pandan pantai berduri. Hal ini juga dijumpai di pantai Pasirpadi.

Di pantai Sepanjang bulan Desember seperti ini ombak sangat besar, begitu juga dengan pantai Pasirpadi. Di Pasirpadi ombak besar biasanya terjadi di bulan Desember sampai awal Januari.

Meskipun ada kemiripan diantara kedua pantai yang berbeda provinsi ini, ada juga perbedaannya. Di pantai Sepanjang ada tebing yang tinggi dengan banyak ditumbuhi tanaman bungan Lantana berwarna oranye menyala dan sesekali ada yang berwarna merah muda. Di pantai Pasirpadi jalan landai (datar) dan banyak ditumbuhi pandan pantai dan cemara.

Jalan menuju pantai Sepanjang yang memang indah. Jalan berkelok dengan kanan dan kiri bukit berbatu pegunungan purba khas Gunung Kidul. Pegunungan yang terjal ini banyak ditumbuhi Lantana yang indah dan pohon jati.

Jika Anda ke sini saat awal musim hujan tiba, maka Anda akan menemukan pohon jati yang daunnya tinggal kerangka. Hal ini dikarenakan daun pohon jati tersebuk dimakan oleh ulat jati yang berwarna hitam. Bagi sebagian orang ulat jati sangat menjijikkan karena bisa gatal dan terdapat air liur ulat yang seperti benang yang dijadikan ulat menggantung dan menuju ketanah untuk berubah menjadi kepompong. Namun tidak dengan masyarakat di Gunung Kidul. Adanya ulat jadi adalah berkah tersendiri.

Ulat jadi yang jatuh ke tanah akan berubah menjadi ‘enthung’ atau kepompong. Kepompong ini bagi penduduk diolah dijadikan kuliner yang sangat ‘lezat’. Bahkan kuliner berbahan kepompong ini dijual dengan harga yang sangat fantastis. Setoles kecil dengan berat tidak lebih dari 200 gram ditawarkan dengan harga 30 ribu rupiah. Namun, jika Anda membeli bebera toples harga bisa diturunkan per toples menjadi 25 ribu rupiah.
Selain kepompong, kuliner yang hanya ada di Gunung Kidul adalah kuliner berbahan belalang. Belalang yang biasanya sebagai hama oleh petani diburu dan dimasak. Baik kepompong maupun belalang digoreng kemudian dibacem seperti tempe atau telor bacem. Jadi rasa dari kepomong dan belalang ini gurih manis. Kedua jenis kuliner yang tak lazim ini ternyata mengandung protein tinggi.

Kedua jenis kuliner berbahan dari hewan ektrim ini dijajakan di jalan sepanjang pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul. Anda juga bisa menjumpai kuliner dari kedua jenis serangga ini di jalan-jalan utama di Gunung Kidul yang berkelok-kelok.