Tag Archives: CDMA

Bagaimana Kabar CDMA?


Perkembangan teknologi seluler saat ini semakin hari semakin pesat. Telepon genggam tak hanya sebatas untuk mengirim dan menerima pesan singkat (SMS) dan panggilan saja. Kini, berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia bisa diakses dengan cepat dan mudah dari genggaman tangan.

Terdapat dua jenis teknologi telepon seluler yang ada di Indonesia. Pertama adalah Code Division Multiple Acccess (CDMA) dan Global System for Mobile communication (GSM). Terdapat dua lisensi untuk keduanya, yaitu Fixed Wireless Access (FWA) dan mobile. Lisensi FWA bisa digunakan hanya di dalam home area atau dalam satu area atau kota tertentu saja. Sementara lisensi mobile bisa digunakan di mana saja, bahkan di luar negeri.

Masih ada satu lagi lisensi yaitu Broadband Wireless Access (BWA). bwa adalah lisensi yang hanya untuk internet namun bisa secara mobile. Operator yang memiliki lisensi ini adalah Bolt. Namun, sebelumnya Indosat sudah memiliki lisensi itu untuk brand IM2. Sepertinya IM2 kurang disukai karena untuk internet Indosat lisensi mobile juga ada yaitu IM3, Mentari, dan Matrix.

Keberadaan CDMA kurang mendapat sambutan yang baik seperti halnya GSM. Hal ini mungkin dikarenakan lisensi FWA membuat pelanggan tidak nyaman karena tidak bisa dibawa ke luar kota. Meskipun beberapa operator CDMA bisa dibawa ke luar kota seperti Smartfren, namun kurang diminati, mungkin karena jaringan tidak sebagus GSM.

Di Indonesia, image di masyarakat CDMA memiliki lisensi FWA atau sama dengan Publick Swich Telephone Network (PSTN) atau yang sering disebut dengan telepon tetap dengan kabel. Kartu tidak bisa digunakan di luar kota. Jika bisa digunakan beberapa operator menerapkan aturan harus registrasi terlebih dahulu, sehingga ribet. Belum lagi jika harus menerima atau melakukan panggilan di luar kota pelanggan dibebani dengan biaya tambahan seperti saat roaming di luar negeri meskipun biayanya lebih ringan.

Pada hal ada operator CDMA yang berlisensi mobile, yaitu Smartfren. Namun, kini Smartfren pindah jaringan ke GSM. Pemindahan jaringan dari CDMA ke LTE GSM pada era Menkominfo Tifatul Sembiring. Karena jika tidak pindah ke GSM nasib operator ini bisa kolaps dan gulung tikar.

Selain Smartfren ada lagi operator CDMA yang lain. Namun, CDMA dengan lisensi FWA. Flexi adalah operator yang masih dalam satu grup dengan Telkom. Kini Flexi bermigrasi menjadi Kartu As (Telkomsel) dengan nomor awalan (Prefix) 0851. Bagi pelanggan Flexi disuruh mengganti kartu dan migrasi ke Kartu As. Jika tidak maka kartunya akan tidak bisa aktif lagi.

Lalu apa kabar dari CDMA lain seperti Esia, Hepi, Ceria, dan StarOne? Kabarnya, Esia dari Bakrie Telecom juga sudah gulung tikar. Hepi dari Mobile-8 juga sudah kolaps. Sementara Ceria sudah dulu ditinggalkan pelanggannya. StarOne dari Indosat kabarnya juga telah gulung tikar. Bisa jadi karena kurangnya inovasi dan lisensi FWA membuat operator-operator tersebut tidak diminati dan ditinggalkan oleh pelanggannya.

Para pelanggal telepon seluler sudah cerdas. Beralihnya layanan dari pesan singkat (SMS) dan panggilan ke data membuat operator GSM berlomba-lomba memberikan layanan terbaiknya. Jaringan Long Term Evolution (LTE) dengan kecepatan unduh mencapai 300 mbps dan unggah 75 mbps ini sangat diminati para pengguna smartphone.

Kebanyakan operator seluler menerapkan tarif biaya panggilan murah ke sesama operator dan lebih mahal ke operator lain. Namun, kini dengan adanya aplikasi mesenger seperti BBM dan WhatsApp yang ada layanan panggilan ke semua operator dan video call baik ke dalam maupun ke luar negeri, maka tarifnya sama.

Jadi tak ada batasan ke sesama operator maupun ke operator lain di dalam maupun luar negeri. Yang penting jaringan yang digunakan menggunakan kecepatan tinggi dan stabil. Pelanggan dibebani biaya paket data sesuai dengan tarif masing-masing operator. Bahkan jika pada jaringan Wi-Fi maka pelanggan tidak ada biaya alias gratis.