Tag Archives: Boyolali

Di Boyolali Ada ‘Sapi Raksasa’


img-20161225-wa0042Selain terdapat Bandara Internasional Adisumarmo, Waduk Kedung Ombo, Umbul Tlatar dan Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali sejak lama telah terkenal dengan sapi. Boyolali yang masih terletak di kawasan Solo Raya, Jawa Tengah ini memang daerah penghasil susu yang sudah dikenal di tingkat nasional. Susu segar dihasilkan di berbagai kecamatan di Boyolali terutama di kaki gunung Merapi atau Merbabu seperti di kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Ampel, Boyolali, dan Mojosongo.

Karena terkenalnya sapi penghasil susu, maka tak heran di beberapa tempat strategis ada patung sapi yang berwarna hitam putih. Sebut saja di simpang tiga Jl. Solo-Jogja ke arah RS DR. OEN Sawit, di simpang tiga Jl. Pandanaran ke arah SMA Bhineka Karya Boyolali, di dekat terminal Boyolali, simpang tiga Sruwen, dll.

Patung-patung sapi tersebut ukurannya sedang, sehingga tidak begitu menarik untuk ditonton. Berbeda dengan patung sapi yang satu ini. Tingginya mencapai 11 meter, dari kejauhan seperti sapi raksasa yang sedang mendekam.

‘Sapi raksasa’ ini terletak di kompleks alun-alun perkantoran terpadu pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Boyolali yang baru. Patung sapi raksasa ini menjadi daya tarik tersendiri tak hanya masyarakat Boyolali saja, namun juga orang-orang yang kebetulan melintas atau melewati komplekas perkantoran pemda Boyolali.

Para pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat dari arah Semarang ke Solo dan sebaliknya sering tidak melewatkan mampir ke patung sapi yang memakai kalung khas sapi yang ada di Boyolali. Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berselfie.
img-20161225-wa0036Apa sebenarnya patung sapi raksasa ini? Patung ini sebenarnya adalah salah satu gedung di kompleks perkantoran ini. Patung sapi ini adalah gedung dengan nama ‘Gedung Lembu Sora’. Gedung ini biasa dipakai untuk rapat-rapat kedinasan. Di dalam gedung ini berpendingin ruangan dan terdapat kursi serta fasilitas lain yang biasa digunakan untuk rapat. Gedung ini hanya dibuka saat akan rapat dinas saja, jadi dibuka hanya pada saat jam kerja.
img-20161225-wa0044Patung sapi raksasa ini ramai dikunjungi tak hanya masyarakat Boyolali saja. Pada akhir pekan atau saat liburan akhir tahun seperti ini pengunjung semakin ramai. Tidak dikenakan biaya untuk dapat mengunjungi ‘sapi raksasa’ ini. Namun, jika Anda ingin berfoto dengan robot, Anda dikenakan biaya, itupun sukarela.

Saat kami mengunjungi ‘sapi raksasa’ ini, tampak banyak siswa paud maupun SD didampingi guru dan orang tuanya juga ke sini. Mereka sangat senang dapat berselfie dengan robot yang berwarna kuning maupun berfoto di depan ‘sapi raksasa’. Namun, ada juga anak yang menangis karena takut.

Anak-anak juga dimanjakan dengan berbagai permainan yang ada di area ‘sapi raksasa’ ini. Sebut saja odong-odong, permainan memancing, dan berbagai permainan lainnya yang khusus untuk anak di bawah 12 tahun. Tentu saja permainan-permainan ini tidak gratis. Terdapat juga pedagang-pedagang kali lima yang menjajakan aneka makanan, minuman, dan bahkan pakaian dan souvenir khas Boyolali.

Sayang, pengunjung kurang bertanggung jawab dan membuang sampah sembarangan, sehingga tampak banyak sampah di sekitar ‘sapi raksasa’ ini. Ini sangat menganggu pemandangan, terutama di tman-taman yang banyak dihiasi dengan aneka warna-warni bunga lantana.

Di kompleks perkantoran pemda Boyolali ini masih baru, namun gedung-gedungnya bergaya arsitektur kuno jaman Belanda dulu. Gedung-gedungnya menjulang tinggi mesikun tidak tingkat dengan cat berwarna putih. Kesannya gedung kuno yang dihiasi dengan taman-taman cantik yang hijau dan bunga berwarna-warni.

Di kompleks perkantoran ini juga dibangun 5 tempat ibadah yang saling berdampingan, yaitu Masjid, Pura, Vihara, Gereja Protestan dan Gereja Katolik. Kelima tempat ibadah yang saling berdampingan ini saat ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

Pada momen-momen tertentu di kompleks perkantoran ini juga diadakan acara-acara untuk mempromosikan Boyolali. Seperti pada peringatan hari pangan sedunia (HPS) ke-36 yang diadakan pada 16 Oktober 2016. Tak hanya di kompleks perkantoran pemkab Boyolali saja HPS diadakan juga di tempat lain seperti di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono yang merupakan salah satu tempat diselenggarakan HPS.

Boyolali yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Boyolali sekarang tampak lebih indah dan menarik. Dengan slogan ‘Boyolali pro investasi’ membuat daerah tingkat II yang saat ini dipimpin oleh Seno Samodro ini banyak perubahan.
img-20161225-wa0058Pemandangan di kota Boyolali yang tak kalah menarik dari ‘sapi raksasa’ adalah patung kawanan kuda Arjuna Wijaya yang berjumlah 13 menarik kereta kencana dikendarai oleh Arjuna dan Krisna yang berada di Simpang Lima di kota yang berhawa sejuk ini. Patung ini berbahan logam tembaga. Kawanan patung kuda menarik kereta ini dicat berwarna coklat. Siapapun yang kebetulan melewati patung kuda ini menyempatkan diri untuk memotretnya, bahkan berselfie ria.

Tak hanya di Simpang Lima Boyolali saja ada patung kuda, di pertigaan Tampir, Musuk, di Kecamatan Klego, Selo, dan Juwangi. Patung kuda di daerah tersebut dicat warna putih dan didirikan di tepi jalan.

Yuk, datang ke Boyolali.