Fakta Ayam Petelur yang Mungkin Belum Anda Ketahui


Foto: BoldSky

Foto: BoldSky

Telur ayam adalah bahan makanan yang banyak dikonsumsi harian. Salah satu sumber protein ini banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah bila dibandingkan dengan daging dan ikan.

Selain itu, telur ayam juga banyak digunakan dalam berbagai olahan. Sebut saja roti, kue, dan aneka masakan banyak menggunakan telur ayam. Telur ayam yang banyak digunakan adalah adalah telur ayam negeri dari pada telur ayam kampung. Hal ini karena telur ayam negeri harganya lebih murah dari pada telur ayam kampung.

Kebanyakan telur ayam kampung dihasilkan dari ayam betina yang kawin dengan jantan. Sementara telur ayam negeri dihasilkan dari ayam betina yang tidak harus kawin dengan ayam jantan. Kebanyakan ayam betina menghasilkan telur direkayasa sedemikian sehingga dari jenis pakan yang diberikan berbeda dengan telur ayam kampung.

Telur ayam negeri yang kita konsumsi mungkin didapatkan dari industri peternakan ayam petelur. Ada fakta-fakta yang mungkin belum Anda ketahui tentang telur yang dihasilkan dari ayam petelur. Berikut ini 7 fakta tentang industri telur ayam negeri yang mungkin belum Anda ketahui, seperti dikutip dari BoldSky.

Fakta 1
Ayam betina pada industri peternakan telur untuk manipulasi genetik dan pemuliaan selektif. Menurut survei, ayam-ayam ini menghasilkan 250 sampai 300 butir per tahun. Kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa ayam liar dapat bertelur hanya 10 sampai 15 telur dalam setahun.

Fakta 2
Sekitar 95% dari semua ayam petelur di Amerika Serikat, sekitar 300 juta unggas menghabiskan hidup mereka di kandang baterai kecil. Unggas-unggas ini bahkan tidak bisa meregangkan sayapnya.

Fakta 3
Ayam yang berada di kandang kecil hanya dapat berdiri atau berjongkok pada kawat. Kawat-kawat ini dapat melukai kaki ayam yang menyakitkan. Di tengah semua ini, ayam marah kemudian mematuk satu sama lain dari stres. Hal ini dapat menyebabkan cedera dan bahkan kematian.

Fakta 4
Rentang hidup alami dari ayam adalah antara 10 dan 20 tahun, tetapi dalam industri ayam petelur, sebagian besar ayam yang mati atau dipotong ketika berumur hanya 1 ½ tahun. Hal ini dilakukan ketika produksi telur mereka menurun.

Fakta 5
Menurut laporan, produksi telur yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit, rasa sakit dan kematian dini. Ayam menderita penyakit, lemah, dan kondisi fatal yang mengakibatkan kematian dini.

Fakta 6
Untuk setiap kulit telur yang dihasilkan, ayam harus memobilisasi sekitar 10% dari kalsium disimpan dalam tulang-tulangnya. Ini adalah sesuatu yang membuat ayam yang lemah.

Fakta 7
Sebagian besar ayam menderita ‘sindrom lemak hati’. Hal ini disebabkan sel-sel hati yang terus-menerus memproduksi lemak dan protein yang dibutuhkan untuk kuning telur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: