Ini Alasan Sebaiknya Anda Kurangi Garam


Foto: ngs.co.uk

Foto: ngs.co.uk

Garam adalah benda berwarna putih yang sering ada pada hampir di setiap masakan. Bahkan garam sudah menjadi bagian dari bumbu kuliner pada hampir berbagai masakan baik kuah maupun kering. Garam bisa dibilang menjadi kebutuhan primer pada hampir tiap kuliner.

Di alam, garam bisa kita dapatkan salah satunya dari air laut. Air laut memang rasanya asin, dan garam inilah yang terkandung pada air laut. Namun, di alam garam sebenarnya tidak semuanya berasal dari air laut.

Garam dalam ilmu kimia adalah reaksi antara asam dan basa. Banyak reaksi yang membentuk garam. Namun, reaksi yang paling banyak dikenal adalah yang membentuk garam dapur. Garam dapur yang sering kita konsumsi sebagai bumbu pada berbagai masakan adalah reaksi antara natrium hidroksida (NaOH) dan asam klorida (HCl). Reaksi ini menghasilkan garam dapur natrium klorida (NaCl) dan air (H2O).

Garam dapur yang kita kenal adalah senyawa NaCl, jadi mengandung unsur natrium (Na). Natrium murni merupakan salah satu jenis unsur yang tidak stabil. Unsur ini sangat mudah bereaksi dengan air. Ketika natrium murni dimasukkan dalam air maka akan terbentuk gas hidrogen yang mudah sekali terbakar.

Sumber dari Google, jumlah natrium yang disarankan untuk dikonsumsi berkisar antara 1100-3300 mg setiap harinya. Hal ini setara dengan 0,5-1,5 sendok teh garam dapur. Faktanya, tak hanya garam saja yang mengandung natrium, jadi porsi garam tersebut harus dikurangi. Makanan yang berasal dari daging, ikan, dan juga sayuran tertentu juga mengandung natrium.

Bagi yang suka memasak menambahkan penyedap, natrium adalah salah satu komponen dalam penyedap. Monosodium Glutamat (MSG) adalah penyedap masakan yang kita kenal. Kata lain natrium adalah sodium. Makanan siap saji junk food adalah makanan yang tinggi akan natrium.

Natrium dalam tubuh kita diperlukan antara lain untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, natrium juga berperan dalam fungsi dan kerja otot jantung. Natrium juga berperan dalam mengangkut nutrisi melalui membran sel. Fungsi natrium yang lain adalah memperlancar metabolisme dalam tubuh. Natrium juga berperan dalam merangsang kinerja syaraf.

Memang, kekurangan natrium itu tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh sering kelelahan, tekanan darah menurun, menurunkan daya ingat, serta mengalami masalah pada penglihatan. Namun, karena banyaknya makanan yang ada saat ini baik yang siap saji seperti makanan dalam kemasan maupun makanan yang dimasak sendiri sudah banyak yang mengandung natrium, maka kemungkinan kecil orang kekurangan natrium.

Tingginya asupan garam berakibat tidak baik bagi kesehatan. Ini adalah alasan kenapa sebaiknya Anda kurangi garam, apalagi bagi yang sudah berusia di atas kepala empat. Berikut ini lima alasan kenapa Anda sebaiknya mengurangi garam, seperti dikutip dari BoldSky.

Pertama: Tekanan darah tinggi
Hal pertama yang disarankan pada pasien penderita tekanan darah tinggi adalah untuk menurunkan tingkat tekanan darah yaitu dengan berhenti mengonsumsi atau mengurangi asupan garam. Hal ini karena garam dalam tubuh menyebabkan retensi air yang pada gilirannya membangun tekanan di dalam tubuh, sehingga meningkatkan tekanan di dalam tubuh. Oleh karena itu, bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda harus mengurangi garam.

Kedua: Retensi air
Apakah Anda akhir-akhir ini merasa bahwa cincin yang Anda pakai di jari telah menjadi ketat? Ini bisa jadi karena retensi air yang dihasilkan dari mengkonsumsi terlalu banyak garam. Hal ini menyebabkan tubuh untuk mengeluarkan hormon tertentu yang memberitahu tubuh untuk mempertahankan air. Ini adalah waktu yang tepat Anda mengurangi garam.

Ketiga: Mulut kering
Setelah jenis makanan tertentu Anda makan,mulut Anda mungkin merasa sangat kering dan Anda mungkin merasa sangat haus. Hal ini karena Anda telah mengkonsumsi makanan dengan jumlah garam yang tinggi.

Keempat: sakit kepala
Apakah Anda sering mengalami sakit kepala setelah makan makanan tinggi kandungan garam, seperti keripik? Penelitian telah membuktikan bahwa beberapa orang mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan kaya garam. Oleh karena itu, orang-orang ini harus mengurangi asupan garam.

Kelima: Sering ke toilet
Apakah Anda sering pergi ke toilet? Hal ini bukan karena Anda minum terlalu banyak air, itu bisa jadi karena Anda makan terlalu banyak garam. Ketika ginjal perlu bekerja terlalu keras untuk menyaring garam dari sistem Anda, Anda akan berakhir di toilet lebih sering.

Iklan

3 responses

  1. Duh….saya kalau makan tidak berasa asin/gurih seperti tidak makan…berarti harus mulai membiasakan makan yg agak tawar ya….

    1. Asin tidak apa-apa, tapi jangan terlalu asin. Jika sudah biasa makan tidak terlalu asin atau gurih tidak masalah. Gurih yang dari penyedap MSG tidak bagus, karena kandungan Natrium atau Sodium cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: