Transaksi di ATM Nomor PIN Disuruh Ganti? Ini Penyebabnya


Ilustrasi transfer, foto: caranesia.com

Ilustrasi transfer, foto: caranesia.com

Sebagai pengguna jasa layanan perbankan, tentu Anda disarankan untuk memiliki kartu Anjungan Tunai Mandiri dalam arti Bahasa Indonesia atau Automatic Teller Machine dalam Bahasa Inggris (ATM) dari pihak bank. Dengan Anda memiliki ATM, maka berbagai transaksi perbankan akan semakin mudah. Transaksi baik tunai maupun non-tunai tidak harus ke kantor bank.

Anda tak harus antri di teller untuk sebuah transaksi misal ambil uang, transfer uang baik dalam satu bank maupun antarbank, dan pembayaran berbagai rekening bulanan. Beberapa bank memberikan biaya tambahan yang besarnya bervariasi kepada nasabahnya jika ambil uang tunai di teller dalam batas tertentu, namun gratis jika ambil uang di ATM. Beberapa alasan pihak bank memberlakukan peraturan ini. Salah satunya supaya antrian di teller bisa dikurangi.

Transaksi di teller yang paling banyak adalah menyetorkan uang tunai atau menabung, namun kini beberapa bank dengan teknologinya memiliki ATM yang bisa digunakan untuk penyetoran uang dengan nominal tertentu. Ini tentu bisa meringankan pekerjaan pegawai bank.

Apakah Anda pernah melakukan transaksi di ATM dan Anda mendapatkan masalah seperti kartu ATM Anda tidak bisa digunakan? Jangan panik dulu, jika hal itu terjadi pada Anda gantilah ke mesin ATM yang lain. Jika ternyata masih seperti itu maka hubungi pihak bank.

Transaksi di ATM yang tidak bisa dilakukan antara lain karena faktor mesin ATM yang tidak terkoneksi dengan internet (eror) atau kartu ATM Anda yang diblokir oleh pihak bank karena alasan tertentu. Namun, ada juga transaksi tidak bisa dilakukan karena Anda harus mengganti Personal Indetification Number (PIN) kartu ATM Anda.

PIN sebaiknya jangan tanggal lahir Anda sendiri dan PIN jangan sampai diketahui orang lain. PIN sebaiknya Anda ganti jika memang diperlukan, namun tak harus sering diganti. Jika Anda sering mengganti dikhawatirkan Anda lupa dengan PIN yang baru. PIN lama saat Anda pertama kali membuat kartu ATM tidak masalah, yang penting terjaga kerahasiaannya, jangan diberi tahu ke siapapun, termasuk ke pegawai bank.

Saya punya pengalaman sewaktu transaksi di ATM, mesin ATM menyuruh saya untuk ganti PIN. Saya tidak mau ganti PIN karena jika ganti maka mungkin saya lupa dengan PIN yang baru. Transaksi itu saya lakukan pada kartu ATM sebuah bank BUMN. Saya akan mentransfer ke sesama bank, namun di mesin ATM selalu muncul bahwa saya harus ganti PIN baru, PIN lama saya tidak bisa digunakan. Anehnya, sewaktu saya memasukkan PIN kemudian cek saldo tidak masalah. Artinya saya bisa mengecek saldo saya, dan mesin ATM tidak ada masalah.

Saya berganti mesin ATM sampai tiga kali, ternyata kejadiannya juga sama dengan yang ada di ATM pertama. Awalnya saya panik, saya pikir kartu ATM saya diblokir. Namun, sewaktu memasukkan PIN dan untuk mengecek saldo berhasil lagi. Mesin ATM menginstruksikan bahwa saya harus mengganti PIN saat saya akan mentransfer ke sebuah nomor rekening 62109009xxxxxx.

Sebelumnya, teman sekantor saja juga mentransfer ke nomor rekening tersebut dan kejadiannya sama seperti yang saya alami bahwa mesin ATM menyuruhnya untuk menganti PIN. Teman saya sampai mengganti PIN ATM kali di mesin ATM yang berbeda, namun juga tidak bisa melakukan transaksi transfer ke nomor rekening di atas.

Selain melakukan transfer via ATM, ternyata teman saya juga mencoba melakukan transfer via m-Banking. Lagi-lagi transakti gagal juga. Kami pikir sistem online bank yang sedang mengalami masalah atau mungkin satelit yang sedang bermasalah.

Akhirnya karena saya bingung, saya menanyakan ke bagian customer service (CS) bank tersebut di sebuah kantor cabang terdekat. Saya pun disuruh untuk mengulangi melakukan transfer di mesin ATM di dalam bank yang ditunggui CS. Lagi-lagi tidak bisa, saya disuruh untuk mengecek saldo ternyata bisa. Saya ditanya berapa nominal transfer apakah melebihi saldo saya atau tidak. Ternyata nominal uang yang akan ditransfer jauh lebih sedikit dari pada saldo tabungan saya, seharusnya bisa transfer.

Kemudian CS memeriksa rekening tujuan transfer dengan memasukkan ke komputer. Kemudian CS mengatakan kalau saya tidak bisa mentransfer ke nomor rekening tersebut. Tak hanya sesama bank saja yang tidak bisa mentransfer ke nomor rekening tersebut, namun juga dari bank lain. CS mengatakan bahwa nomor rekening tersebut sudah tidak aktif lagi alias sudah mati. Saya tanya kenapa waktu mentransfer ada konfirmasi nama pemilik rekening dari nomor tersebut memang benar dan sesuai? Jawaban CS meskipun muncul nama, namun karena nomor rekening mati maka setelah konfirmasi tersebut dan menekan tombol “YA” maka akan muncul supaya nasabah mengganti PIN.

Saya juga bertanya pada CS apakah jika ada beberapa PIN dari nasabah sama akan ada perintah untuk mengganti PIN? Jawaban CS, PIN sama dari beberapa nasabah tidak masalah karena nomor rekening dan nomor kartu ATM pasti tidak sama dan PIN tidak harus diganti.

Jadi kesimpulannya jika Anda melakukan transfer di ATM dan muncul konfirmasi supaya Anda mengganti PIN maka cek dulu nomor rekening yang akan Anda transfer apakah salah atau sudah tidak aktif lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: