Anak Terpapar Asap Rokok Sebabkan Masalah Kesehatan Seumur Hidup


Foto: cancerresearchuk.org

Foto: cancerresearchuk.org

Merokok, nikmatnya sesaat namun sesatnya sampai ke akhir hayat. Itulah ungkapan merokok sebenarnya dapat mengakibatkan bahaya yang luar biasa bagi kehidupan. Bahaya ini bisa terjadi tidak hanya orang yang merokok saja (perokok aktif), namun juga orang yang tidak merokok namun di dekat orang yang merokok (perokok pasif).

Tak sedikit orang dewasa yang merokok sembarangan. Bahkan kebiasaan buruk ini hampir dimiliki oleh sebagian besar perokok aktif. Di mana ada tempat untuk merokok maka di situ pasti ada asap rokok. Tak peduli di tempat umum seperti kendaraan umum, layanan publik, bahkan layanan kesehatan.

Meskipun sudah ada larangan untuk tidak merokok di layanan kesehatan seperti rumah sakit (RS), namun nafsu liar perokok aktif tidak bisa ditahan. Seolah mereka tak peduli akan nasib orang lain yang sedang tidak sehat ditambah dengan harus menghisap ribuan racun rokok. Mereka tidak pernah membayangkan bagaimana seandainya terjadi pada keluarganya.

Sering orang dewasa dalam hal ini ayah sambil menggendong anak yang masih balita, bahkan bayi sambil merokok. Sungguh ironis, orang tua yang seharusnya melindungi anaknya dari bahaya apapun justru malah membuat anaknya menjadi sakit karena paparan asap rokok sang ayah yang tidak bertanggung jawab.

Jangan salahkan anak jika anak kemarin sore, baru sekolah SD, SMP, atau SMA sudah pada merokok. Ini disebabkan karena orang tua mereka yang mengajarinya sejak balita, bahkan sejak bayi. Wacana harga rokok per bungkus 50 ribu rupiah sebaiknya cepat direalisasikan. Bahkan jika perlu harga sebungkus harganya 500 ribu rupiah. Kebanyakan perokok aktif justru dari masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga sudah miskin masih saja merokok.

Dikutip dari DNA (15/9), menurut para ilmuwan, perokok pasif pada anak dapat meningkatkan risiko kardiovaskular seumur hidup, pernapasan dan masalah kesehatan lainnya, “Paparan asap rokok berbahaya bagi kesehatan jantung jangka panjang pada anak-anak dan dapat mempersingkat harapan hidup,” kata Geetha Raghuveer, Profesor dari Mercy Hospital and Clinics di AS. “Orang tua harus membuat lingkungan anak-anak mereka bebas asap rokok,” kata Raghuveer.

“Anak-anak yang terpapar asap rokok dapat mengembangkan penyakit jantung awal seperti orang dewasa karena berfungsi buruk pada pembuluh darah yang kaku,” katanya. “Beberapa bayi yang terpapar asap rokok saat masih dalam kandungan mungkin berisiko untuk mati mendadak selama masa bayi,” tambahnya. Selain berdampak fungsi jantung dengan menyebabkan kerusakan arteri, paparan asap rokok telah dikaitkan dengan faktor risiko kardiovaskular lainnya seperti obesitas, kolesterol tinggi dan resistance.

Asap rokok mengandung sejumlah bahan kimia yang dapat mempengaruhi kesehatan dengan menyebabkan perubahan aliran darah, pembuluh darah, tekanan darah dan irama jantung. Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak sangat rentan terhadap paparan asap rokok sebagian karena mereka tidak dapat mengendalikan penggunaan tembakau di lingkungan mereka, dan mereka tampak sangat rentan secara fisik terhadap efek asap ini.

“Mendorong orang dewasa untuk berhenti merokok adalah strategi hemat biaya dan meningkatkan kesehatan yang dapat menguntungkan orang dewasa dan anak-anak,” kata peneliti. “Menaikkan pajak rokok untuk mencegah merokok juga bisa menurunkan paparan (asap rokok) masa kanak-kanak,” tambahnya.

Studi ini muncul dalam jurnal Circulation.

One response

  1. Untungnya kak,bpk sy g ngerokok, sy jg g ngerokok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: