Etika Batuk yang Sebaiknya Anda Tahu


Foto: batukkering.com

Foto: batukkering.com

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir (dahak), makanan, debu, asap, atau yang lainnya.

Saya yakin Anda pernah mengalami batuk. Dari yang sekedar batuk karena alergi terhadap asap, tenggorokan serak, sampai batuk karena sedang dalam flu. Bahkan mungkin Anda menderita batuk karena penyakit tertentu yang serius seperti radang bronkitis atau paru-paru.

Apapun jenis batuk yang Anda alami, tentu Anda tidak menginginkannya. Jika terpaksa Anda batuk maka Anda harus pandai-pandai dalam mensikapi. Jika Anda batuk, maka Anda tak bisa sembarangan batuk, apalagi jika Anda sedang dalam keadaan di tempat umum (publik).

Tak jarang orang batuk tak hanya sekedar mengeluarkan bunyi saja. Batuk sering juga disertai dahak. Dahak yang menyertai batuk harus dikeluarkan, namun Anda tidak bisa mengeluarkannya dengan sembarangan.

Dikutip dari brosur RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, para ilmuwan menemukan bahwa apabila seseorang batuk atau bersin, maka dalam sekali batuk atau bersin tersebut keluar ribuan percikan dahak berukuran sangat kecil yang disebut Drolets ke udara bebas. Droplets tersebut dapat mengandung kuman infeksius yang berpotensi menular ke orang lain di sekitarnya melalui udara pernapasan.

Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar, dengan cara menutup hidung dan mulut degan tisu atau lengan baju. Jadi, bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain.

Adapun tujuan etika batuk adalah:

• Mencegah penyebaran suatu penyakit secara luas melalui udara bebas atau droplets.
• Mencegah penularan mikroorganisme.
• Membuat aman dan nyaman pada orang di sekitarnya.

Penyebab terjadinya batuk antara lain:

1. Infeksi
Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan, misal flu, bronkitis, TBC, dan kanker paru.

2. Alergi
• Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan, misal debu, asap, makanan, dan cairan.
• Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan, misal rhinitis, alergika, dan batuk pilek.
• Penyempitan pada saluran pernapasan, misal ashma bronkhial.

Tak sedikit di tempat umum orang batuk namun dengan seenaknya atau tidak memperhatikan etika batuk. Berikut ini kebiasaan batuk yang salah:
• Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum.
• Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk atau bersin.
• Membuang ludah batuk di sembarang tenpat.
• Membuang atau meletakkan tisu yang sudah dipakai di sembarang tempat.
• Tidak menggunakan masker saat flu atau batuk.

Dampak dari batuk adalah rasa lelah, gangguan tidur, perubahan pola hidup, nyeri Musculoskeletal, suara serak, dan menganggu pernapasan.

Langkah-langkah etika batuk yang benar adalah:
1. Sedikit berpaling dari orang yang ada di sekitar Anda, tutup hidung dan mulut Anda dengan menggunakan tisu atau sapu tangan, atau lengan dalam baju setiap kali Anda merasakan dorongan untuk batuk atau bersin.
2. Segera buang tisu yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah.
3. Tinggalkan ruangan atau tempat Anda berada dengan sopan dan mengambil kesempatan untuk mencuci tangan di kamar kecil terdekat atau dengan menggunakan gel cuci tangan.
4. Menggunakan masker.

Dengan Anda menerapkan etika batuk, maka Anda dapat mencegah penularan penyakit dan suatu tindakan yang membuat rasa aman dan nyaman di sekitar Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: