Virus Zika Juga Sebabkan Penyakit Syaraf Langka


Foto: hearttoheart.org

Foto: hearttoheart.org

Penyakit yang disebabkan oleh virus Zika saat ini menjadi perhatian serius hampir setiap negara. Pasalnya, penyakit ini ini sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk di Asia. Kabar terakhir virus Zika telah menyebar ke Singapura. Dilaporkan ada WNI di Singapura yang telah terinfeksi virus ini.

Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah. Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi.

Informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari Detikhealth (9/9), WHO merevisi pandangannya terkait virus Zika dan efeknya pada manusia. Setelah mempertimbangkan berbagai macam studi, virus Zika kini juga disebut bisa memicu penyakit saraf langka Guillain-Barre syndrome (GBS).

GBS adalah kondisi yang menyebabkan antibodi tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri. Seharusnya, antibodi melindungi tubuh dari serangan zat asing, termasuk virus. GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan.

Peneliti mulai mencurigai hubungan GBS dengan Zika ketika kasus GBS meningkat bersamaan dengan mewabahnya virus di Brazil. Hanya saja karena masih minim bukti, WHO pada Maret lalu belum memberi pernyataan jelas.

Sumber dari Reuters (9/9) menyebutkan bahwa “Penjelasan yang paling mungkin bukti yang tersedia dari wabah infeksi virus Zika dan kelompok mikrosefali adalah bahwa infeksi virus Zika selama kehamilan merupakan penyebab kelainan otak kongenital termasuk mikrosefali,” kata WHO.

Itu juga kemungkinan besar bahwa Zika adalah pemicu Guillain-Barre syndrome (GBS), tambahnya.

Pernyataan sebelumnya WHO pada bulan Maret, berdasarkan penilaian mengatakan: “Berdasarkan pengamatan, kelompok dan kasus-kontrol studi ada konsensus ilmiah yang kuat bahwa virus Zika adalah penyebab GBS, mikrosefali dan gangguan neurologis lainnya.”

Dikutip dari laman WHO, Emergency Committee (EC) atau Komite Darurat WHO pada pertemuan keempat menekankan perlunya pemahaman ilmiah yang lebih baik dari virus Zika epidemiologi, penyakit klinis, dan pencegahan, merekomendasikan fokus pada beberapa isu penelitian baru bersama dengan isu-isu lain yang direkomendasikan sebelumnya, dalam rangka:

• Meningkatkan pemahaman tentang garis keturunan virus yang berbeda, termasuk lintas reaktivitas dan lintas kekebalan serta implikasi klinis.
• Menilai kemungkinan faktor risiko yang mungkin berdampak pada tingkat keparahan penyakit ini.
• Lebih memahami sejarah alami penyakit pada anak-anak yang sejak lahir terinfeksi, wanita hamil, dan orang dewasa.
• Menentukan lama dan lokasi penyebaran virus pada manusia, dan dampaknya transmissibillitas.
• Lebih baik menetapkan risiko infeksi dan cara penularan.
• Menilai utilitas alat pengendalian vektor yang efektif dan kelayakan operasional.
• Melanjutkan pengembangan secara aman dan efektif pencegahan (misalnya vaksinasi).

Menurut WHO, saat ini negara yang paling rentan penyebaran virus Zika adalah Brazil, Amerika, dan Singapura.

One response

  1. Wah baru dengar, ini menyerang saraf gitu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: