Kenali Kejang Demam pada Anak


Foto: timeoutabudhabi.com

Foto: timeoutabudhabi.com

Siapa saja bisa terkena demam, orang dewasa, remaja, sampai anak-anak. Demam merupakan suatu keadaan dimana tubuh menggigil, terasa dingin namun suhu tubuh di atas normal. Demam dengan suhu yang tinggi yang terjadi pada anak bisa menyebabkan kejang.

Dikutip dari brosur RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, kejang demam atau yang lebih dikenal dengan ‘stip’, oleh masyarakat awam adalah kejang yang paling sering terjadi pada masa kanak-kanak. Kejang demam dapat terjadi pada 5% anak yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun.

Kejang demam diartikan sebagai kondisi yang terjadi pada keadaan berikut:
• Kejang pada anak dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius atau 101 derajat Fahrenheit.
• Tidak terdapat infeksi di dalam otak, gangguan metabolik atau riwayat kejang tanpa demam.

Kejang demam harus dibedakan dengan kejang yang terjadi pada anak dengan gangguan saraf. Penyakit kejang demam terkait usia dengan kejadian tertinggi pada usia 14-18 bulan.

Faktor risiko terjadinya kejang demam pada anak antara lain:

1. Riwayat keluarga positif
Adanya riwayat kejang demam pada saudara dan orang tua merupakan faktor risiko kuat dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor genetik sebagai penyebabnya.

2. Sebelumnya pernah mengalami kejang demam
Kejadian kejang demam dapat berulang, dengan dengan risiko 15-70% terjadi pada 2 tahun pertama setelah kejadian pertama.

3. Usia
Risiko terjadinya kejang demam lebih besar pada pasien berusia 18 bulan ke bawah.

4. Kondisi penyakit
Anak-anak yang mengalami kejang demam saat suhu tidak terlalu tinggi dan masa demam lebih singkat.

Kejang demam pada anak dapat terjadi karena infeksi virus merupakan penyebab terbanyak demam yang mencetuskan kejang dan Herpes simplex secara khusus terkait dengan kejang demam. Penyakit lainnya yang sering menjadi pemicu kejang demam adalah:
• Infeksi saluran nafas atas
Otitis media (radang telinga tengah)
• Infeksi saluran kemih
Tonsillitis (radang pada amandel)

Apa yang harus dilakukan bila anak Anda mengalami kejang demam?

1. Segeralah bawa ke dokter untuk dievaluasi dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya, bahkan jika kejang telah berhenti. Jika saat di klini/rumah sakit anak masih kejang, dokter akan memberi penanganan selanjutnya.

2. Kejang demam biasanya berlangsung singkat, terkadang tidak perlu diberikan perawatan apapun.

3. Saat terjadi kejang, jangan berikan makanan atau minuman dan miringkan kepala anak ke satu sisi agar air liur keluar dan anak tidak tersedak.

4. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak, selain alat bantu untuk menjaga jalan napas yang dipasang oleh tenaga kesehatan.

5. Hindari anak dari benda-benda yang dapat melukainya.

6. Terkadang dokter meresepkan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur yang dapat digunakan oleh orang tua di rumah.

7. Pada kejadian khusus yakni kejang terus menerus selama lebih dari 30 menit atau kejang berulang dengan kesadaran penuh diantaranya atau dikenal sebagai status epileptikus demam, anak perlu diberikan obat melalui infus. Namun jangan terlalu khawatir, kejadian ini hanya 1% dari seluruh kejadian kejang demam.

8. Pemberian obat anti kejang harian tanpa pengawasan dokter atau tenaga kesehatan tidak dianjurkan karena obat kejang hanya meredakan kejang sementara waktu dan tidak mengobati sumber kejangnya.

Selain itu, obat anti kejang juga mempunyai efek samping berbahaya, maka hanya diresepkan pada anak yang sering mengalami kejang demam atau episode kejangnya lama yang tentunya juga harus dalam pengawasan dokter.

Tips mencegas kejang demam pada anak

Sesuai dengan definisinya, kejang demam adalah kejang yang terjadi di saat anak mengalami demam. Oleh karena itu langkah pencegahan kejang demam cukup mudah. Berikut ini tips untuk menghindari terjadinya kejang pada anak:

1. Saat anak Anda demam, pantau selalu suhu tubuh anak secara berkala dengan menggunakan termometer, bukan perabaan tangan.

2. Suhu tubuh dapat diukur di dubur, ketiak, mulut, kulit, atau telinga.

3. Ketahui suhu tubuh demam pada anak yang ternyata berbeda-beda tergantung tempat pengukuran. Suhu pengukuran pada ketiak 37,8 derajat Celsius, pada telinga 38,9 derajat Celsius, dan pada dubur 38,9 derajat Celsius.

4. Jangan memberikan baju yang terlalu tebal karena justru akan mencegah keluarnya panas tubuh melalui kulit.

5. Kompres anak dengan air hangat, jangan air dingin/es, karena air air hangat membatu penguapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: