Lebaran dan Ketupat


opor ketupatHari Raya Idul Fitri selalu dinanti oleh umat Islam di penjuru dunia setelah mereka melakukan rukun Islam yang ketiga, yaitu berpuasa di bulan Ramadan. Satu Syawal merupakan kemenangan Umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Pada saat puasa Umat Islam tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Kemenangan ini belum sempurna jika Umat Islam belum membayar zakat Fitri atau Fitrah. Sudah selayaknya kemenagan ini dirayakan, namun tidak seharusnya berhura-hura atau mewah layaknya pesta kemenangan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah hati yang kuat guna menghadapi sebelas bulan berikutnya menjadi lebih baik.

Di dalam Idul Fitri atau orang Indonesia sering menyebut dengan Lebaran ada beberapa tradisi. Sebenarnya tak hanya di tanah air saja, di masing-masing negara di dunia ini memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan kemengan di hari yang fitri.

Tradisi Lebaran di Indonesia adalah mudik atau pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi ke sanak saudara. Tradisi bersilaturahmi kepada saudara, kerabat dan famili sudah mendarah danging bagi Umat Islam di Indonesia. Saling memaafkan dan berbagi seperti uang THR yang dibagikan kepada anak-anak.

Dari segi kuliner terdapat makanan khas saat Lebaran. Ketupat atau Kupat (dalam Bahasa Jawa) adalah beras yang dimasak pada daun kelapa muda (janur) yang dianyam membentuk suatau bangun ruang tertentu. Ada yang berbentuk seperti bawang, belah ketupat, jajar genjang, dll.

Tradisi ketupat ada sejak zaman Walisongo. Ketupat digunakan Walisongo sebagai salah satu cara penyebaran agama Ialam. Ketupat berasal konon diperkenalkan oleh Raden Mas Sahid atau yang dikenal dengan Sunan Kalijaga.

Terdapat paling tidak 6 bentuk ketupat yang kebetulan saya bisa membuatnya. Dari informasi yang saya himpun dari orang tua kakek saya, ada ketupat Shinto, Bawang, Luar, Kodok, Debleng, dan modifikasi bentuk Kodok dan Debleng.

Ketupat Shinto

Ketupat Shinto

Ketupat Shinto adalah jenis yang paling digemari. Konon jenis ini ini yang paling enak. Bentuknya mirip seperti belah ketupat namun berisi berdimensi tiga.
Ketupat Bawang

Ketupat Bawang

Ketupat Bawang bentuknya memang mirip seperti bawang merah. Ketupat ini mirip juga seperti dengan kerucut.
Ketupat Luar

Ketupat Luar

Ketupat Luar berbentuk jajar genjang namun berisi berdimensi tiga. Cara membuat ketupat Luar juga agak berbeda dengan jenis-jenis yang lainnya yang tidak diawali dengan melingkarkan janur tiga kali di jari kanan dan kiri. Ketupat Luar butuh janur panjang untuk membuatnya.
Ketupat Kodok

Ketupat Kodok

Ketupat Kodok bentuknya memang mirip seperti kodok. Menurut saya bentuk ini sangat mengagumkan. Ketupat Kodok butuh janur yang panjang.
Ketupat Debleng

Ketupat Debleng

Ketupat Debleng bentuknya pipih sepeti persegi. Janur yang lebar dan pendek cocok dibuat ketupat jenis ini.
Ketupat modifikasi Debleng & Kodok

Ketupat modifikasi Debleng & Kodok

Saya memodifikasi bentuk ketupat antara Kodok dan Debleng. Hasilnya bentuk mirip seperti ketupat Kodok namun pada sisi kanan dan kiri lancip seperti ketupat Debleng.

Dikutip dari berbagai sumber, sebenarnya ketupat bagi masyarakat Indonesia yang dulu menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, khususnya Jawa sudah mengenalnya. Namun saat menyebarkan agama Islam agar lebih mudah diterima, Sunan Kalijaga memakai strategi akulturasi tradisi ketupat dengan Islam.

Sunan Kalijaga memperkenalkan bakda lebaran dan bakda kupat kepada masyarakat. Bakda kupat dilaksanakan seminggu setelah umat Islam melaksanakan puasa sunah di bulan Syawal. Perayaan Bakda Kupat ini disusul dengan Bakda lebaran yang mirip dengan perayaan lebaran saat ini atau orang menyebutnya dengan lebaran kecil atau Syawalan.

Berdasarkan filosofi, ketupat yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai kupat atau ngaku lepat, memiliki makna saling mengaku salah. Hal ini sejalan dengan budaya lebaran yang merupakan momen untuk saling memaafkan dan mengakui kesalahan dengan tulus.

Secara fisik, anyaman ketupat juga merupakan simbol jalan hidup manusia yang penuh dengan permasalahan, penuh dengan liku-liku. Sementara daun kelapa muda yang mudah dibentuk, masih lentur, dan memiliki kondisi yang masih baik, secara filosofis menggambarkan sifat manusia yang dapat dibentuk, diarahkan, dididik agar hidupnya selalu indah.

Makna simbolis ketupat ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat dalam menyebarkan agama Islam. Sampai akhirnya tradisi ini masih dipertahankan hingga saat ini. Makan ketupat tak akan lengkap jika tidak dengan opor ayam.

Bahkan tradisi memasak ketupat dan opor ayam saat Lebaran tak hanya di Indonesia saja. Di negara tetangga seperti Malaysia, Bruney Darussalam, dan Singapura juga mengenal tradisi memasak ketupat dan opor ayam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: