10 Masjid Indah di Dunia


Masjid adalah tempat yang suci bagi umat Islam. Masjid adalah tempat beribadah untuk sholat dan kegiatan keagamaan yang lainnya.Sudah selayaknya masjid dibuat dengan indah.

Masjid juga bisa dijadikan simbol arsitektur atau peradaban Islam pada suatu negara. Bagunan masjid menjadi ciri khas arsitektur suatu daerah atau negara. Masjid merupakan simbol arsitektur Islam.

Masjid adalah contoh arsitektur yang sangat baik tentang Islam dan Muslim. Masjid yang indah ditemukan di seluruh dunia, dengan penyebaran kerajaan Islam di seluruh dunia. Islam telah mengambil budaya dan seni. Islam telah mencapai bagian Eropa dan Afrika, telah meninggalkan pengaruh besar dalam budaya mereka.

Berikut ini 10 masjid menakjubkan di dunia, seperti dikutip dari Wonderlist dan Wikipedia.

10. Masjid Istiqlal-Jakarta, Indonesia

Foto: Wikipedia

Foto: Wikipedia

Masjid Istiqlal adalah masjid negara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.

Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.

9. Masjid Badshahi di Lahore – Pakistan

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid Badshahi atau Masjid Kaisar’, Dibangun oleh raja ke enam Kesultanan Mughal, Raja Aurangzeb tahun 1671 dan selesai dibangun pada tahun 1673 di Lahore, Pakistan. Masjid Badshahi merupakan masjid dan sebagai landmark serta tujuan wisata utama kota Lahore.

Masjid Badshahi berkapasitas 5000 jemaah di ruang sholat utamanya dan 95.000 jemaah di halaman tengah serta portiko, menjadikannya sebagai masjid tebesar di dunia dari tahun 1673 hingga 1986 (atau selama 313 tahun).
Masjid berukuran begitu besar ini, memiliki empat menara di empat penjuru luar masjid masing masing setinggi 53.75 meter ditambah lagi empat menara di empat penjuru bangunan utama masjid dan halaman tengah seluas 253.899,9 meter persegi.

8. Masjid ul Taj di Bhopal, India

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid ul Taj secara harfiah berarti “Masjid Mahkota” yang terletak di Bhopal, India. Masjid ini juga digunakan sebagai sekolah Islam selama siang hari. Ini adalah salah satu masjid terbesar di asia. Masjid ini memiliki fasad merah muda atasnya oleh dengan dua dan 18 menara segi delapan dengan kubah marmer. Masjid ini juga memiliki tiga kubah bulat besar, sebuah lorong utama mengesankan dengan pilar-pilar yang menarik dan lantai marmer menyerupai arsitektur Mughal seperti Masjid Jama di Delhi dan Masjid Badshahi. Memiliki sebuah halaman dengan tangki besar di tengah. Memiliki gerbang ganda bertingkat dengan empat lengkungan tersembunyi dan sembilan cusped bukaan berlipat ganda di ruang utama untuk sholat.

7. Masjid Faisal di Islamabad – Pakistan

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid Faisal di Islamabad merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan selatan dan masjid terbesar keempat di dunia. Itu adalah masjid terbesar di dunia 1986-1993 sebelum dikalahkan oleh Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko dan setelah perluasan Masjid Al-Haram (Masjid Agung) dari Mekkah dan Al-Masjid Al Nabawi (Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) Masjid) di Madinah, Arab Saudi pada 1990-an.

6. Masjid Zahir – Kedah, Malaysia

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid Zahir adalah masjid negara bagian Kedah. Terletak di jantung Alor Star, ibukota negara bagian Kedah, Malaysia. Ini adalah salah satu masjid termegah dan tertua di Malaysia. Masjid ini dibangun pada tahun 1912, didanai oleh Tunku Mahmud, putra Sultan Tajuddin Mukarram Shah. Arsitektur dari masjid terinspirasi oleh Masjid Azizi di Kota Langkat di Sumatera utara, Indonesia. Masjid ini didirikan dengan lima kubah besar yang melambangkan lima Rukun Islam.

5. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin – Brunei

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid Kerajaan Islam yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Kesultanan Brunei. Masjid inin merupakan salah satu masjid paling indah di Asia Pasifik dan tengara dan daya tarik wisata utama Brunei. Bangunan ini selesai pada tahun 1958 dan merupakan contoh arsitektur Islam modern. Masjid ini dibangun di sebuah laguna buatan di tepi Sungai Brunei di Kampong Ayer. Masjid ini memiliki menara marmer dan kubah emas dengan halaman dan taman yang rimbun penuh air mancur. Masjid ini dikelilingi oleh sejumlah besar pohon dan kebun bunga. Masjid ini menyatukan arsitektur Mughal dan gaya Italia.

4. Masjid Hassan II – Maroko

Foto: Worderlist

Foto: Worderslist

Masjid Raya Hassan II, terletak di Casablanca, Maroko. Ini adalah masjid terbesar di negara ini dan terbesar ke-7 di dunia. Menara masjid ini adalah tertinggi di dunia, yaitu 210 meter (689 kaki). Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1993. Masjid ini berdiri di sebuah tanjung dengan pemandangan keluar ke Samudra Atlantik, dasar laut yang terlihat melalui lantai kaca aula gedung. Dinding terbuat dari marmer kerajinan tangan dan atap ditarik. Maksimal menampung 105.000 jamaah dapat berkumpul bersama untuk sholat, 25.000 di dalam ruang masjid dan 80.000 lain pada di luar masjid.

3. Masjid Al Aqsa – Yerusalem, Palestina

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Masjid Al-Aqsa arti harfiah: “masjid terjauh”) adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kompleks tempat masjid ini (di dalamnya juga termasuk Kubah Batu) dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau “tanah suci yang mulia”. Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci (Temple Mount), suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang.Pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra’ Mi’raj dalam Al-Qur’an (Surah Al-Isra’ ayat 1) meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif.

Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 Masehi. Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.

Gempa berikutnya menghancurkan sebahagian besar Al-Aqsa pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini. Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap masjid dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.

Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu. Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

2. Masjid Nabawi – Madinah, Arab Saudi

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Awalnya, Masjid Nabawi berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 meter. Rasulullah SAW turut membangun dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Masjid Nabawi berkali-kali direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 meter persegi pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 meter persegi, ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 meter persegi dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 meter persegi. Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.

1. Masjid Al Haram – Mekkah, Arab Saudi

Foto: Wonderslist

Foto: Wonderslist

Al-Qur’an mengatakan bahwa ini adalah rumah pertama yang dibangun manusia untuk menyembah Allah. Monumen yang paling terkenal di dunia, masjid Al Haram atau Masjidil Haram terletak di kota Mekah, Arab Saudi. Ini adalah masjid terbesar di dunia dan mengelilingi salah satu tempat suci Umat Islam, yaitu Ka’bah.

Menurut keyakinan umat Islam, Ka’bah atau nama lainnya Bakkah pertama sekali dibangun oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar Ka’bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka’bah tersebut. Ka’bah kurang lebih terletak di tengah masjidil Haram, tingginya mencapai lima belas hasta; bentuknya kubus batu besar.
Selanjutnya perluasan Masjidil Haram dimulai pada tahun 638 Masehi sewaktu Khalifah Umar bin Khattab, dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka’bah dan diruntuhkan untuk tujuan perluasan, dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa khalifah Usman bin Affan sekitar tahun 647 M.

Struktur saat ini mencakup area seluas 400.800 meter persegi, termasuk outdoor dan indoor dan dapat menampung hingga 4 juta orang selama periode haji, salah satu ibadah tahunan terbesar Muslim di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: