Menu Sahur Garangasem Ikan Patin


Garangasem ikan patin siap disantapSaat sahur tak jarang nafsu makan kurang. Hal ini terjadi karena sebelum subuh orang tak biasa makan. Namun, di sini saya akan menyajikan menu yang bisa membuat Anda dan keluarga, terutama anak-anak jadi bersemangat untuk bersantap sahur.

Ikan Patin adalah jenis ikan air tawar yang tidak bersisik. Ikan yang masih dalam keluarga ikan lele ini memiliki nama ilmiah Pangasius pangasius memiliki kumis dan patil. Saya memilih ikan patin karena menurut berbagai sumber yang saya baca, ikan ini rendah kolesterol, jadi cocok dimakan siapa saja.

Ikan paten dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Ikan patin dapat mencegah penyakit kardiovaskular karena lemak tak jenuh yang terkandung di dalam ikan patin dapat mencegah penyakit ini. Ikan patin juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Patin juga dipercaya dapat mencegah jantung koroner. Bagi ibu hamil, makan ikan patin baik untuk pertumbuhan bayi yang dikandungnya. Bagi Anda olahragawan atau siapa saja yang ingin membentuk massa otot, makan ikan patin sangat dianjurkan, karena kandungan proteinnya yang tinggi dan bagus untuk anak-anak pada masa pertumbuhan. Ikan patin juga tinggi kalsium yang sangat baik untuk menguatkan tulang dan gigi Anda.

Di Jawa, ikan air tawar kebanyakan dimasak dengan cara digoreng atau dibakar, termasuk dengan ikan patin. Di Bangka ikan patin biasanya dimasak lempah kuning. Ikan patin di berbagai daerah juga dimasak sup. Namun, saya ingin menyajikan ikan patin dalam masakan yang berbeda dari yang biasanya. Ikan patin dimasak garangasem. Garangasem adalah masakan khas dari Jawa Tengah, namun biasanya berbahan dasar ayam. Kali ini ayam saya ganti dengan ikan patin dengan alasan manfaat dari ikan patin yang telah disebutkan di atas.

Tak sedikit yang bilang bahwa ikan jika dimasak tanpa digoreng atau dibakar rasanya kurang enak. Bahkan di Jawa banyak yang bilang akan menimbulkan bau amis. Saya akan mematahkan pendapat itu. Menurut saya, ikan tak selamanya dimasak dengan digoreng atau dibakar. Jika ikan digoreng kemudian dimasak lagi dalam bentuk lain maka rasanya sudah berbeda, ada kandungan minyak goreng yang membuat rasanya menjadi rusak. Selain itu ikan yang digoreng dulu kemudian dimasak lainnya membuat gizinya berkurang.

Bahan-bahan
Cara buat garangasem ikan patin
• 1 kg ikan patin segar yang telah dibersihkan dan dipotong menjadi 8 bagian dan khusus kepala ikan menjadi 2 bagian.
• 7 siung bawang merah
• 5 siung bawang putih
• 8 buah cabai hijau segar besar
• 9 buah cabai rawit segar dengan batangnya
• 2 tomat buah yang masih mengkal atau tomat sayur atau tomat ceri
• 9 buah belimbing wuluh (belimbing sayur)
• 9 potong lengkuas yang dimemarkan
• 9 potong serai yang dimemarkan
• 9 potong jahe yang dimemarkan
• 9 lembar daun salam ukuran sedang
• 9 daun jeruk pecel
• ½ bulatan gula merah yang telah dihaluskan
• 3 sendok teh garam halus
• Santan dari ¼ kelapa tua ukuran besar atau ½ kelapa ukuran sedang
• Daun pisang klutuk (pisang biji). Daun pisang klutuk memiliki tekstur yang bagus, daunya lebar dan lentur, tidak mudah robek dan menghasilkan bau yang harum dan khas bila dipakai membungkus, berbeda jika menggunakan daun pisang yang lain.
• Pengait daun pisang (jiting) dari potongan lidi

Cara membuat

• Setelah dari pasar, ikan patin yang sudah dipotong menjadi 10 bagian dibersihkan lagi dan tiriskan.
• Potong-potong tomat memanjang bagi yang menggunakan tomat buah mengkal atau belah menjadi dua bagian bagi yang menggunakan tomat sayur atau tomat ceri.
• Iris per batang cabai cabai hijau menyerong menjadi 3 bagian.
• Iris tiap buah belimbing wuluh menjadi 3 bagian.
• Parut kelapa dan ambil santan dengan menambahkan air hingga 400 cc.
• Masukkan ikan patin ke dalam loyang atau mangkuk besar dan campur bahan seperti irisan tomat, cabai hijau, belimbing wuluh, bawang merah dan bawang putih beserta santan.
• Aduk pelan dengan menggunakan sendok supaya bumbu masuk ke dalam ikan, biarkan 10 menit.
• Bungkus tiap potong ikan dengan daun pisang klutuk, rangkap 2. Dalam satu bungkus garangasem ini masukkan santan, irisan bawang merah dan putih, belimbing wuluh, tomat, cabai hijau, 1 buah cabai rawit utuh dengan batangnya, lengkuas, jahe, daun salam, daun jeruk, serta serai kemudian kaitkan daun pisang dengan lidi.
• Untuk kepala ikan yang dibagi 2 bisa dibungkus menjadi 2 atau menjadi 1, sesuai selera. Jadi resep ini untuk 9 atau 10 bungkus.
• Kukus garangasem selama 30 menit pada api besar untuk kompor gas.
• Angkat garangasem setelah 30 menit dikukus dan hidangkan.
• Garangasem bisa dijadikan menu sahur dengan nasi liwet yang masih hangat.
Garangasem ikan patin siap dihidangkanSelamat mencoba, semoga kreasi garangasem ikan patin ini menjadi referensi bagi Anda yang bosan dengan masakan ikan patin yang hanya digoreng atau dibakar. Ikan patin yang dimasak garangasem ini tidak amis karena bumbu jahe dan belimbing wuluh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: