Obesitas Dapat Diprediksi Saat Bayi Berusia 6 Bulan


Foto: Time of India

Foto: Time of India

Saat ini, memiliki badan yang berlebihan bukanlah suatu kebanggaan. Memiliki berat badan berlebihan atau obesitas merupakan suatu bencana. Selain masalah sosial karena ejekan, juga masalah kesehatan serius akibat obesitas. Sebut saja penyakit hipertensi, diabetes, stroke, dan jantung adalah penyakit degeneratif yang diakibatkan oleh obesitas, bahkan lebih dari itu.

Dari hari ke hari penderita obesitas bukannya berkurang, namun justru bertambah. Tak hanya di negara maju saja, di negara berkembang juga sudah marak penderita obesitas. Pola makan yang salah seperti makan makanan yang kurang serat, tinggi lemak, konsumsi alkohol, minum minuman bersoda, serta kurang aktivitas fisik dituding sebagai penyebabnya.

Ternyata, obesitas bisa diketahui sejak dini, bahkan sejak bayi ketika anak baru berumur 6 bulan. Dikutip dari Time of India, menurut sebuah studi baru obesitas berat dapat diprediksi dengan menggunakan body mass index atau indeks massa tubuh sederhana (BMI) pada anak berusia 6 bulan. Studi ini diyakini menjadi yang pertama untuk menunjukkan bahwa kenaikan berat badan selama masa bayi berbeda pada mereka yang akhirnya mengembangkan obesitas.

“BMI pada 6, 12 atau 18 bulan usia di atas persentil ke-85 pada grafik pertumbuhan secara akurat dapat memprediksi anak pada risiko obesitas anak usia dini,” kata penulis Allison Smego. “Anak-anak ini memiliki risiko seumur hidup tinggi untuk obesitas berat dan penyakit metabolik dan harus dimonitor pada usia yang sangat muda.”

Para peneliti mempelajari beberapa kelompok anak-anak dari anak-anak ramping dan obesitas di bawah usia 6 bulan, termasuk sekelompok anak-anak penderita obesitas dirujuk untuk perawatan khusus untuk Anak Cincinnati.

“Saat ini tidak direkomendasikan untuk mengukur BMI pada anak di bawah usia 2 bulan, tapi kita mengatakan itu harus karena kita sekarang tahu itu memprediksi risiko obesitas di kemudian hari,” kata Dr Smego. “Dokter anak dapat mengidentifikasi bayi berisiko tinggi dengan BMI di atas persentil ke-85 dan fokus konseling tambahan dan pendidikan mengenai gaya hidup sehat menuju keluarga anak-anak ini. Harapan kami dalam menggunakan alat ini adalah bahwa kita dapat mencegah obesitas pada anak usia dini.”

Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan nasional Endocrine Society di Boston.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: