10 Merk Indonesia dengan Nama Asing yang ‘Go Internasional’


Suatu barang akan dikenal orang jika barang tersebut sering dipromosikan. Promosi baik media cetak maupun elektronik, termasuk dunia maya. Namun, yang membuat orang suka pada suatu produk adalah karena produk tersebut memang kualitasnya bagus.

Produk dari Indonesia banyak yang sudah dikenal ke luar negeri. Namun, produk-produk tersebut diekspor mungkin tanpa merk. Sebut saja beberapa produk bulu mata palsu asal Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbanlingga, Jawa Tengah. Selain bulu mata palsu, di desa ini juga memproduksi wig dan berbagai sanggul yang diekspor. Masih di Kabupaten Purbalingga, di Desa Pesayangan, Kecamatan Purbalingga adalah daerah setra produksi knalpot yang mendunia. Produk knalpot dari desa ini telah digunakan oleh merk-merk mobil terkenal seperti Mercedes Benz.

Tak sedikit produk yang kita gunakan atau kita pakai adalah merk dari Indonesia atau produk lokal, namun kita menyangka merk tersebut merk luar. Ini dikarenakan nama yang dipakai menggunakan istilah asing seperti Bahasa Inggris.

Banyak produk dengan merk dari Indonesia yang telah ‘go internasional’ alias mendunia. Sebagian merk tersebut menggunakan nama asing. Berikut ini ambil 10 merk Indonesia dengan menggunakan nama atau istilah asing yang saya rangkum dari Wikipedia, Facebook, dan Adipala.com.

10. Polytron

Foto: twitter

Foto: twitter

Banyak yang mengira bahwa Polytron adalah merk dari luar. Polytron berdiri sejak 16 Mei 1975 di Kudus, Jawa Tengah dengan nama PT. Indonesian Electronic & Engineering, kemudian 18 September 1976 berubah nama menjadi PT. Hartono Istana Electronic, lalu merger dan menjadi PT. Hartono Istana Teknologi. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam perlengkapan elektronik antara lain televisi, radio, dan telepon genggam. Polytron menembus pasar Eropa, ASEAN, Timur Tengah, dan Australia.

9. Essenza

Foto: essenca.com

Foto: essenca.com

Bagi yang belum tahu, merek keramik Essenza dikira buatan Italia, karena Essenza sendiri berasal dari Bahasa Italia yang berarti esensi. Padahal keramik yang terkenal dengan iklannya di televisi “no tile like it” ini asli buatan Indonesia yang sukses diekspor ke Italia, dan 25 negara lainnya. Essenza diproduksi oleh PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk yang terletak di Tangerang, sejak tahun 2003. Merek keramik Essenza telah dikenal sebagai keramik berkualitas di Eropa. Kini, merek ini bahkan termasuk salah satu produsen ubin keramik dunia yang sanggup membuat keramik berukuran 60cm X 60cm.

8. Olympic

Foto: anneahira.com

Foto: anneahira.com

Olimpic adalah perusahan yang memproduksi furnitur atau mebel. Tapi siapa sangka, ternyata bukan cuma di Indonesia, ternyata produk-produk mebel Olympic yang juga memproduksi merek-merek Albatros, procella Olympia dan Audio Pro ini telah diekspor hingga ke 100 negara. Olyimpic mempunyai ciri desainnya yang mudah dibongkar pasang dan berdesain simpel. Sejauh ini Olyimpic telah menyabet penghargaan seperti 28th International Award for the Best Trade Name (2004).

7. Terry Palmer

Foto: anekahanduk.com

Foto: anekahanduk.com

Banyak yang mengira Terry Palmer merupakan merk dari luar, padahal handuk Terry Palmer tersebut diproduksi di Tangerang. Terry Palmer merupakan merk handuk yang dimiliki oleh PT.Indah Jaya. Handuk yang diklaim sebagai handuk paling higienis ini telah diekspor sampai ke Jepang, Australia, Amerika hingga negara-negara Eropa.

6. Lea

Foto: twitter

Foto: twitter

Anda pernah melihat iklan produk jeans merk Lea di televisi atau baliho di pinggir jalan protokol? Pada iklan tersebut seolah-olah Lea adalah merk dari Amerika, karena pada iklan kental banget suasana Amerika. Merek Jeans ini ternyata produk asli Indonesia.

5. Casablanca

Foto: priskila.com

Foto: priskila.com

Casablanca adalah merek parfum, deodoran, dan produk perawatan tubuh yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980. Merek ini dimiliki oleh PT. Priskila Prima Makmur yang berkantor pusat di Jakarta. Selain Casablanca, Priskila juga memproduksi produk-produk wewangian dan perawatan diri lainnya dengan merek Bellagio, Camellia, dan Regazza. Casablanca adalah produk pertama yang diluncurkan oleh Priskila, yang awalnya diproduksi untuk kalangan menengah ke bawah. Selain parfum, Casablanca diperluas ke berbagai jenis produk perawatan tubuh, mulai dari perfume EDT, body mist, deodoran, minyak rambut, krim rambut, losion tangan dan tubuh, hingga pewarna kuku.

4. Silver Queen

Foto: Kaskus

Foto: Kaskus

Silver Queen, Chunky Bar, dan Ceres adalah merk coklat dari Indonesia. Ketiga merk coklat ini diproduksi oleh PT.Petra Foods, menjadi salah satu pemain utama di pasar global. Petra Foods, perusahaan milik keluarga Chuang ini, menjadi pesaing berat M&M’S, produsen coklat nomor satu dari Amerika. Produk-produk dari PT.Petra Foods tersebut juga telah merambah ke setidaknya 17 negara di antaranya Thailand, Jepang, Filipina, Hong Kong, Australia, dan China.

3. Hoka Hoka Bento

Foto: tumblr

Foto: tumblr

Restoran yang dikelola oleh PT. Eka Bogainti ini pertama kali membuka Outletnya di Kebun Kacang, Jakarta. Hoka Hoka Bento atau yang lebih terkenal dengan singkatan HokBen adalah jaringan restoran waralaba makanan cepat saji yang menyajikan makanan Jepang yang berbasis di Jakarta. Hingga kini, HokBen memiliki 147 gerai yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. Nama Hoka Hoka Bento sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “makanan hangat dalam boks”.

2. California Fried Chicken

Foto: id.openrice.com

Foto: id.openrice.com

California Fried Chicken adalah restoran waralaba makanan yang menyajikan hidangan utama ayam. Perusahaan ini didirikan di Jakarta pada tahun 1983. Hingga saat ini, California Fried Chicken memiliki lebih dari 180 gerai di seluruh Indonesia.

1. Sophie Martin

Foto: twitter

Foto: twitter

Sophie Martin adalah perusahaan dan merek busana Indonesia yang berdiri di Jakarta pada tahun 1995. Perusahaan ini mendistribusikan pakaian, aksesori mode, dan kosmetik dengan metode penjualan langsung. Awalnya perusahaan ini bernama Sophie Martin, namun kemudian ditambahkan kata “Paris” sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Pendirian Sophie Paris dimulai dari usaha pembuatan tas rumahan oleh ekspatriat asal Perancis, Bruno Hasson. Tas yang diproduksi mendapat sambutan baik dari masyarakat dan lambat laun penjualannya semakin pesat. Oleh sebab itu, Bruno Hasson merekrut karyawan, menyewa gedung, dan menerapkan sistem penjualan langsung dengan memanfaatkan tenaga penjual yang diberi insentif untuk menjual produk Sophie Martin. Selanjutnya Sophie Martin dipasarkan melalui sistem pemasaran berjenjang (MLM) dengan merekrut anggota sebagai mitra untuk memasarkan produk-produk Sophie hingga ke pelosok Nusantara.

Sophie Martin kemudian memperluas bisnisnya keluar negeri dengan membuka kantor perwakilan di Manila, Filipina pada tahun 2002. Kemudian pada tahun 2008, perusahaan ini menerapkan strategi merk Sophie Paris, di mana Sophie Martin menjadi bagian dari merek Sophie Paris yang menaungi beberapa merek di bawahnya. Tahun 2009, Sophie Paris membuka perwakilan di Casablanca, Maroko, dan pada 2010 berhasil melebarkan bisnis hingga ke Vietnam, serta Malaysia pada tahun 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: