Mengenal Kleptomania


Ilustrasi, foto: philipcaruso-story.com

Ilustrasi, foto: philipcaruso-story.com

Pada saat Anda kedatangan tamu, kemudian secara tidak Anda sadari ada barang di rumah Anda yang hilang, maka mungkin Anda kesal. Barang yang hilang mungkin bukan barang yang mewah atau berharga. Namun, mungkin barang pajangan atau kenang-kenangan dari seseorang.

Anda mungkin berpikir bahwa tamu tersebut orang yang kaya, bahkan lebih kaya dari pada Anda. Kenapa orang yang kaya yang bisa membeli barang yang Anda punya justru malah mencurinya. Orang seperti itu sering disebut dengan kleptomania.

Menurut sumber dari sebuah akun facebook, kleptomania termasuk gangguan penguasaan diri, di mana tatkala hasrat mencuri muncul, penderita tidak sanggup mencegahnya. Pencurian tidak direncanakan, tapi merupakan tindakan atas dorongan sesaat saja.

Pencurian pada kleptomania dilakukan bukan karena kegunaan atau nilai yang terkandung pada benda curian. Biasanya barang curian itu diberikan kepada orang lain atau dibuang dan hanya dalam kasus tertentu, barang itu disimpan. Sesaat sebelum melakukan pencurian, kleptomania merasakan ketegangan dan keresahan, sesudah pencurian, ia akan merasa lega dan puas.

Pencurian pada kleptomania dilakukan bukan sebagai ungkapan kemarahan dan balas dendam kepada pihak tertentu. Penderita kleptomania menyadari bahwa perbuatannya salah dan acap kali merasa tertekan dan sedih namun ia tidak bisa menguasai dirinya tatkala hasrat itu muncul.

Menurut mayoclinic.org, gejala kleptomania mungkin termasuk:

– Ketidakmampuan untuk menahan dorongan kuat untuk mencuri barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
– Merasa peningkatan ketegangan, kecemasan atau gairah yang mengarah ke pencurian.
– Merasa senang, lega atau gratifikasi saat mencuri.
– Merasa sangat bersalah, penyesalan, membenci diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian
– Kembalinya dorongan dan pengulangan siklus kleptomania

Orang dengan kleptomania biasanya menunjukkan fitur ini atau karakteristik berikut:

– Tidak seperti pengutil yang ingin mendapatkan keuntungan, orang dengan kleptomania tidak mencuri untuk keuntungan pribadi. Mereka mencuri hanya karena dorongan begitu kuat sehingga mereka tidak bisa menolaknya.
– Episode kleptomania umumnya terjadi secara spontan, biasanya tanpa perencanaan dan tanpa bantuan atau kerjasama dari orang lain.
– Kebanyakan orang dengan kleptomania mencuri dari tempat-tempat umum, seperti toko dan supermarket. Beberapa mungkin mencuri dari teman atau kenalan, seperti di sebuah pesta.
– Seringkali, barang yang dicuri tidak memiliki nilai untuk orang dengan kleptomania, dan orang mampu membelinya.
– Barang yang dicuri biasanya disembunyikan, tidak pernah digunakan. Barang juga dapat disumbangkan, diberikan kepada keluarga atau teman-teman, atau bahkan diam-diam dikembalikan ke tempat dari mana mereka mencuri.
– Mendesak untuk mencuri mungkin datang dan pergi atau mungkin terjadi dengan lebih besar atau lebih kecil intensitasnya.

Banyak orang yang kleptomania tidak ingin mencari pengobatan karena mereka takut, malu mereka akan ditangkap atau dipenjara. Namun, penyedia kesehatan mental biasanya tidak melaporkan pencurian Anda kepada pihak berwenang.

Beberapa orang mencari bantuan medis karena mereka takut mereka akan tertangkap dan memiliki konsekuensi hukum. Atau mereka sudah ditahan, dan mereka secara hukum diperlukan untuk mencari pengobatan.

Penyebab

Kleptomania disebabkan gangguan jiwa, sedangkan pengutil disebabkan kebiasaan buruk. Tapi kleptomania beda dengan mengutil, bukan saja dari pencetusnya tapi juga dari kadar barang-barang yang diambilnya. Kleptomania bukan penyakit turunan dan banyak ditemui pada wanita. Kemungkinannya, sih, penyebab gangguan ini adalah gangguan biologis atau psikologis. Gangguan psikologis bisa terjadi karena pola asuh yang salah waktu kecil, atau juga karena kejadian-kejadian tertentu yang pernah dialaminya. Namun Sampai hari ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Penanganan

Sebagaimana dengan masalah penguasaan diri lainnya, penderita kleptomania mesti mengakui perbuatannya secara terbuka. Segala sesuatu yang dirahasiakan akan memperkuat dorongan untuk melakukannya. Ia membutuhkan dorongan teman dan perlu membentuk tim pendukung; kepada merekalah ia mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Misalkan, sebelum ia pergi mengunjungi toko, ia harus menghubungi seorang teman dan memintanya mengecek setelah ia keluar dari toko. Peran keluarga dan orang-orang terdekat lainnya tentu sangat besar. Namun soal kesembuhan, sangat tergantung dari ketegangan yang dia lakukan, bisa keluar atau tidak dari situasi tersebut.

2 responses

  1. Apa hanya kususnya pencurian? Banyak hal diskitar saya bahkan saya hampir mirip dengan kasus di atas, tetapi bukan mencuri.
    Mohon untuk penulis membuat silusi pnanganan lebih detil.

    1. Terus kalau bukan mencuri, apa dong? Ngutil? Sama saja dengan mencuri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: