10 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimakan Anak-anak


Foto: Indiatimes

Foto: Indiatimes

Masa anak-anak adalah masa di mana mereka dalam taraf pertumbuhan. Pertumbuhan fisik, psikologi, dan motoriknya. Untuk itu mereka memerlukan makanan yang mengandung nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh.

Nutrisi tersebut harus dipenuhi tiap hari, namun jangan sampai berlebihan. Protein, mineral, vitamin, dll adalah zat penting yang harus dipenuhi oleh anak-anak dalam jumlah tertentu supaya masa pertumbuhan mereka tidak terganggu.

Antara anak usia di bawah satu tahun, batita, balita, dan sampai 12 tahun berbeda-beda kebutuhan nutrisinya. Begitu juga antara anak-anak dan orang dewasa juga nutisi yang diperlukan juga berbeda. Namun, tak jarang orang tua yang tak paham memberikan makanan atau minuman yang seharusnya untuk orang dewasa diperbolehkan dikonsumsi anak-anaknya. Jika ini dibiarkan terus-menerus makan akan berdampak tidak baik bagi anak-anak tersebut.

Berikut ini 10 jenis makanan/minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi anak-anak supaya tahap pertumbuhannya bisa maksimal, seperti dikutip dari Indiatimes.

1. Permen
Anak-anak sangat suka dengan permen dengan aneka rasa. Yang jelas makanan ini rasanya manis. Di balik manisnya makanan ini ternyata membuat gigi anak-anak berlubang. Apalagi jika orang tua tidak membiasakan anak-anak untuk gosok gigi.

2. Kentang goreng
Makanan siap saji termasuk kentang goreng banyak dijual di restoran siap saji mengembangkan lemak trans yang tidak baik untuk kesehatan anak-anak di kemudian hari. Kentang tersebut digoreng menggunakan minyak yang dipakai berulang-ulang. Makanan ini sangat miskin serat. Lebih baik kentang dipanggang atau dikukus.

3. Sereal gula
Bukan rahasia bahwa kebanyakan sereal manis rendah serat dan tinggi karbohidrat. Pilih sereal yang mengandung kurang dari 10 gram gula dan setidaknya tiga gram serat untuk dikonsumsi anak-anak.

4. Makanan pesanan
Makanan pesanan seperti pizza dan siap saji yang tidak ada sayurnya. Beberapa peneliti mengatakan bahwa olahan daging merah, seperti hot dog atau bologna, bisa sampai risiko diabetes, penyakit jantung dan kanker usus besar. Hot dog, misalnya, yang sarat dengan natrium, lemak dan nitrat yang telah dikaitkan dengan kanker.

5. Minuman manis
Anak-anak memang suka manis, tapi tak semua yang manis boleh untuk anak-anak. Hampir semua jenis minuman manis berisiko pada kesehatan, lebih lagi untuk anak-anak. Minum soda atau cola meningkatkan peluang mereka terkena diabetes tipe-2 dan obesitas. Belum lagi minuman manis ini menyebabkan gigi berlubang. Minuman buah juga bisa sama buruknya dengan soda. Para ilmuwan mengatakan bahwa minuman buah tidak terbuat dari 100 persen jus buah. Batasi asupan anak Anda pada jus buah kemasan, dan mendorongnya untuk minum banyak susu dan air.

6. Granola bar
Granola bar telah dianggap sebagai camilan kesehatan utama, tetapi banyak jenis granola bar memiliki bahan-bahan yang membuatnya lebih dari makanan penutup saja.Makanan ini mengandung setidaknya dua gram serat dan atau kurang dari 10 gram gula, dan memiliki sedikit atau tidak ada lemak jenuh, dan tidak ada sirup jagung fruktosa tinggi atau pemanis buatan. Makanan untuk diet ini tidak cocok unuk anak-anak yang sedang masa pertumbuhan.

7. Minuman olahraga
Anak Anda akan mengalami haus dan lelah setelah berolahraga, namun jangan diberi minuman olahraga yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Sebaiknya siapkan minuman air mineral atau segelas susu cokelat sebagai gantinya, karena kemasan campuran yang tepat dari protein dan karbohidrat untuk membantu memperbaiki otot.

8. Madu
Jangan beri madu pada anak Anda setidaknya telah berumur satu tahun. Tidak memberikan madu pada anak Anda karena mereka dapat mengandung spora yang dapat menyebabkan botulisme, yaitu gejala termasuk mulut kering, muntah, kelumpuhan, dan masalah pernapasan. Sejak bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang relatif lemah, mereka berada di risiko tertinggi untuk botulisme. Inilah sebabnya mengapa dokter sering merekomendasikan bahwa bayi dianjurkan untuk tidak makan produk yang mengandung madu.

9. Mi instan
Tidak hanya rendah pada nutrisi, mi instan dikemas dengan banyak natrium. Anak-anak antara usia dua dan tiga tahun seharusnya tidak mengkonsumsi lebih dari 1.000 miligram natrium per hari, sedangkan untuk anak-anak sampai usia delapan tahun, seharusnya tidak melebihi 1.200 mg natrium per hari. Namun, satu porsi mi instan memiliki lebih dari setengah dari batas yang direkomendasikan anak.

10. Keju
Sementara keju adalah sumber yang luar biasa kalsium dan protein, Anda perlu untuk memperhatikan gizi anak Anda. Sepotong keju bisa mengandung lebih dari 100 kalori dan 10 gram lemak. Jika anak-anak sering mengkonsumsinya maka kebutuhan kalori dan lemak melebihi batas yang direkomendasikan. Jumlah harian yang direkomendasikan untuk susu adalah dua cangkir untuk usia 2-3 tahun, dan dua setengah cangkir untuk usia 4-8 tahun. Hanya 150 gram jumlah keju pada satu cangkir yang disarankan pada susu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: