Tes Darah Dapat Deteksi Kanker Sejak Dini


Foto: huffingtonpost.com

Foto: huffingtonpost.com

Kanker adalah penyakit yang merupakan momok bagi kebanyakan orang di muka bumi ini. Meskipun bukan satu-satunya penyakit yang dapat menimbulkan kematian, namun kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti.

Penyakit ini biasa diketahui setelah menyebar dan penderitanya merasakan sakit. Namun, kini kanker bisa dideteksi sejak dini dengan metode baru, yaitu tes darah. Jadi bisa sedini mungkin jika terdapat kanker dalam tubuh bisa diketahui. Dengan demikian, pengobatannya pun lebih ringan dengan tingkat kesembuhan semakin besar.

Dikutip dari DNA, para peneliti menggunakan metode tes RNA berbasis trombosit darah. Para peneliti ini telah mampu mengidentifikasi kanker dengan akurasi 96%. Para ilmuan mengatakan bahwa deteksi kanker pada tahap awal adalah sangat penting.

Sebuah tes RNA berbasis darah baru dapat mendeteksi, mengklasifikasikan dan menentukan lokasi dari kanker dengan akurasi yang lebih besar dengan menganalisis sampel setara dengan satu tetes darah.

Kami telah mempelajari bagaimana metode berbasis darah baru dari biopsi dapat digunakan untuk mendeteksi kanker, yang di masa depan membuat sebuah sampel jaringan sel invasif yang tidak perlu dalam mendiagnosis kanker paru-paru, “kata Jonas Nilsson, peneliti kanker di Umea University di Swedia. “Dalam studi tersebut, hampir semua jenis kanker telah diidentifikasi yang membuktikan bahwa biopsi berbasis darah memiliki potensi besar untuk meningkatkan deteksi dini kanker,” kata Nilsson.

Para peneliti dari Universitas Umea dalam kolaborasi dengan para peneliti dari Belanda dan AS menyelidiki bagaimana metode baru tes RNA berbasis darah dari bagian darah yang disebut platelet dapat digunakan dalam mendeteksi dan mengklasifikasikan kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trombosit darah bisa merupakan sumber berbasis darah lengkap dan mudah diakses untuk pengambilan sampel dan karenanya digunakan dalam mendiagnosis kanker serta dalam pilihan metode pengobatan.

Sampel darah dari 283 individu dipelajari, 228 orang memiliki beberapa bentuk kanker dan 55 tidak menunjukkan bukti kanker. Dengan membandingkan profil sampel darah RNA, peneliti dapat mengidentifikasi adanya kanker dengan akurasi 96% di antara pasien.

Di antara 39 pasien dalam penelitian di mana deteksi dini kanker telah dibuat, 100% dari kasus dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan. Dalam tes tindak lanjut dengan menggunakan metode yang sama, peneliti bisa mengidentifikasi asal tumor dengan akurasi sejauh tak tertandingi dari 71% pada pasien dengan didiagnosis kanker di paru-paru, payudara, pankreas, otak, hati, usus besar dan rektum.

Sampel juga bisa diurutkan dalam subdivisi tergantung pada perbedaan molekul dalam bentuk kanker yang dapat sangat bermanfaat dalam pilihan metode pengobatan. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Cancer Sel.

One response

  1. Terima kasih artikelnya sangat bermanfaaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: