Nikmatnya Jadah Goreng ‘Pak Hadi’ Ditemani Segelas Teh Tubruk


jadah gorengHari Minggu adalah hari untuk berkumpul bersama keluarga. Nikmati istirahat selama sehari setelah sepekan beraktivitas atau bekerja. Kumpul bersama keluarga biasanya tak lengkap jika tak ada camilan atau makanan ringan dan tentu minuman.

Bagi kami sekeluarga, hari Minggu adalah hari yang sangat penting sebagai hari keluarga. Jika tak ada acara kondangan atau acara keluar, maka kami gunakan untuk bersantai sambil menikmati kuliner khas Minggu pagi. Kuliner yang membuat kami sangat menikmati adalah kuliner tradisional.

Salah satu makanan tradisional yang akrab namun jarang kami jumpai adalah ‘jadah’. Mungkin bagi Anda pembaca yang di luar Jawa atau luar negeri juga masing asing dengan jadah. Suatu saat nanti bisa jadi jadah masuk pada daftar makanan terlezat di dunia seperti rendang, nasi goreng, dan bakso.

Jadah adalah makanan tradisional dari Jawa Tengah khususnya Solo Raya dan Yogyakarta. Makanan berbahan dasar ketan putih ini dimasak dengan cara dikukus bersama dengan parutan kelapa dan ditambah dengan garam secukupnya. Tak lupa untuk lebih menambah gurih aromanya ada daun salam.

Setelah ketan matang, mata dimasukkan ke dalam suatu wadah, dimana nanti akan digunakan untuk menumbuk dengan benda tumpul. Pada jaman dulu, tempat untuk menumbuk ketan tadi adalah ‘tenggok’, yaitu suatu tempat yang terbuat dari bambu. Nama menumbuknya disebut dengan ‘njojoh’ atau ‘jojoh’.

Ketan yang akan dijojoh harus dalam keadaan panas langsung dari tempat pengukus. Untuk lebih menambah citarasa, pada jaman dahulu tenggok tempat untuk jojoj dilapisi dengan janur atau daun kelapa muda yang disusun sedemikian sehingga membentuk suatu anyaman tersusun rapi. Namun, saat ini penggunaan janur sudah jarang digunakan, diganti dengan daun pisang atau plastik yang lebih praktis dan mudah mencarinya.

Jadah lebih enak jika dimakan setelah benar-benar dingin kemudian diiris-iris. Tambah nikmat lagi jika dinikmati dengan cara dipanggang pada bara arang. Cara menikmati jadah yang tak kalah enaknya adalah dengan digoreng. Nikmati jadah panggang atau goreng selagi masih dalam keadaan hangat.

Tambah nikmat lagi makan jadah goreng atau panggang jika ditemani dengan secangkir atau segelas teh. Tak sembarang teh yang enak sebagai pendamping makan jadah. Teh tubruk dengan aroma melati alami adalah yang sangat nikmat. Jika Anda tidak suka dengan ampas teh dan bunga melatinya, maka bisa disaring.

Membuat jadah memang pekerjaan yang tidak mudah, memakan waktu yang tidak sedikit dan juga harus mengeluarkan tenaga yang ekstra untuk njojoh-nya. Oleh karena itu, makanan tradisional desa ini jarang dijumpai. Hanya pada acara-acar tertentu saja seperti resepsi pernikahan atau hajatan. Itupun juga sudah jarang, dikalahkan oleh makanan modern seperti roti dan sejenisnya.

Namun, kami sekeluarga hampir selalu membuat jadah pada saat keluarga besar ngumpul. Saat lebaran tiba, jadah selalu dinanti bagi anggota keluag yang merantau. Bahkan tak jarang jadah juga dijadikan oleh-oleh saat balik ke tempat perantauan lagi.

Jika Anda tidak ingin repot membuat jadah, saya ajak ke warung ‘Pak Hadi’. Warung ini buka mulai pukul 06.00 WIB. Warung yang terletak di Jl. Pedan – Cawas, tepatnya di Desa Beji, Pedan, Klaten, Jawa Tengah ini sebelum buka pun sudah ditunggu para pelanggan setianya.

Jadah goreng adalah makanan tradisional yang banyak dicari. Jika Anda datang agak siang, maka Anda akan menyesal karena jadah sudah habis. Keluarga kecil kami pada Minggu (1/11/15) datang ke warung ‘Pak Hadi’ pukul 06.15 ternyata warung sudah penuh pengunjung.

Mereka yang datang pada hari Minggu kebanyakan ingin menikmati suasana santai bersama keluarga. Banyak juga anggota dari beberapa klup pesepeda memadati ruang warung yang tidak begitu luas ini. Selain jadah, gorengan yang banyak diminati dan dibeli untuk dibawa pulang adalah tahu, tahu bakso, mendoan, ayam, dan sosis. Ada juga rempeyek kacang, karak, dan krupuk. Itu semua di atas meja.

Sementara menu utama yang disajikan adalah soto yang menjadi favorit pengunjung. Bumbu rempah-rempahnya terasa baget, tidak seperti soto di tempat lain yang hanya banyak bumbu penyedapnya. Jika pengunjung menginginkan soto tanpa penyedap juga bisa, karena penyedap dipisahkan, jadi tinggal bilang saja. Pantes saja soto di sini banyak diserbu pengunjung.

Menu lain yang tak kalah enak adalah nasi pecel, nasi trancam, sop ayam, dan gado-gado. Pada saat kami datang ke sana, ada menu baru yang ditawarkan, yaitu nasi pethikan, ayam penyet, tempe penyet, dan tahu penyet.

Jika Anda ingin memesan ayam utuh yang sudah dimasak juga bisa. Namanya ayam ingkung dengan harga 100 ribu per ekor. Ayam yang digunakan adalah ayam petelur atau ayam pekir yang sudah tidak lagi bertelur, jadi dagingnya banyak, bukan ayam potong. Meskipun bukan ayam potong namun dagingnya sangat empuk karena dimasak dengan oven.

Untuk harga gorengan kecuali ayam goreng hanya 500 rupiah per buah. Sementara jadah goreng per potong 1500 rupiah saja. Jadi tidak membuat kantong jadi bolong. Kami bertiga menikmati soto yang enak dan beberapa potong jadah dan masih membawa jadah goreng hanya membayar tidak lebih dari 40 ribu rupiah saja. Itu sudah termasuk teh tubruk melati yang nikmat.

Sebelumnya kami juga sudah pernah ke warung ‘Pak hadi’, namun waktu itu siang hari jadi jadah gorengnya sudah habis. Lain kali kami jika ke sini akan mencoba menu-menu lain yang belum pernah kami nikmati dan tak ketinggalan jadah gorengnya.

2 responses

  1. Boleh dicoba. Meski saya kurang suka dengan makanan dari ketan, makasih ya.

  2. Mbak ane pesen 1 dong.. kepengen nih jadah dan teh tubruknya..
    Ane seneng banget sama jadah… teringat sama ibu di rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: