Mengerikan! 2025 Diprediksi 1 Miliar Orang Menderita Obesitas


Foto: smithsonianmag.com

Foto: smithsonianmag.com

Jika pada jaman dahulu orang gemuk menjadi suatu kebanggaan maka sekarang sebaliknya. Pada jaman penjajah jarang dijumpai orang gemuk, karena makanan sulit didapat. Namun, saat ini kehidupan sudah makmur, makanan apa saja bisa didapat dengan harga relatif terjangkau.

Orang yang mengalami berat badan berlebihan, di atas normal dinamakan obesitas. Obesitas saat ini adalah menjadi ancaman bagi banyak negara di dunia. Tak hanya bagi negara maju saja yang mengalami obesitas, namun juga sudah merambah negara berkembang, termasuk Indonesia.

Obesitas adalah suatu penyakit yang saat ini diperangi oleh dunia. Karena obesitas menimbulkan berbagai dampak negatif. Selain dampak psikologis ejekan di kehidupan sosial, orang yang menderita obesitas juga berisiko tinggi terkena berbagai penyakit. Penyakit yang diakibatkan karena obesitas antara lain jantung, stroke, kanker, dan diabetes tipe 2.

Tingginya angka obesitas ini dikarenakan pola makan yang tidak sehat. Banyak orang lebih suka makan makanan instan dari pada makanan yang segar dengan penolahan benar. Makanan dengan kalori tinggi dan minim bahkan tidak berserat adalah yang banyak disukai mereka yang obesitas.

Menjamurnya rumah makan atau restoran siap saji adalah biang dari banyaknya kasus obesitas. Tak hanya di negara maju saja yang banyak terdapat restoran siap saji, namun juga negara berkembang seperti Indonesia. Tak hanya di kota-kota besar saja yang menjamur makanan siap saji, namun sudah merebak di kota kecil, dan bahkan di desa-desa.

Selain pola makan yang salah, obesitas juga dikarenakan karena gaya hudup tak sehat. Kurangnya gerak menyebabkan lemak menumpuk di mana-mana. Alasan kurang gerak adalah karena kesibukan pekerjan membuat obesitas mengintai para karyawan yang tak banyak waktu untuk berolahraga.

Obesitas tak hanya menyerang orang yang sudah dewasa saja. Anak-anak juga sudah banyak yang menderta obesitas. Tidak adanya asupan ASI yang cukup, bahkan tidak pernah minum ASI juga bisa menyebabkan obesitas. Bagi ibu dari bayi yang sibuk bekerja, susu formula yang diberikan berlebihan bisa menyebakan obesitas.

Dikutip dari DNA, analisis baru menunjukkan tujuan PBB pada penyakit yang berhubungan dengan diet akan gagal dipenuhi karena semakin banyak orang menderita obesitas. Angka ini sangat fantastis, mendekati 1 miliar populasi orang dewasa di dunia diprediksi menderita obesitas pada tahun 2025.

Menurut para ahli, penyebabnya adalah penyebaran diet kebarat-baratan di seluruh dunia karena strategi pemasaran besar industri makanan instan. Selama KTT PBB 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditugaskan untuk menetapkan target untuk mengurangi tingkat kenaikan berat badan dan obesitas, karena merupakan faktor yang telah menyebabkan kenaikan diabetes, penyakit jantung, kanker.

Tujuan PBB pada 2025 tidak ada peningkatan obesitas atau diabetes melampaui tingkat 2010. Namun, World Federation Obesitas (WOF) mengatakan kepada Gaurdian, statistik terbaru menunjukkan tujuan itu tidak akan terpenuhi. Penelitian menunjukkan, pada tahun 2010, 11,5% dari orang dewasa yang obesitas dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 13%. Organisasi mengungkapkan bahwa jika tidak ada tindakan untuk mengurangi angka-angka ini, 17% dari orang dewasa akan menderita obesitas pada tahun 2025.

Itu berarti, 170 juta orang dewasa dengan Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh di atas 35 akan memerlukan perawatan medis yang mendesak. WOF juga mengungkapkan obesitas anak juga meningkat di negara-negara seperti Timur Tengah, Amerika Latin, Tiongkok dan Asia Tenggara, yang hanya akan memberikan kontribusi pada orang dewasa yang sudah mengkhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: