Ini Efek Samping Jika Sering Konsumsi Suplemen Protein


Suplemen protein, foto: clubsideeffects.com

Suplemen protein, foto: clubsideeffects.com

Sekitar 50% dari tubuh kita tersusun oleh protein. Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun dari Karbon(C), Hidrogen(H), Oksigen(O), Nitrogen(N) dan mungkin Belerang(S), serta Fosfor(P).

Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer. Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut dengan asam amino. Masing-masing asam amino mengandung satu atom C yang mengikat satu atom H, satu gugus amin (NH2), satu gugus karboksil (-COOH), dan Gugus R. Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida.

Ada dua funsi utama dari protein. Protein yang membangun tubuh disebut protein struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim, antibodi atau hormon dikenal sebagai protein fungsional. Makanan sumber protein antara lain daging, susu, ikan, biji-bijian, dan kentang.

Orang yang kekurangan protein dapat berakibat pada kwasiorkor, terutama pada anak-anak yang disebut dengan busung lapar. Gangguan pertumbuhan juga terjadi pada anak-anak yang kekurangan protein. Kerontokan rambut dan marasmus juga disebabkan karena kekurangan protein.

Tak jarang karena kesibukan, banyak orang yang memenuhi kebutuhan protein dengan mengkonsumsi suplemen protein. Alasan kepraktisan ini membuat orang malas makan makanan sehat yang banyak mengandung protein.

Keuntungan utama dari suplemen protein adalah bahwa orang bisa mendapatkan semua bahan gizi yang dibutuhkan tubuh lebih cepat. Hal ini juga sangat nyaman dan mudah tersedia di apotek. Beberapa manfaat kesehatan dari suplemen protein adalah peningkatan kesehatan secara keseluruhan, fungsi otak dan membangun otot. Anda bisa mendapatkan protein yang dibutuhkan oleh tubuh Anda tanpa memasak. Dalam waktu singkat, Anda bisa mendapatkan semua protein yang Anda butuhkan.

Di balik kepraktisannya, ternyata suplemen protein berdampak tidak baik pada kesehatan. Ini terjadi jika sering dikonsumsi dalam jangka lama. Berikut ini 7 efek samping orang yang sering mengkonsumsi suplemen protein, seperti dikutip dari Bold Sky.

Masalah pencernaan
Salah satu efek samping utama dari suplemen protein adalah masalah pencernaan. Suplemen protein datang dengan banyak protein yang Anda butuhkan untuk tubuh yang sehat, tetapi tidak memiliki serat. Karena kurangnya serat, pencernaan tidak akan berlangsung dengan baik. Hal itu dapat menyebabkan banyak masalah seperti sembelit, diverticulitis, dll. Dokter tidak menyarankan asupan jangka panjang dari suplemen protein bagi orang-orang yang memiliki masalah pencernaan.

Risiko kanker
Menurut penelitian, ditemukan bahwa suplemen protein kedelai dilengkapi dengan kuantitas tinggi phytoestrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Terlalu banyak fitoestrogen tidak baik untuk tubuh manusia.

Logam berat beracun
Dalam survei terbaru, ditemukan bahwa banyak suplemen protein mengandung jejak logam berat beracun. Sampel dari suplemen protein yang berbeda menunjukkan bahwa asupan jumlah kecil dari zat beracun untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari sakit kepala dan kanker.

Risiko untuk ginjal
Masalah ginjal mungkin timbul jika suplemen protein yang dikonsumsi dalam jumlah besar. Ginjal memiliki fungsi memecah protein yang masuk ke tubuh kita dan jika Anda sudah memiliki masalah ginjal, lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi suplemen protein.

Malnutrisi
Meskipun Anda memiliki suplemen protein yang akan memberikan lebih banyak energi untuk tubuh Anda, Anda mungkin tidak memiliki nutrisi lain yang tidak termasuk dalam suplemen. Suplemen protein tidak bisa memberikan semua nutrisi yang seluruh makanan bisa memberikan.

Pemborosan otot
Mengkonsumsi suplemen protein untuk mendapatkan otot yang kuat dan menarik. Tapi ini adalah praktek jangka panjang yang berbahaya. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan pemborosan otot dan masalah lainnya.

Alergi
Beberapa orang alergi terhadap susu. Orang tersebut tidak dianjurkan untuk makan suplemen protein kedelai dalam jumlah tinggi. Hal ini akan mengakibatkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, muntah, mual dan diare.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: