Fenomena Diskon Akhir Pekan JSM


Foto: harga-promo.net

Foto: harga-promo.net

Anda pasti akan berbelanja jika ingin kebutuhan terpenuhi. Apakah Anda tipe orang yang berbelanja tiap pekan? Atau Anda berbelanja tiap akhir bulan? Kapan pun Anda belanja untuk memenuhi kebutan sehari-hari, tentu Anda ingin mendapatkan kualitas barang yang bagus dengan harga yang murah. Ini adalah salah satu prinsip ekonomi yang harus dipegang.

Siapapun Anda, pria maupun wanita jika ingin membeli suatu barang tentu memperhatikan kualitas dan harga. Harga yang lebih murah dari yang biasanya adalah yang diinginkan. Namun, tak sembarang harga murah tentunya. Harga murah karena diskon yang besar memang menjadi incaran banyak orang. Namun, Anda harus waspada dengan harga yang murah, bahkan jauh lebih murah dari harga yang biasanya atau harga normal.

Tak sedikit para pelaku usaha retail atau toto atau supermarket memberikan diskon yang mungkin tak wajar kepada pelanggannya. Beberapa mini market yang saat ini menjamur bak cendawan di musim penhujan ini saling berlomba-lomba menggelar diskon. Toko-toko retail yang ada di Pulau Jawa tersebut umumnya menggelar diskon di kahir pekan. Sebut saja Alfamart, Indomaret, Alfamidi, Superindo, Carrefour, Hypermarket, dll.

Mereka menggelar diskon atau potongan harga biasanya pada akhir pekan. Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu atau sering disebut dengan diskon JSM adalah waktu yang banyak dipilih untuk menggelar diskon. Harapannya hari-hari tersebut banyak mempunyai waktu luang untuk berbelanja.

Meskipun ada barang tertentu yang didiskon dengan harga separuh dari harga normal, Anda harus tetap waspada. Terutama pada produk makanan atau minuman. Makanan kaleng atau minuman dalam kemasan yang harus Anda waspadai adalah tanggal kadaluarsanya. Jika Anda ingin membeli produk makanan atau minuman yang harganya jauh lebih murah dari harga di pasaran, maka jangan membelinya jika tanggal kadaluarsa tinggal beberapa hari. Namun, jika masih jauh dari tanggal kadaluarsa, maka Anda bisa membelinya.

Sebaiknya Anda juga menanyakan kenapa produk tersebut didiskon. Misalnya apakah produk sponsor atau karena ada momen tertentu seperti ulang tahun toko atau perayaan sesuatu. Beberapa toko membatasai jumlah pembeliah barang yang didiskon, misal hanya 2 atau 4 item saja. Namun, beberapa minimarket waralaba seperti Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi biasanya tidak membatasinya. Jadi pembeli berapapun yang ia mau selagi persediaan di toko masih ada.

Ketatnya persaingan usaha membuat pelaku usaha retail ini harus memutar otak supaya pelanggan menyerbu tokonya. Saking banyaknya minimarket, banyak dijumpai minimarket waralaba ini dalam satu jalan jenis yang sama bisa dua atau tiga kali dengan jaran yang tidak kurang dari 200 m. Misalkan Alfamart di sebelah kiri dan kanan jalan jaraknya saling berdekatan. Tak hanya itu saja, selain bersaing dengan sesama waralaba, ternyata Alfamart juga harus bersaing dengan usaha sejenis seperti Indomaret dan Alfamidi.

Saya amati persaingan ini sudah tidak sehat lagi, terutama dengan toko-toko kecil atau pasar tradisional. Pasar tradisional semakin dijauhi oleh konsumen. Mau tidak mau mereka yang berjualan di pasar tradisional juga harus pandai-pandai mengatur strategi pemasarannya. Tempat dan cara penataan barang dagangan harus dirubah sedemikian sehingga supaya konsumen tidak lari ke supermarket atau minimarket waralaba ini.

Sebenarnya, jika Anda jeli tak semua barang yang dijual di minimarket ada diskon atau dijual murah. Bahkan banyak barang yang dijual lebih mahal dari pada yang ada di toko atau pasar tradisional. Namun, karena strategi pemasaran yang baik, maka konsumen banyak yang memilih pasar modern ini dari pada toko atau pasar tradisional.

Menjual barang tertentu saja yang murah

Strategi yang dibuat toko modern ini adalah harga barang tertentu yang dijual lebih murah, bahkan jauh lebih murah dari harga normal di pasaran. Karena minimarket ini jumlahnya banyak, maka mereka bisa mendapatkan barang yang harganya jauh lebih murah dari pabriknya langsung. Jadi toko hanya mendapatkan keuntungan darii bonus saja. Jika telah tercapai penjualan dalam jumlah tertentu, maka toko akan mendapatkan bonus. Sementara harga barang yang lain dinaikkan, namun konsumen biasanya tidak menyadari hal itu.

Orang jarang berbelanja hanya pada barang yang didiskon saja, namun sering merembet pada barang yang lainnya. Sasaran konsumennya adalah ibu rumah tangga. Barang yang sering dikenakan diskon adalah minyak goreng, deterjen, atau barang-barang kebutuhan rumah tangga yang lainnya.

Pelayanan yang ramah

Orang akan terkesima dengan pelayanan. Bahkan bagi orang yang mengutamakan pelayanan, tak masalah dengan harga barang yang lebih mahal. Yang penting pelayanan yang ramah dan menyenangkan adalah yang dicari. Buat apa beli ke tempat yang harganya murah namun pelayanan yang tidak mengenakkan.

Di beberapa minimarket waralaba, jika Anda masuk ke toko maka akan disambut dengan senyum dan sapa dari karyawan. Mulai dari depan pintu sampai dengan di kasir. “Selamat datang, selamat berbelanja” adalah sambutan bagi setiap orang yang masuk ke minimarket tersebut meskipun mereka tidak berbelanja. Mungkin hanya sekedar mencari informasi harga atau mengambil uang di ATM yang biasanya ada di minimarket. Sebut saja Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi adalah minimarket yang sering melakukan hal tersebut.

Tempat yang nyaman

Berbeda dengan di pasar tradisional yang mungkin tempatnya kadang tidak nyaman, maka pasar modern minimarket waralaba ini sangat nyaman. Ruangan tertutup dan berpendingin ruangan adalah daya tarik tersendiri bagi pembeli. Pembeli tidak perlu berpanas-panasan atau tempat yang becek.

Di beberapa minimarket malah disediakan tempat untuk istirahat. Ini adalah minimarket yang berada di jalur kendaraan luar kota atau jalur kendaraan antar provinsi. Selain kursi dan meja, tempat istirahat tersebut juga diberi fasilitas tambahan seperti stop kontak untuk mengisi baterai ponsel dan televisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: