10 Tips Menyimpan & Mengolah Daging Kurban


Daging kurbanIdul Adha adalah Hari Raya besar umat Islam selain Idul Fitri. Idul Adha adalah Hari Raya dimana ada penyembelihan kurban. Umat Islam yang mampu dianjurkan untuk berkurban. Nabi Ismail dikurbankan oleh ayahnya Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Namun, atas kekuasaan Allah akhirnya Nabi Ismail yang sangat dicintai ayahnya itu diganti oleh Allah seekor kambing. Sejak saat itu ibadah kurban dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Selain kambing, binatang yang boleh dikurbankan adalah unta, sapi, kerbau, biri-biri, dan domba. Syarat hewan kurban adalah sehat, tidak cacat, dan telah berumur. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka hewan tidak boleh dipotong untuk kurban.

Bagi umat Islam yang berkurban, berhak mendapatkan maksimal sepertiga bagian. Sepertiga bagian lagi berhak dihadiahkan ke siapapun yang disukai, meskipun orang kaya. Sementara sepertiga lagi dibagikan kepada fakir dan miskin yang ada di sekitar tempat tinggal orang yang berkurban.

Bagi sebagian besar umat muslim, pada saat Idul Adha baik yang berkurban maupun yang tidak mendapatkan daging kurban. Tak sedikit yang mendapatkan daging kurban dalam jumlah besar, sehingga diperlukan teknik tertentu dalam menyimpan dan mengolahnya.

Berikut ini tips menyimpan dan mengolah daging kurban supaya bermanfaat secara maksimal.

1. Pisahkan sesuai jenisnya
Hewan yang sering dikurbankan adalah kambing dan sapi. Pisahkan antara daging kambing dan sapi. Daging kambing lebih berbau tajam dari pada daging sapi. Selain itu, pisahkan juga anatara jeroan dan daging. Tulang yang masih ada dagingnya juga bisa dalam satu wadah dengan daging jenis yang sama, namun bisa dipisah. Beberapa orang tidak suka daging kambing, jadi jika dipisah, maka akan lebih mudah untuk memasaknya. Daging dan jeroan juga cara memasaknya ada yang berbeda, jadi perlu dipisahkan.

2. Segera potong & masak
Begitu Anda mendapatkan daging, maka segeralah untuk memotong-motongnya. Jangan tunda misal digantung atau dibiarkan. Selain akan menimbulkan bau juga jika tidak segera dipotong dan dimasak, makan cita rasa daging akan berkurang.

3. Masukkan dalam wadah sekali masak ke kulkas
Jika Anda mendapatkan daging dalam jumlah yang banyak, sementara Anda tidak bisa memasaknya sekaligus, maka sebaiknya masukkan ke dalam freezer. Namun, sebelum Anda masukkan ke dalam freezer ada baiknya setelah daging dipotong-potong masukkan ke dalam wadah kecil-kecil tiap wadah sekali ambil langsung dimasak. Jangan memasukkan daging dalam jumlah yang banyak ke dalam satu wadah besar, jika ingin dimasak dikeluarkan kemudian yang lain dimasukkan lagi. Ini akan membuat rasa daging kurang nikmat jika dimasak, selain itu juga bisa menimbulkan bakteri mudah berkembang biak karena telah terkontaminasi dengan udara.

4. Daging jangan dicuci
Daging merah seperti daging kambing atau daging sapi jangan dicuci sebelum dimasak. Jika Anda mencucinya, maka rasa daging akan berubah. Selain itu, air yang tidak higienis juga bisa menimbulkan bakteri bersarang pada daging, daging akan cepat busuk meskipun Anda memasukkannya ke dalam kulkas.

5. Gunakan nanas atau pepaya muda
Tak jarang daging yang dimasak meskipun sudah lama masih alot dan tidak empuk. Ini bisa Anda siasati dengan cara memasukkan daging pada parutan nanas selama 15 menit sebelum dimasak. Cara lain adalah masak daging bersama dengan buah pepaya muda. Caranya pepaya muda yang habis dikupas buang isinya, kemudian masukkan bersamaan dengan daging. Anda akan mendapatkan daging yang empuk. Waktu untuk memasak pun jauh lebih singkat bila dibandingkan jika tidak menggunakan nanas atau pepaya muda.

6. Giling daging jika diperlukan
Jika Anda ingin memasak bistik atau bakso, maka daging harus digiling terlebih dahulu. Sebaiknya daging segar langsung digiling dan jangan tambah apapun. Setelah daging lembut maka bisa Anda masak sesuai dengan keinginan.

7. Jangan masukkan daging ke kulkas setelah dimasak
Tak sedikit orang yang memasukkan daging yang sudah dimasak ke dalam kulkas. Ini dilakukan supaya daging tidak basi. Namun, ini adalah tindakan yang kurang tepat. Daging yang sudah dimasak, misal rendang sebaiknya tidak dimasukkan ke kulkas kemudian dipanaskan lagi. Ini akan mengurangi citarasa dan mengurangi kandungan gizi dari daging tersebut.

8. Jangan dimasak berkali-kali
Sering supaya menghemat bumbu, tenaga, dan sebagainya banyak orang memasak daging kemudian setelah dingin dipanaskan berkali-kali hingga berhari-hari. Namun tindakan ini kurang tepat. Selain rasanya bisa berubah, juga membuat nilai gizinya berkurang. Selain itu, daging yang dimasak berkali-kali juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan tertentu, misalnya sembelit karena tidak ada seratnya.

9. Jika buat bakso dengan bumbu sendiri
Banyak yang mendapatkan daging kurban kemudian digilingkan. Di tempat jasa penggilingan tersebut biasanya juga menerima jasa pembuatan bakso yang masih mentah. Namun, bumbu yang digunakan semuanya instan. Jadi seperti bumbu mi instan. Tentu ini tidak menyehatkan, banyaknya penyedap dan pengawet membuat bakso yang seharusnya menyehatkan menjadi tidak bagus dikonsumsi, terutama bagi anak-anak. Sebaiknya Anda membuat bumbu sendiri dari bahan alami yang tentu menyehatkan. Selain rasanya yang lebih enak juga aman dikonsumsi oleh anak-anak.

10. Buat sate dari daging segar
Daging tidak hanya dimasak dalam bentuk berkuah atau dibuat rendang saja. Namun, ada juga yang suka dibuat sate atau dibakar. Saya sarankan jika Anda membuat sate dagingnya yang masih segar yang belum disimpan di kulkas. Jika sudah disimpan di kulkas, apalagi jika sudah beku maka rasa sate tidak seenak dari daging yang masih segar.

Itulah 10 tips yang pernah dilakukan oleh keluarga saya supaya daging kurban bisa dimasak dan disimpan secara maksnimal. Rasa daging tidak berkurang serta tidak membahayakan kesehatan.

%d blogger menyukai ini: