Dari Mana Penelepon Kartu Kredit Dapat Nomor HP Anda?


Foto: dialogtech.com

Foto: dialogtech.com

Pada saat Anda sedang bekerja tiba-tiba ada penelepon yang mengusik kesibukan Anda. Jika itu telepon dari nomor yang Anda kehendaki misal keluarga atau rekan kerja atau klien Anda tidak masalah. Namun, jika itu telepon dari orang yang ingin mengajak ngobrol Anda dengan menawarkan kartu kredit atau asuransi pada hal Anda sedang sibuk maka ini sangat menganggu.

Meskipun Anda sudah menolaknya, telepon yang seperti itu (telepon spam) masih saja bisa terjadi. Untuk hari itu tidak ada lagi telepon spam, namun bisa saja terjadi untuk hari yang lainnya. Nomor telepon yang digunakan untuk menelepon Anda tidak hanya satu nomor saja, bisa jadi dua, tiga, atau lebih. Tak hanya nomor telepon rumah/kantor (PSTN) saja, namun juga nomor seluler atau ponsel (HP).

Dalam sehari kadang tidak hanya sekali telepon, namun bisa dua atau tiga kali. Telepon spam tersebut biasanya menelepon pada siang hari sekitar pukul 10.00 sampai istirahat makan siang. Jika Anda tidak mengangkatnya, maka telepon spam menggunakan nomor lain pada sore hari setelah selesai jam kantor pukul 16.30 ke atas, kadang malam hari sekitar pukul 18.00.

Telepon spam tersebut kebanyakan menggunakan area Jabodetabek, yaitu 021. Namun, beberapa juga kode selain 021. Ini disesuaikan dengan penerima telepon dari daerah mana, jadi sesuai dengan kode area penerima telepon.

Tak semua pengguna telepon seluler menerima telepon spam meskipun pada saat mengaktifkan kartu perdana diregistrasi dengan e-KTP, SIM, atau paspor. Telepon spam terjadi pada mereka yang mempunyai rekening di bank. Namun, tak semua yang mempunyai rekening bank juga mendapatkan telepon spam meskipun pada saat pembukaan rekening mencantumkan data nomor ponsel.

Saya penasaran dan ingin mencari tahu sebenarnya dari mana data didapat. Pasalnya penelepon mengetahui tidak hanya nomor ponsel nasabah bank, namun juga nama lengkap, alamat, dan tempat kerja atau kantor nasabah. Kebetulan saya sering menerima telepon spam tersebut.

Saya mendatangi sebuah kantor cabang bank BUMN (bank pemerintah) di Jawa Tengah. Saya tanyakan apa yang terjadi bahwa saya sering menerima telepon spam penawaran asuransi atau kartu kredit. Dari sumber yang saya dapat dari petugas Customer Service (CS) menerangkan bahwa nasabah yang menerima telepon spam tersebut adalah mereka yang mempunyai pinjaman atau kredit di bank. Namun, tak semua bank yang masuk pada daftar yang nasabahnya menerima telepon spam.

Hanya bank yang masuk pada daftar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saja yang nasabahnya menerima telepon spam. Bank yang dimaksud adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Pemerintah, Bank Swasta, Bank Campuran, maupun Bank Asing.

Menrut data dari Wikipedia, di Indonesia saat ini setidaknya terdapat 26 BPD, dan 5 Bank Pemerintah. Sementara untuk Bank Swasta terdapat 34 Bank Swasta Nondevisa dan 32 Bank Swasta Devisa. Terdapat 14 Bank Campuran dan 9 Bank Asing. Bank Campuran adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri. Jadi semua ada 120 bank.

Nasabah yang mempunyai kredit lancar tanpa ada kredit macet (meskipun hanya sebulan) yang menerima telepon spam. Hal ini karena semua bank yang sudah disebutkan di atas bisa mengkases data nasabah tersebut tersimpan di database Bank Indonesia (BI). Ini digunakan oleh pihak marketing kartu kredit dari bank-bank tersebut.

Paling tidak nasabah yang telah membayar angsuran kredit selama 12 bulan. Apa lagi jika kredit yang diajukan 100 juta rupiah ke atas dan lancar dalam pembayaran angsuran. Ini adalah sasaran empuk bagi marketing kartu kredit.

Jika Anda pernah menerima telepon penawaran kartu kredi kemudian asuransi, bisa saja perusahaan asuransi tersebut satu grup dengan bank penerbit kartu kredit yang menawarkan kepada Anda. Jika satu bank sudah Anda tolak, bisa saja masih ada 119 bank lagi yang akan menawarkan kartu kredit, belum lagi asuransi.

Jika Anda tak ingin menerima telepon spam, klik saja di sini supaya tidak ada lagi telepon spam yang tidak Anda inginkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: