Mengenal Radiofrequency Ablation Untuk Pengobatan Kanker Hati


IMG_20150609_060311Kanker adalah penyakit yang menjadi momok hampir semua penduduk di dunia ini. Ini sangat beralasan, kanker adalah penyakit silent killer. Tanpa sebab yang pasti, penderita bisa dinyatakan sebagai stadium 3 atau 4 begitu merasakan sakitnya. Termasuk juga dengan kanker hati (liver).

Karsinoma hepatoseluler (KHS) adalah salah satu jenis keganasan hati primer yang paling sering ditemukan dan banyak menyebabkan kematian. Dari seluruh keganasan hati, 80-90% adalah KHS. Dua jenis virus yang dapat dikatakan menjadi penyebab dari tumor ini adalah Virus Hepatitis B (HBV) dan Virus Hepatitis C (HCV).

Karsinoma hati primer dibedakan atas karsinoma yang berasal dari sel-sel hati (KHS), karsinoma dari sel-sel saluran empedu (karsinoma kolangioseluler), dan campuran dari keduanya. Karsinoma juga dapat berasal dari jaringan ikat hati seperti misalnya fibrosarcoma hati.

Secara makroskopis karsinoma hati dapat dijumpai dalam bentuk pertama, masif yang biasanya di lobus kanan, berbatas tegas, dapat disertai nodul-nodul kecil di sekitar masa tumor dan bisa dengan atau tanpa sirosis. Bentuk kedua adalah noduler, dengan nodul di seluruh hati. Bentuk ketiga adalah difus, seluruh hati terisi sel tumor.

Radiofrequency Ablation (RFA) adalah suatu metode invasif dalam mengangkat kanker hati tanpa pembedahan. RFA menggunakan panas untuk ablasi tumor. Ukuran maksimum dari array probe dapat dilakukan untuk zona nekrosis 7 cm, yang akan cukup untuk tumor berukuran 3-4 cm.

Metode ini bekerja membunuh sel kanker dengan cara mengalirkan listrik melalui frekuensi radio ke organ hati untuk melelehkan tumor. Di bawah panduan gambar imaging, dengan melalui tusukan jarum elektroda langsung ke dalam kanker, memasukkan generator pemanas, yang langsung membuat kanker meleleh.IMG_20150609_060323

Teknik ablation atau melelehkan kanker tepat pada sasaran, sehingga tidak menghasilkan efek samping yang merusak jaringan normal (hati).IMG_20150609_103102

Efektifitas RFA menggunakan panduan imaging, sasaran tepat, tidak perlu operasi, hanya dengan tusukan di bawah kulit dan bius lokal. Luka yang kecil, rasa sakit yang ringan, efek samping kecil, hasil efektif, pemulihan cepat, dan jangka waktu pengobatan pendek. Hasil pengobatan bagus, dapat mencapai hasil pengobatan yang sama seperti operasi.

Sumber: Informasi brosur RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: