KMA No 103 Tahun 2015 Solusi Guru Madrasah yang Bersertifikasi


KMA no 103 Th 2015Guru yang sudah bersertifikasi harus memenuhi jam mengajar 24 jam per minggu. Jika belum terpenuhi, maka Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak akan bisa diperoleh. Jika tidak bisa memenuhi 24 jam, maka guru harus diberikan tugas tambahan. Tugas tambahan tersebut ekuivalen dengan sejumlah jam tertentu.

Kebanyakan madrasah yang semula menggunakan Kurikulum 2013 (K13) kembali ke KTSP (2006). Dengan kembalinya ke KTSP, maka tak sedikit yang semula guru bisa memenuhi jam wajib 24 jam akhirnya tidak bisa memenuhi. Untuk mengatasi guru madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) ini pihak Kemenag memberikan solusi.

Melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 103 Tahun 2015 tertanggal 25 Mei 2015 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik bisa membuat guru madrasah bernapas lega. KMA ini bertujuan sebagai acuan bagi guru, kepala madrasah, penyelenggara pendidikan, pengawas madrasah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi dalam penghitungan beban kerja guru madrasah dan optimalisasi tugas guru madrasah.

Guru madrasah yang dimaksud adalah guru Raudhotul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Ketentuan KMA ini berlaku tidak hanya untuk guru PNS saja, namun juga guru bukan PNS yang sudah bersertifikasi.

Untuk guru MI, beban kerja guru kelas adalah satu kelas yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Dalam kondisi tertentu, misal kekurangan guru, seorang guru kelas diperbolehkan mengampu lebih dari satu kelas. Beban kerja guru mata pelajaran paling sedikit 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari pemerintah atau pemerintah daerah.

Beban guru bimbingan konseling (BK) mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala madrasah paling sedikit 6 jam tatap muka per minggu atau membimbing 40 peserta didik bagi kepala madrasah yang berasal dari guru BK.

Beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala madrasah paling sedikit 12 jam tatap muka per minggu atau membimbing 80 peserta didik bagi wakil kepala madrasah yang berasal dari guru BK. Beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai wali kelas paling sedikit 22 jam tatap muka per minggu.

Beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan, kepala laboratorium, kepala bengkel, atau kepala unit produksi pada MAK, dan guru pembimbing khusus pada madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inkuisi atau pendidikan terpadu (madrasah berasrama) paling sedikit 12 jam tatap muka per minggu. Sementara beban guru yang diberi tugas tambahan sebagai guru piket paling sedikit 23 jam tatap muka per minggu.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bisa mengajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, atau Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Untuk guru Al-Qur’an Hadis bisa mengajar Akidah-Akhlak, Fikih, SKI, Tafsir-Ilmu Tafsir, atau Hadis-Ilmu Hadis. Guru Akidah-Akhlak bisa mengajar Al-Qur’an Hadis, Fikih, SKI, Ilmu Kalam, atau Tasawuf. Untuk guru Fikih bisa mengajar Akidah-Akhlak, Al-Qur’an Hadist, SKI, Fikih-Ushul Fikih, Qawaid-Fiqhiyah, atau Tarikh-Tasyri’. Sementara guru SKI bisa mengajar Al-Qur’an Hadis, Akidah-Akhlak, atau Fikih.

Kriteria tugas tambahan yang disetarakan adalah MTs dan MA yang mempunyai paling sedikit 9 rombongan belajar (rombel) dapat mengangkat paling banyak 4 wakil kepala madrasah. Untuk wakil kepala pada RA dan MI tidak dihitung sebagai tugas tambahan. Sementara jumlah ketua program keahlian dalam satu madrasah paling banyak sama dengan jumlah program keahlian yang dimiliki oleh madrasah yang bersangkutan.

Jumlah kepala laboratorium untuk tiap madrasah menyesuaikan dengan banyaknya jenis laboratorium yang dimiliki. Untuk kepala perpustakaan atau kepala laboratorium dapat disetarakan dengan kepala perpustakaan atau kepala laboratorium yang memiliki sertifikat kompetensi untuk bidang tersebut.

Kegiatan pembelajaran ko-kurikuler dapat diperhitungkan sebagai jam tatap muka. Kegiatan harus dilaksanakan secara terstruktur, terjadwal, dan klasikal. Guru pembimbing adalah guru mata pelajaran terkait dan ditetapkan oleh kepala madrasah melalui Surat Keputusan (SK). Setiap kegiatan ko-kurikuler disetarakan dengan 2 jam tatap muka per minggu untuk kegiatan yang diikuti oleh paling sedikit 15 siswa per kelompok dan setiap kelompok dibimbing oleh seorang.

Kegiatan yang termasuk ko-kurikuler antara lain bimbingan baca tulis Al-Qur’an untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, bimbingan kaligrafi Arab untuk mata pelajaran Bahasa arab. Bimbingan juga untuk seni tari, drama/teater, atau seni pertunjukan untuk mata pelajaran Seni dan Budaya.

Kegiatan ekstra kurikuler yang yang dapat diperhitungkan 2 jam tatap muka per minggu adalah pramuka, OSIS, PMR, Olimpiade, KIR, olahraga, kesenian, keagamaan Islam, Paskibra, pecinta alam, jurnalistik atau fotografi, UKS, dan kewirausahaan. Kegiatan ekstra kurikuler ini harus diikuti paling sedikit 15 siswa setiap jenis dan bisa dibimbing oleh seorang guru. Jika satu jenis kegiatan ekstra kurikuler diikuti oleh lebih dari 50 siswa, dapat dibimbing oleh 2 guru pembimbing dan selanjutnya berlaku kelipatannya. Setiap guru hanya dapat membimbing paling banyak 2 jenis kegiatan ekstra kurikuler.

2 responses

  1. saya mengajar di MI Akidah Akhlak dan Al quran hadis, Ijazah saya S1 PAI apa relevan dan bisa sertifikasi?

    1. Anda datang saja ke kantor Mapenda tempat Anda mengajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: