Mendeteksi Penyakit dari Napas


Foto: wikihow.com

Foto: wikihow.com

Individu yang masih hidup pasti bernapas, termasuh juga dengan manusia. Ternyata, cara bernapas seseorang bisa diketahui penyakit apa yang diderita. Napas Anda bisa menjadi penentu penting dari kesehatan Anda. Mendiagnosa berbagai kondisi kesehatan melalui bau napas Anda ternyata sudah ada sejak era Hippocrates. Bahkan teknik ini digunakan untuk mendiagnosa masalah kesehatan melalui bau napas.

Dikutip dari Bold Sky, saat ini dokter melakukan lebih banyak pekerjaan dalam mencari tahu proses diagnosis napas. Mereka telah melalukan banyak metode untuk mengevaluasi kesehatan seseorang melalui bau napasnya. Bau napas dapat digunakan untuk mendiagnosis fakta bahwa terdapat zat kimia dalam mulut Anda ketika Anda menderita suatu penyakit.

Misalnya penderita diabetes memiliki bau napas yang aneh. Ketika diabetes mencapai stadium lanjut maka pemecahan protein otot dan lemak terjadi yang mengakibatkan akumulasi badan keton dalam darah penderita diabetes. Badan keton ini menyebabkan bau mulut karakteristik, kerusakan otak dan koma. Ketika kondisi oral seperti penyakit gusi, radang amandel, rongga gigi, retak tambalan, dll dikesampingkan maka bau mulut Anda memiliki beberapa alasan yang mendasarinya. Ini bisa menjadi sinyal kerusakan ginjal, kerusakan hati, penyakit jantung, diabetes, penyakit perut dll.

Berikut ini penjelasan bau napas dikaitkan dengan beberapa penyakit tertentu.

Gagal ginjal
Napas berbau amis bisa menjadi indikasi gagal ginjal. Amonia terakumulasi dalam darah memiliki bau khas yang keluar melalui napas. Amonia adalah produk limbah beracun dikeluarkan melalui urin. Ketika ginjal tidak bekerja, tidak diekskresikan dan terakumulasi dalam darah.

Asam reflux
Dalam kondisi ini, asam yang dihasilkan dalam perut bergerak ke atas ke dalam pipa makanan (esofagus) dan juga ke mulut. Refluks asam ini menyebabkan keterlambatan pencernaan makanan dalam lambung yang kemudian mulai membusuk menyebabkan bau busuk yang bisa dirasakan melalui nafas. Jadi napas Anda dapat mengungkapkan gastro intestinal track (GIT) penyakit Anda.

Infeksi saluran pernapasan
Infeksi seperti asma, bronkitis dan sinusitis menyebabkan bau busuk di napas. Lendir bakteri terakumulasi dalam paru-paru dan saluran pernapasan menyebabkan bau khas di napas.

Kegemukan
Telah terbukti melalui penelitian bahwa bau napas Anda bisa menunjukkan kecenderungan peningkatan berat badan. Orang yang memiliki konsentrasi tinggi gas hidrogen dan metana dalam napas mereka beresiko lebih mendapatkan obesitas daripada orang yang memiliki konsentrasi rendah dari gas-gas ini.

Diabetes
Orang yang menderita diabetes memiliki bau napas yang khas menyerupai bau buah. Ini adalah kondisi yang sangat serius dan menunjukkan bahwa keton beracun sedang terakumulasi dalam darah. Keton menyebabkan bau ini yang terbentuk karena pemecahan yang tidak terkendali lemak dan protein otot.

Alergi
Hidung tersumbat dan pengap juga menyebabkan bau mulut. Ketika hidung tersumbat Anda bernapas melalui mulut. Hal ini menyebabkan mulut kering sehingga pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Bakteri di dalam mulut Anda dapat menyebabkan bau busuk.

Gagal Jantung
Sebuah analisis napas dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit jantung. Sampel napas diambil dan diperiksa untuk beberapa senyawa volatil untuk mendeteksi penyakit jantung. Hal ini dilakukan dengan teknik yang disebut napas cetak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: