Om yang Bukan Paman, Tante yang Bukan Bibi


Ilustrasi, foto: aryaprayasa.com

Ilustrasi, foto: aryaprayasa.com

Seorang remaja putra ingin ke rumah temannya. Tiba di rumah temannya bertemu dengan ayah dari temannya tersebut. Remaja tersebut berkata pada ayah temannya seperti ini: “Om, Andinya ada?” Jika remaja tersebut bertemu dengan ibu dari temannya, maka ia berkata: “Tante, Andinya ada?”

Kalimat di atas sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Meskipun kelihatannya sudah akrab di telinga kita, namun sebenarnya tidak benar. Pertama, kata “Andinya” sebaiknya diganti dengan “Andi” tanpa ada akhiran nya. Kedua, kata Om dan Tante sebenarnya kurang tepat digunakan. Sebaiknya menggunakan kata Pak atau Bu. Namun, kata Pak atau Bu jarang digunakan di kalangan remaja.

Penggunaan kata sapaan Om dan Tante tersebut banyak digunakan oleh orang muda memanggil ke yang lebih tua. Biasanya digunakan oleh remaja untuk menyapa kepada orang yang sudah menikah atau berkeluarga. Ada juga digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga, namun keluarga muda kepada orang yang sudah menikah yang usianya lebih tua.

Kata sapaan Om dan Tante ini sering digunakan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar. Banyak digunakan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka yang menggunakan sapaan Om dan Tante ini dalam keseharian menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk berkomunikasi.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman, kata sapaan Om dan Tante juga cepat menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Berbagai alasan mengapa kata sapaan Om dan Tante lebih sering digunakan anak muda dari pada kata sapaan “Bapak” atau “Pak” dan “Ibu” atau “Bu”.

Kata Om awalnya adalah sapaan untuk memanggil paman. Kata Om ini digunakan untuk memanggil kakak atau adik laki-laki dari ayah atau ibu dari orang yang memanggil. Ini adalah makna yang sebenanrnya. Kata “paman” di Indonesia jarang digunakan, terutama di kota-kota besar. Mereka lebih suka memanggil dengan kata “Om”.

Sementara kata Tante adalah sapaan untuk memanggil bibi. Kata Tante ini digunakan untuk memanggil kakak atau adik perempuan dari ayah atau ibu orang yang memanggil. Namun, kata sapaan bibi untuk di Indonesia juga jarang sekali digunakan, terutama di kota-kota besar.

Anak meniru orang tuanya

Kata Om dan Tante sepertinya berubah makna tidak hanya berarti paman dan bibi saja. Hal ini terjadi karena peran orang tua jaman sekarang yang sering mengajarkan kepada anaknya cara memanggil dengan kata Om atau Tante.

Sebagai contoh orang tua memanggil Om untuk memperkenalkan teman kepada anaknya. Kalimat yang diucapkan orang tua kepada anaknya seperti ini: “Andi, kenalkan ini Om Rudi, teman kantor papa yang kemarin papa ceritakan itu.” Meskipun Rudi bukan paman Andi, ayah Andi menggunakan kata Om untuk menyebutnya. Karena ayah Andi sudah menyebut dengan kata Om, maka Andi juga mengikuti apa yang dikatakan ayah Andi. Ini yang dikatakan Andi kepada Rudi: “O, ini yang namanya Om Rudi. Senang bertemu dengan Om Rudi.”

Contoh lain orang tua yang memanngil Tante untuk memperkenalkan teman kepada anaknya. “Nita, ini Tante Ani yang dinobatkan sebagai manajer terbaik di kantor mama kemarin.” Meskipun Ani bukan bibi dari Nita, tapi ibu Nita tetap memberi contoh memanggil dengan sapaan Tante. Nita pun meniru apa yang diucapkan ibunya dengan mengatakan sebagai berikut: “Ini Tante Ani yang menjadi manajer terbaik itu. Semoga saya bisa seperti Tante Ani.”

Meniru dari media

Peran media saat ini luar biasa, dengan adanya media apapun bisa sebagai bahan pembelajaran bagi siapa saja, termasuk cara memanngil. Ini terutama ditiru oleh anak muda. Cara memanggil dengan sapaan Om dan Tante ditiru oleh anak muda dari media seperti televisi. Televisi adalah media yang paling berperan bila dibandingkan dengan media yang lain.

Cara memanggil dengan kata Om dan Tante ini banyak ditiru anak muda terutama pada sinema elektronik (sinetron). Sinetron-sinetron remaja dengan adegan antara anak muda dengan orang dewasa sering menggunakan kata Om dan Tante. Ini yang akhirnya ditiru oleh anak-anak muda saat ini.

Memanggil orang dewasa yang belum dikenal

Kata sapaan Om dan Tante juga sering digunakan untuk memanggil orang dewasa yang belum dikenal. Cara pemanggilan dengan sapaan Om dan Tante ini terutama dari anak muda atau remaja. Meskipun sebenarnya lebih baik digunakan kata Pak atau Bu, namun kata Om dan Tante lebih populer digunakan anak muda dan remaja.

Panggilan khusus untuk Tante

Kata Tante sering juga digunakan untuk memanggil wanita setengah baya yang suka bersenang-senang dengan pria. Ada yang menyebutnya dengan ‘Tante Girang’. Panggilan khusus ini tidak bisa disamakan dengan arti bibi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: