Hati-hati Jika Ada Orang Tanya Nama Pemilik Rumah Tetangga


Ilustrasi, foto: beritasatu.com

Ilustrasi, foto: beritasatu.com

Kejahatan saat ini semakin banyak modusnya. Korban tidak hanya dari orang yang berada di jalan seperti yang saat ini lagi marak yaitu begal, namun juga sampai ke pemukiman. Para pelaku kejahatan yang akan saya paparkan di sini bermodus tanya nama pemilik rumah.

Orang akan bertanya alamat tinggal seseorang untuk mencari tahu keberadaan keluarga, saudara, teman, atau kerabat lainnya. Orang yang bertanya tentang tempat tinggal biasanya sudah mempunyai catatan alamat, namun arah atau jalan menuju tempat tinggal yang belum tahu.

Sumber dari sebuah keluarga di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat berikut ini adalah korban kejahatan dengan modus bertanya nama pemilik rumah. Sebuah keluarga sebut saja keluarga Dudung (bukan nama sebenarnya) adalah keluarga yang tiap hari bekerja dari sekiatar pukul 06.30 sampai 15.00 dari Senin sampai Sabtu. Sang suami Pak Dudung dan Ibu Dudung atau yang biasa disapa Ibu Bunga (bukan nama sebenarnya) sama-sama bekerja kantoran. Sementara kedua anaknya berada di luar kota, yang satu kuliah dan yang lainnya sudah berkeluarga. Jadi tiap jam kerja rumah selalu kosong.

Suatu saat pada sekitar pukul 10.00 ada dua orang yang berusaha masuk ke rumah Pak Dudung. Aksi tersebut diketahui tetangganya. Seorang tetangga sebelah Pak Dudung bertanya: “Bapak-Bapak ini siapa? Ada apa kok mau masuk rumah Pak Dudung?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh salah seorang pelaku: “Kami teman kantor Pak Dudung, tadi ada yang harus diambil di rumah Pak Dudung. Pak Dudungnya saat ini sedang ada rapat penting, jadi mengutus kami.” Kemudian pelaku juga bisa menyebut nama istri Pak Dudung, serta pekerjaan dan alamat kerja Ibu Bunga. Pelaku juga bercerita sedikit tentang anak-anak Pak Dudung saat ini berada.

Karena para pelaku dengan fasih menyebut Pak Dudung beserta alamat kantornya serta Ibu Bunga beserta alamat kantornya, dan anak-anak pak Dudung, maka tetangga tersebut tidak curiga sama sekali. Akhirnya tetangga Pak Dudung pergi meninggalkan para pelaku yang langsung masuk ke rumah Pak Dudung.

Para pelaku akhirnya dengan bebas mengambil barang-barang yang ada di rumah Pak Dudung. Barang yang diambil bukan barang-barang yang besar seperti kulkas, tv, dll, namun barang yang mudah dibawa tanpa dicurigai orang. Pelaku membawa sejumlah uang dan perhiasan emas dari rumah Pak Dudung.

Sekitar pukul 15.00, Ibu Bunga sampai rumahnya. Begitu ia mau memasukkan kunci rumah ternyata pintu tidak dikunci, namun pintu dalam keadaan tertutup. Ibu Bunga mengira jika Pak Dudung sudah pulang duluan, jadi tidak curiga. Namun, begitu masuk ke kamar alangkah terkejutnya karena brankas yang berisi uang serta perhiasan semua raib. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib. Tetangga pun berdatangan, termasuk tetangga sebelah yang bertanya kepada pelaku.

Rumah Pak Dudung masuk ke kompleks sekitar 50 m dari jalan raya. Seorang tetangga Pak Dudung yang berada di depan kompleks mengatakan jika sekitar dua minggu sebelum kejadian ada seorang yang bertanya tentang alamat rumah Pak Dudung. Tak seperti orang yang bertanya alamat yang selayaknya. Jika orang yang bertanya alamat biasanya sudah mengantongi nama dan catatan alamat orang yang dituju, namun tidak dengan yang ini. Orang tersebut menanyakan nama orang yang mempunyai rumah dengan pohon mangga di sampingnya. Rumah Pak Dudung memang satu-satunya rumah dengan pohon mangga di samping rumah, yang lain tidak ada pohon mangga di kompleks tersebut.

Selain menanyakan nama pemilik rumah yang belakangan diketahui rumah Pak Dudung, seorang pelaku juga menanyakan apa pekerjaan Pak Dudung dan alamat kantornya. Tak hanya itu saja yang ditanyakan pelaku, istri Pak Dudung, apa pekerjaan dan alamat pekerjaannya juga ditanyakan. Nama dan dimana anak Pak dudung juga ditanya.

Pada saat bertanya memang pelaku tidak membawa catatan, namun pelaku membawa smartphone. Ternyata smartphone tersebut digunakan pelaku untuk mencatat data-data yang telah diperoleh dari tetangga Pak Dudung yang berada di kompleks paling depan.

Sumber saya terpisah juga dari daerah Jawa Tengah, namun sangat jauh dari rumah Pak Dudung. Sumber saya yang kedua seorang ibu rumah tangga dari daerah Solo Raya. Nama sumber yang kedua ini saya samarkan Ibu Melati (bukan nama yang sebenarnya).

Sekitar pukul 10.00 seorang lelaki berusia sekitar 30 tahunan bertanya kepada Ibu Melati. Kompleks tempat tinggal Ibu Melati memang sepi pada saat jam kerja. Rumah Ibu Melati sekitar 20 m dari jalan raya. Ibu Melati di depan rumah karena menunggu tukang sayur yang biasa keliling di kompleksnya.

Pertanyaan yang dilontarkan pelaku kepada Ibu Melati adalah ada berapa orang di kompleks tersebut yang pensiunan PNS, TNI, atau Polri. Kemudian pelaku juga bertanya nama pemilik rumah tingkat berlantai dua yang berpagar hitam tetangga Ibu Melati. Karena merasa ada yang aneh, maka Ibu Melati balik bertanya kepada pelaku. “Ada apa Bapak bertanya tentang yang pensiun, emangnya Bapak ini siapa?” Terus Ibu Melati juga tak kehabisan akal, ia pun bertanya lagi kepada pelaku “Kalau Bapak bertanya alamat tentu sudah tahu nama orangnya, tapi kalau Bapak bertanya nama pemilik rumah tingkat yang berpagar hitam yang bagus itu berarti ada apa-apanya?” Untuk mengusir pelaku Ibu Melati bertanya lagi kepada pelaku: “Bapak ini mau merampok ya? Bapak mau bertanya alamat atau menyelidiki?” Akhirnya pelaku kabur dengan motor metiknya.

Dari kedua sumber saya tadi dapat kita simpulkan bahwa modus pelaku adalah menanyakan tentang nama pemilik rumah, bukan bertanya alamat. Jika orang biasanya bertanya alamat sudah mengetahui nama orangnya dan catatan alamat, namun yang ini tidak demikian. Pelaku menanyakan nama orang yang memiliki rumah yang bagus sebagai targetnya. Semua data tentang pemilik rumah seperti nama pemilik rumah, nama istri, pekerjaan dan alamatnya, serta nama anak dan di mana anaknya ditanyakan. Pelaku akan kembali beberapa hari sampai satu bulan dengan mempelajari kebiasaan kapan target meninggalkan rumah. Jika dirasa sudah cukup data maka pelaku melancarkan aksinya.

Jadi jika ada orang yang pura-pura menanyakan alamat tetangga kita, namun orang yang bertanya belum tahu nama pemilik rumah, maka usir saja, bisa jadi itu adalah modus baru perampokan. Apalagi jika tetangga yang ditanya nama pemilik rumah tersebut adalah orang kaya, itu bisa dipastikan modus perampokan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: