Ini Alasan Orang Sering Panggil ‘Mbak’ dan ‘Mas’


ilustrasi, "Mbak, saya mau pesan makanan", foto: gofaztrack.com

ilustrasi, “Mbak, saya mau pesan makanan“, foto: gofaztrack.com

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita mengucapkan kata-kata yang artinya belum begitu kita pahami. Kita mengikuti saja apa yang orang katakan. Hal ini kita lakukan karena sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan tersebut akhirnya berkembang menjadikan kata-kata tersebut seolah-olah menjadi benar. Meskipun memang tidak salah, namun kata-kata tersebut menyimpang dari makna dasarnya. Termasuk dalam menggunakan kata sapaan Mas dan Mbak.

Sebagai contoh, jika Anda ke ke toko mengucapkan kalimat seperti ini kepada pelayan perempuan: “Mbak, tolong ambilkan tas yang warna cokelat itu.” Atau Anda mengucapkan kepada pelayan laki-laki seperti ini: “Mas, berapa harga mangga per kilonya?” Jika Anda pergi ke restoran dan ingin memesan makanan. Anda mengatakan: “Mbak, saya mau pesan makanan.”

Kata sapaan atau panggilan Mbak dan Mas yang disebutkan pada kalimat di atas sebenarnya sudah menyimpang dari makna dasarnya. Menurut KBBI online, kata Mbak artinya kata sapaan terhadap wanita yang lebih tua di daerah Jawa. Sedangkan kata Mas artinya kata sapaan untuk saudara tua laki-laki atau laki-laki yang dianggap lebih tua.

Kemajuan jaman telah menyebabkan pergeseran makna dalam menggunakan kata sapaan Mbak dan Mas. Berikut ini alasan kenapa orang-orang saat ini sering memanggil dengan kata sapaan Mbak atau Mas.

Silsilah keluarga di Jawa

Silsilah keluarga di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta berbeda dengan di daerah lain. Kata Mas dan Mbak digunakan untuk adik memanggil kepada kakak sekandung. Selain itu, kata Mas digunakan untuk memanggil anak laki-laki paman atau bibi (Pakde=paman dan Bude=bibi), dimana paman atau bibi adalah kakak dari ibu atau ayah dari anak yang memanggil dengan kata Mas tadi. Begitu juga dengan kata Mbak diucapkan untuk memanggil kepada anak perempuan paman atau bibi.

Jika kebanyakan orang memanggil kata Mas atau Mbak kepada orang yang lebih tua umurnya, tidak demikian dengan di Jawa. Meskipun umurnya jauh lebih tua dari anak paman (Pakde) atau bibi (Bude) tetap memanggil anak paman atau bibi dengan sebutan Mas atau Mbak.

Kebiasaan di masyarakat

Seperti pada ilustrasi kalimat di atas, kebiasaan memanggil kata Mas dan Mbak kepada penjual atau pelayan adalah karena kebiasaan di masyarakat kita. Tak sedikit yang memanggil dengan sapaan Mas atau Mbak kepada orang umurnya lebih tua ke yang lebih muda. Awalnya ini terjadi di daerah Jawa, namun berkembang di hampir daerah di Indonesia. Hal ini karena Suku Jawa Banyak tersebar di hampir daerah di negara kita ini.

Tidak mengetahui nama orang yang dipanggil

Jika Anda pergi ke sebuah toko, bandara, atau tempat-tempat umum yang lain, Anda akan mendengar kata sapaan Mbak dan Mas. Kedua kata ini diucapkan dari orang yang belum mengetahui nama yang dipanggil. Dari pada salah menyebut nama seseorang, lebih baik digunakan kata Mbak utuk menyebut perempuan dan Mas untuk menyebut laki-laki yang dipanggilnya.

Menghormati orang yang dipanggil

Bangsa Indonesia dikenal karena sopan santunnya kepada orang lain. Kebanyakan orang Indonesia, terutama Suku Jawa dimanapun berada akan lebih nyaman unuk menggunakan kata Mbak atau Mas. Hal ini dilakukan karena menghormati orang yang dipanggil. Kata Mbak atau Mas digunakan didepan nama orang yang dipanggil. Sebagai contoh kalimat: “Mas Budi nanti ke rumah ya, keluarga saya ada syukuran.” Atau contoh lain: “Mbak Lina alamatnya di mana ya?

Menyenangkan orang yang dipanggil

Kata sapaan Mas dan Mbak diucapkan juga untuk membuat senang orang lain. Jika Anda memanggil dengan sebutan Mbak atau Mas, maka orang yang Anda panggil akan lebih senang dari pada hanya disebut nama panggilannya saja. Contoh: “Mbak Indri, tolong ambilkan tas saya di meja itu ya?” Kalimat tersebut akan lebih nyaman dan menyenangkan orang yang dipanggil untuk dimintai bantuan dari pada kalimat ini: “Indri, tolong ambilkan tas saya di meja itu ya?

Kebiasaan memanggil dengan sapaan Mbak dan Mas ini di Jawa tidak hanya berlaku di publik saja, namun berkembang di dunia pendidikan. Survei saya di berbagai sekolah di Jawa Tengah, tak sedikit guru yang memanggil muridnya dengan sapaan Mas atau Mbak diikuti nama panggilannya.

Supaya diikuti
Kata sapaan Mbak dan Mas juga diucapkan dari orang tua kepada anaknya yang lebih besar. Sapaan Mbak atau Mas diucapkan orang tua di depan anaknya yang lebih muda, supaya punya kebiasaan memanggil kakaknya dengan sapaan Mbak untuk anak perempuan yang lebih tua dan Mas untuk anak laki-laki yang lebih tua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: