Ikan Bakar Tahun Baru


IMG_20141231_195711Di penghujung tahun banyak orang mempersiapkan untuk menyambut tahun baru. Berbagai cara orang menyambut dan merayakan tahun baru. Banyak orang menyambut tahun baru dengan kembang api, menonton konser, dan pawai. Tempat-tempat keramaian seperti alun-alun yang merupakan pusat kota biasanya dipadati oleh mereka yang tak ingin melewatkan tahun baru. Tradisi ini diturunkan kepada anak dan cucu dari tahun ke tahun. Kemeriahan tahun baru memang sangat menggema di seluruh penjuru dunia.

Namun, tak sedikit yang menyambut tahun baru dengan perayaan yang tidak gemerlap. Ada yang merenung di tempat ibadah, mengevaluasi diri apa yang telah di perbuat dan apa yang ingin diharapkan di tahun yang akan datang.

Ada juga yang merayakan tahun baru dengan kesederhanaan, namun bisa membuat keluarga menjadi senang. Tak harus pergi jauh ke tempat keramaian untuk merayakan tahun baru. Tak harus berhura-hura menghabiskan uang untuk merayakan pergantian tahun. Cukup di rumah saja bersama keluarga dengan mengadakan acara sederhana.

Seperti yang kami lakukan sekeluarga merayakan pergantian tahun 2014 ke 2015 dengan membuat acara keluarga sederhana. Kebetulan ada keluarga dari luar kota yang datang. Mereka sengaja mengambil cuti tahunan untuk bisa merayakan tahun baru bersama keluarga besar.

Kami merayakan pergantian tahun dengan acara bakar ikan. Ikan yang kami bakar adalah ikan tawar. Kami memancingnya dari pasar tradisional alias membelinya, karena kalau mancing di sungai atau di waduk (danau) belum tentu mendapatkan banyak sesuai yang kami inginkan, belum lagi hujan.

Pagi-pagi pada Rabu (31/12) kami sudah pergi ke sebuah pasar tradisional. Kami pergi pagi-pagi benar sekitar pukul 06.00 supaya mendapatkan ikan yang masih segar, dan banyak. Karena kalau sudah siang biasanya ikan sudah habis. Ikan yang kami beli adalah kakap, lele, dan patin. Ikan-ikan ini sangat cocok dibakar untuk acara menyambut tahun baru.

Setelah mendapatkan ikan yang kami inginkan, kami pulang dan membersihkannya. Ikan yang sudah bersih kemudian dilumuri dan direndam dalam bumbu yang khas yang kami buat sendiri. Bumbunya sederhana saja, jeruk nipis dibalutkan pada ikan satu-per satu supaya tidak amis. Jahe, bawang merah, bawang putih, dan garam dihaluskan kemudian dioleskan pada ikan dan sebagian direndamkan pada ikan. Ini adalah bumbu rahasia kami jika bakar ikan. Pekerjaan ini selesai kami lakukan sekitar pukul 10.00 pagi. Setelah ikan tercampur semua dengan bumbu baru ikan kami masukkan ke dalam kulkas.
IMG_20141231_195743Kami baru memulai untuk persiapan memanggang sekitar pukul 19.00. karena banyaknya ikan, maka kami butuh dua tempat memanggang dan butuh dua kantong plastik besar arang untuk memanggang ikan. Setelah bara arang menyala baru ikan satu per satu dipanggang sambail dikipasi. Untuk hasil dan rasa ikan yang lezat jangan gunakan minyak tanah atau bensin pada saat membuat bara arang. Untuk ikan patin kami potong menjadi tiga bagian karena terlalu besar jika sekali dipanggang. Setengah matang ikan dipanggang diolesi dengan kecap dan dibolak-balik sampai ikan matang.

Bumbu yang sudah direndam dengan ikan dari pagi membuatnya merasuk ke seluruh bagian ikan, sehingga rasanya sangat mantap. Sekitar dua jam kami memanggang ikan. Namun, di sela-sela memanggang, anak-anak yang sudah tak sabar bisa terlebih dahulu makan hasil panggangan ikan kami. Sekitar pukul 21.30 semua ikan sudah kami panggang. Saatnya mempersiapkan yang lain, seperti nasi, lalapan, dan sambalnya. Nasi yang pulen dan masih hangat membuat perut ini tak sabar lagi ingin makan ikan bakar. Apa lagi sambalnya yang pedas membuat lidah makin bergoyang. Meskipun harga cabai lagi pedas, namun tidak mengurangi rasa pedas sambal kami. Kami beli cabai merah keriting per ons (100 gram) 10 ribu, sedangkan untuk cabai rawit 12 ribu, pedas banget harganya.

Sambal yang kami buat sederhana saja, cabai merah keriting dan cabai rawit dicampur dengan bawang putih dan garam terus ditumbuk. Tak lupa tambahkan gula sedikit. Setelah ditumbuk kemudian sambal ditumis sebentar dengan sedikit minyak goreng. Untuk lalapan kami sediakan daun kemangi, petai, kubis, dan daun singkong yang sudah direbus (orang Bangka bilang pucuk ubi).

Setelah selesai persiapan, kami makan bersama. Namun ada yang makan nanti pada saat menjelang pukul 00.00. meskipun sederhana, namun acara menyambut tahun 2015 sangat mengesankan. Tak hanya keluarga besar kami saja yang ikut menikmati ikan bakar ini. Para tetangga yang datang juga wajib makan.

Selamat tahun baru 2015, semoga apa yang kita inginkan di tahun 2015 ini terwujud. Kita evaluasi pada tahun 2014, semoga kesalahan yang telah lalu tidak terulang lagi. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua. Bagaimana dengan perayaan menyambut tahun baru Anda?

Iklan

4 responses

  1. wow itu ikanya boleh kah di bagi2 kesini 😀

    1. Emang Salman ada di mana? Ke sini aj biar tambah rame.

  2. Kalau saya masak ikan bakar lebih mantap ditemani sambal kecap yang rasanya pedas manis… Baru selesai dibakar bisa langsung diserbu sampai ludess..hi..hi..

  3. Ikan bakarnya sedap banget nih mas. apalagi kalau pakai lalapan ya ? he,,he, he,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: