Apa Susahnya Mencantumkan Kolom Agama di KTP?


IMG_20141108_114010Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan paspor adalah identitas pribadi yang legal atau diakui negara. Dengan adanya identitas pribadi, diharapkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan cepat segera teratasi oleh pihak yang berwajib.

KTP adalah identitas pribadi yang harus dipunyai oleh warga negata Indonesia yang sudah berumur 17 tahun atau sudah kawin. Dengan adanya KTP, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kependudukan akan diberlakukan kepada pemegang KTP.

KTP tidak hanya sekedar kartu yang dipakai untuk hiasan atau pelengkap manakala bepergian saja. Tujuan dibuatnya KTP yang paling utama berkaitan dengan hak dan kewajiban pribadi pemegang KTP. Sebagai contoh jika seseorang ingin mengurus SIM, maka KTP diperlukan, karena ini berkaitan dengan alamat tempat tinggal orang yang akan membuat SIM. Tak hanya itu saja, orang yang akan menikah, untuk pergi ke Kantor Urusan Agama (KUA) harus mendaftarkan dengan membawa KTP. Petugas KUA akan mendaftar mengenai alamat, jenis kelamin, dan agama.

Pentingnya pencantuman agama di sini adalah untuk urusan pernikahan pasti harus sesuai dengan agama yang dianut oleh calon kedua pengantin. Peraturan di Indonesia tidak diperbolehkan nikah dengan orang yang berbeda agama. Peraturan ini bagus, karena akan melindungi bagi calon mempelai berdua. Data agama juga untuk mempermudah petugas dalam administrasi pada KUA yang nantinya berguna untuk mempersiapkan tata cara pernikahan.

Menterian Dalam Negri (Mendagri) Tjahyo Kumolo membuat pernyataan jika warga negara boleh tidak mengisi kolom agama pada KTP. Agama yang diakui di Indonesia ada enam, yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Alasannya mengakomodir WNI yang mempunyai kepercayaan dan tidak beragama sesuai dengan keenam agama yang diakui oleh pemerintah.

Jika hal ini terjadi, maka bisa saja disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh orang yang akan mau kawin beragama A, namun karena calonnya beragama B, maka ia bisa saja bilang beragama B hanya karena ingin menikahi calon pasangannya. Begitu sudah menikah dengan tatacara agama B, maka suami atau istrinya tadi dipaksa masuk ke agama A. Hal ini sudah banyak terjadi. Orang tua yang anaknya nikah demikian, agama hanya dibuat alat bisa menikah saja akan merasa sedih dan bahkan tak jarang bisa merenggangkan atau memutus jalinan keluarga. Keluarga dari pengantin yang beragama B sudah ditipu.

Tak hanya itu saja, hal yang mungkin terjadi dengan kosongnya kolom agama pada KTP adalah jika seseorang mengalami kecelakaan dan meninggal. Polisi menemukan KTP korban, namun tidak ada agama apa pada kolom agama. Pada hal ia adalah warga baru di sebuah pemukiman, para tetangga belum mengetahui agama dia. Terus apa yang harus dilakukan oleh warga untuk upacara pemakamannya. Atau jika yang meninggal tersebut orang dari daerah lain dan kebetulan tidak punya saudara lagi di tempat asalnya. Tidak mungkin tata cara pemakaman dengan menggunakan keenam agama yang diakui di Indonesia, harus salah satu saja. Jika tidak ada yang mengetahui, apakah dikuburkan seperti kalau mengubur binatang yang mati dengan tidak adanya upacara sesuai dengan agama tertentu.

Bangsa ini bukan bangsa Barat yang liberal. Bangsa Indonesia adalah orang Timur yang sangat menjunjung nilai-nilai budaya dan agama yang dianutnya. Berbeda dengan orang Barat yang menganggap agama adalah urusan pribadi, sehingga tidak ada pelajaran agama di sekolah. Apa beratnya mencantumkan kolom agama? Apa susahnya mencantumkan kolom agama? Sebaiknya mendagri berpikir ulang dulu sebelum memutuskan hal ini. Mendagri harus juga memikirkan dampak negatif dari pengosongan pada kolom agama di KTP.

Iklan

One response

  1. sangat disayangkan memang mas, dasar negara kita padahal sudah jelas yaitu PANCASILA. Jika itu karena tuntutan ham, maka tidak relevan. kasihan para pahlawan dan penggagas dasar negara kita yang sudah capek-capek berkorban jiwa raga selama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: