Nasi Goreng Kerang Mutiara Hijau, Nomor Urut 1 Juara 1


nasgor1Nasi goreng adalah salah satu kuliner khas Indonesia. Tahun 2011 melalui poling di situs CNN Travel yang merilis 50 makanan terenak di dunia, nasi goreng khas Indonesia menjadi makanan nomor 2 terenak di dunia, setelah rendang. Berbagai inovasi nasi goreng menambah khasanah kuliner Nusantara. Mungkin bagi Anda penggemar nasi goreng sudah pernah makan berbagai jenis nasi goreng. Nasi goreng ati ampela, nasi goreng petai, nasi goreng cumi, dll adalah nasi goreng spesial yang sering dijadikan menu andalan pada rumah makan atau restoran yang menyajikan menu nasi goreng.

Pada HUT RI yang ke-69 kali ini saya mengikuti sebuah lomba yang unik. Saya mewakili dari kantor saya Kemenag, MTs Negeri Pedan, Klaten, Jawa Tengah. Lomba ini memang untuk peringatan tujuhbelasan. Lomba yang diberi nama “Masak Nasi Goreng Bapak-Bapak” ini memang dikhususkan bagi peserta laki-laki yang sudah beristri dan mewakili instansi baik negeri maupun swasta di kota Kawenadan Pedan (kecamatan Pedan).

Awalnya saya ragu-ragu untuk mengikuti lomba ini. Saya pikir yang jadi saingan saya adalah mereka yang jago masak semua. Namun, satu hari menjelang lomba saya beranikan diri untuk niat mengikutinya. Lomba yang hanya berbiaya maksimal 25 ribu rupiah ini akhirnya didukung oleh teman-teman kantor saya. Saya akhirnya mencari bahan yang akan digunakan untuk lomba seperti cabai merah besar dan cabai rawit, bawang merah, bawang putih, timun, serta tomat di pasar tradisional. Saya membelinya sedikit-sedikit saja karena dana memang dibatasi, untuk kerang dan kacang polong saya membelinya di supermarket yang bisa dibeli curah, jadi lebih murah.

Bukan tanpa kendala untuk mengikuti lomba ini. Pagi hari sebelum lomba selain bahan juga perlengkapan harus sudah disiapkan oleh masing-masing peserta. Pada saat akan memasang kompor gas ternyata tabung regulatonya mengalami masalah, karena tidak bisa ditutup (dol). Setelah mencari pinjaman kesana kemari tidak ada, akhirnya seorang teman kantor saya mendapatkannya juga dan kompor bisa menyala.

Peserta lomba sebanyak 17 orang yang mewakili dari instansi baik negeri, swasta, dan juga karang taruna. Karena saya datang pertama kali, maka saya mendapatkan nomor urut pertama juga (nomor 01).

Lomba berlangsung pada 15 Agustus 2014 dimulai pada pukul 08.45 dan berakhir pada pukul 09.15 WIB. Jadi kami hanya punya waktu setengah jam untuk memasak dan cara menyajikan masakan. Kriteria penilaian adalah peserta harus mencantumkan biaya per item bahan yang digunakan untuk lomba, rasa masakan, tampilan saat memasak, cara mempresentasikan masakan pada saat penilaian, dan cara penyajian.

Mungkin Anda penasaran dengan resep nasi goreng yang saya buat. Nasi goreng yang saya buat diberi nama “Nasi goreng kerang mutiara hijau”. Nama ini diberikan oleh istri saya. Malam hari sebelum lomba saya ditraning oleh istri saya masak nasi goreng untuk 6 porsi, termasuk cara menghidangkannya. Jadi saya sudah mempunyai bekal sebelum lomba. Makanya saya percaya diri (PD) saja pada saat lomba dan semangat 45.

Dari panitia mengharuskan kepada peserta masak nasi goreng untuk 2 porsi, pertama untuk dinilai dan yang kedua untuk dicicipi oleh juri, peserta, dan siapa saja yang ingin mencicipinya. Namun, saya masak untuk tiga porsi, karena saya pikir nanti yang satu porsi lagi untuk teman-teman saya yang memberikan semangat sebagai suporter.

Bahan yang digunakan adalah 2 piring nasi putih sebagai bahan utamanya. Kerang yang sudah dikupas dan diambil isinya. Saya membeli di supermarket, sebelum digunakan direndam dengan air panas dan dibiarkan selama 2 menit, lalu ditiriskan. Kacang polong juga saya beli yang curang yang beku, sebelum digunakan juga direndam dalam air panas 2 menit dan tiriskan.

Bahan selanjutnya adalah cabai merah besar (cabai teropong) diiris kemudian ditumbuk bersama sedikit garam, bawang merah, dan bawang putih. Saya tidak menambahkan penyedap MSG dan sejenisnya dalam masakan ini, karena keluarga saya memang tidak pernah menambahkan penyedap pada setiap masakan. Penyedap pada dasarnya tidak baik untuk kesehatan, karena termasuk karsinogen apa lagi jika dikonsumsi dalam waktu yang lama. Itu saja sebenarnya bumbu nasi goreng yang saya buat.

Langkah selanjutnya setelah semua bumbu ditumbuk (diulek) dengan cobek batu adalah memasak telur. Dua butir telur ayam dikocok kemudian didadar tanpa diberi garam, kemudian setelah matang digulung terus diiris.
nasgor2Langkah selanjutnya masukkan margarin secukupnya terus masukkan bumbu ulek tadi. Gunakan api sedang dan tumis bumbu sampai harum baunya. Setelah harum baru masukkan kerang dan diaduk-aduk. Setelah dipastikan bumbu tercampur sempurna dengan kerang dan bau kerang sudah tercampur menjadi satu baru masukkan nasi putih.

Aduk-aduk nasi sampai menimbulkan bau khasnya, kemudian masukkan kacang polong. Yang membedakan antara nasi goreng saya dan keenam belas peserta yang lain adalah saya memasukkan cabai rawit (yang belum merah) utuh segar bersama gagangnya. Cabai rawit yang digunakan yang jenis berwarna kuning sebelum berwarna merah, bukan yang hijau. Ini adalah resep dari nenek saya (almarhummah), karena setiap masak nasi goreng, nasi goreng yang masih setengah matang Beliau selalu menambahkan cabai rawit beserta gagangnya, dan menambah enak rasa masakan. Tambahkan garam sesuai selera sebelum diangkat.

Saya masak hanya dengan waktu 15 menit saja, selanjutnya saya harus membuat dua porsi untuk menyajikan masakan saya. Porsi pertama yang dinilai, saya memberi hiasan minimalis saja, cabai merah besar yang dipotong miring tiga potongan, daun seledri, dan tomat yang dikupas diambil kulitnya untuk dijadikan hiasan mawar merah. Porsi nasi goreng saya cetak dengan mangkuk kecil. Tak lupa diberi mentimun diiris miring. Saya menyajikan dengan alas daun pisang di atas piring yang diberi hiasan renda daun pisang juga dengan lidi sebagai perekatnya.

Pas kurang satu menit selesai sudah tugas saya masak dan menyajikan nasi goreng. Tak lupa di meja sajian bertaplak diberi lilin, satu tangkai bunga, air mineral satu botol tanggung, dan tisu. Saya dan teman-teman kantor sebagai suporter berdebar-debar menunggu pengumuman.

Akhirnya yang dinanti-nanti tiba juga, “Nasi goreng kerang mutiara hijau” buatan saya mendapatkan juara satu. Kami senang dan bangga mendapatkan juara pertama. Juara pertama mendapatkan apresiasi berfoto bersama Ibu Camat sambil membawa nasi goreng buatan saya diikuti kelima juri oleh wartawan. Tak lupa teman-teman juga ikut mengambil gambar saya. Hadiah lomba diberikan pada saat malam pembagian hadiah setelah upacara 17 Agustus.

Foto bareng Ibu Camat

Foto bareng Ibu Camat

Selesai foto Ibu Camat bilang kepada saya. “Pak, nasi gorengnya enak banget, boleh saya minta”? Saya bilang “ silahkan, makasih”.

Meskipun tanpa penyedap, nasi goreng saya tetap gurih seperti yang menggunakan penyedap, namun lebih sehat karena alami. Kuncinya terletak pada perbandingan bawang merah dan bawang putih satu banding dua. Misal bawang merah dua siung, maka bawang putihnya empat siung.

Sampai di kantor saya ditagih teman-teman kantor, kapan saya ada waktu membuat nasi goreng seperti pada lomba untuk semua teman kantor. Saya jawab gampang, yang penting semua bahan dan peralatan disiapkan.

Iklan

One response

  1. Oooo ternyata rahasianya terletak pada perbandingan bawang merah & putih yang 1:2. Harus nyoba ni nasgor seperti ini. Ga pake penyedap tapi tetap gurih. Makasih atas bagi-bagi resepnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: