Alhamdulillah Ibu Sudah Bisa Berpuasa Sebulan Penuh


Ibu sedang menimang kedua cucunya

Ibu sedang menimang kedua cucunya

Bulan Ramadan adalah bulan dimana umat Islam menjalankan ibadah puasa. Berpuasa adalah wajib hukumnya bagi orang-orang yang beriman. Umat Islam menjalankan puasa sesuai dengan Rukun Islam yang ketiga.

Ada umat Islam yang boleh meninggalkan puasa. Salah satu yang boleh meninggalkan puasa adalah mereka yang sedang sakit. Seperti yang terjadi pada ibu saya, Beliau sakit dan harus meninggalkan puasa.

Selama dua tahun berturut-turut ibu tidak bisa berpuasa. Pada Ramadan 1433 dan 1434 H (2012 dan 2013 Masehi) terpaksa tidak bisa menjalankan puasa. Ibu diiagnosis oleh dokter menderita kanker payudara. Namun, awalnya bukan kanker payudara yang dirasakan oleh ibu. Ibu lebih merasakan lambung yang sakit, sehingga pengobatan ditujukan pada internis.

Memang, kanker payudara awalnya tidak selalu yang dirasakan payudara yang sakit. Ibu ditangani oleh tiga dokter spesialis di sebuah rumah sakit di Jawa. Selain dokter spesialis onkologi dan spesialis penyakit dalam, juga spesialis onkologi radiasi. Dokter spesialis penyakit dalam yang menangani ibu pernah mengatakan jika seseorang sakit lambung, maka belum tentu hanya lambung yang sakit bisa jadi ada penyakit lain yang menyertai dan bukan pada lambung.

Ternyata setelah pemeriksaan menyeluruh di bagian tubuh, didapati ada benjolan meskipun sangat kecil pada payudara ibu, sehingga ini harus segera diangkat. Ibu didiagnosa dokter menderita kanker payudara dan sudah stadium tiga lanjut. Pada 24 April 2013 Ibu harus menjalani pengangkatan payudara sebelah kiri. Selama dua tahun lebih sebelum operasi (2011 dan 2012) ibu juga tidak bisa makan nasi. Hanya bubur yang bisa dimakan ibu. Namun, anehnya begitu ibu sadar dari operasi ibu langsung bisa makan nasi, pada hal dokter menyarankan ibu masih makan bubur.

Berbagai tindakan medis telah dilakukan oleh ibu pasca dioperasi. Selain berbagai tes lab, yang paling utama adalah kemoterapi. Kemoterapi harus dijalani ibu setiap tiga minggu sekali selama enam kali. Termasuk pada Ramadan 1434 H (tahun lalu) ibu harus kemoterapi dua kali, pada awal dan akhir (H-2 lebaran) Ramadan.

Pada saat masa kemoterapi kondisi ibu harus selalu prima. Makanan harus selalu dijaga supaya HB darah stabil dan juga tekanan darah, kesehatan paru-paru, jantung, hati, serta ginjal. Alhamdulillah ibu bisa melewati hari-hari menjalani kemoterapi dengan baik. Jika biasanya orang yang menjalani kemoterapi mual dan muntah, tidak terjadi pada ibu. Sedikitpun ibu tidak merasakan mual, apa lagi sampai muntah. Nafsu makanpun juga baik, bahkan bertambah.

Tindakan medis selanjutnya adalah radioterapi yang ditangani oleh dokter spesialis onkologi radiasi. Tindakan medis radioterapi ini harus dijalani ibu seminggu lima kali dari Senin sampai dengan Jumat selama enam minggu atau selama 30 kali penyinaran. Pada tindakan medis kali ini alhamdulillah ibu juga bisa melewatinya dengan baik.

Setelah itu, masih ada lagi serangkaian pengobatan yang harus dijalani oleh ibu. Tiap bulan ibu masih harus menjalani terapi hormon hingga tulisan ini dibuat. Tiap bulan ibu harus kontrol dan setiap enam bulan sekali ibu harus menjalani rongen dan USG.

Terakhir ibu menjalani rongen dan USG pada 14 Juni 2014 dan diperiksa oleh dokter spesialis onkologi lagi pada 12 Juli 2014. Alhamdulillah dokter mengatakan bahwa kondisi ibu sudah baik dan sudah pulih. Membaiknya kondisi kesehatan ibu ini didukung juga dengan berat badan ibu yang meningkat dari yang pada saat sakit tigapuluhan kg menjadi 51 kg. Kami semua sangat senang dengan kondisi ini.

Karena kondisi ibu yang sudah baik, maka dokter mengijinkan ibu untuk berpuasa meskipun tiap hari satu kali ibu masih harus mengkonsumsi obat terapi hormon. Alhamdulillah Ramadan 1435 H (tahun ini) ibu bisa menjalankan ibadah puasa penuh satu bulan. Ibu bisa menjalankannya tanpa ada halangan karena ibu sudah tidak datang bulan lagi (menopuose). Tulisan ini dipostingkan pada saat malam takbiran Idul Fitri.

Tak hanya ibadah puasa saja yang dilakukan ibu di bulan suci, ibadah yang lain seperti tadarus dan tarawih bisa ibu lakukan dengan baik. Bahkan ibu juga ikut majelis taklim berkeliling dari masjid ke masjid selama Ramadan. Terima kasih ya Allah atas semuanya sehingga ibu bisa lagi memenuhi perintahmu pada Rukun Islam yang ketiga ini.

Semoga pada Ramadan-ramadan yang berikutnya ibu masih bisa dipertemukan lagi dan bisa menjalankan ibadah puasa dan juga ibadah lain. Ibu bisa menjalankan ibadah puasa adalah kado istimewa bagi keempat anak ibu dan keenam cucu ibu.

Selamat Idul Fitri 1435 H, minal aidin walfaidzin, maaf lahir dan batin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: