Cara Bijak Penuhi Kebutuhan Ramadan & Lebaran


parsel lebaranMenjelang Ramadan dan lebaran banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh umat Islam. Kebutuhan yang rutin harus dipenuhi setiap tahun. Meskipun ini kebutuhan tahunan, namun jika persiapnnya kurang maka akan mengganggu jalannya ibadah di bulan suci dan juga perayaan lebaran.

Memang, Ramadan dan lebaran tidak harus dengan kebutuhan yang serba wah. Namun, tidak ada salahnya karena momen yang sepesial, maka kita harus mempersiapnkan segala sesuatunya dengan lebih bijak pula. Selain persiapan ibadah, juga persiapan keuangan yang sering menjadi masalah yang tak boleh dipandang sebelah mata. Masalah keuangan pada Ramadan dan juga menjelang lebaran biasanya harus lebih ekstra. Ini dikarenakan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Bagi Anda yang mempunyai usaha dan mempunyai karyawan, tentu Anda harus punya persiapan lebih. Persiapan lebih di sini adalah persiapan untuk gaji karyawan menejalng lebaran dan juga tunjangan hari raya (THR). Anda harus membuat perencanaan keuangan yang matang untuk itu.

Bagi Anda sebagai karyawan juga harus mempunyai perencanaan keuangan yang bagus. Berapa gaji yang Anda terima tiap bulan, termasuk bonus dan lembur, berapa pengeluaran rutin tiap bulan, maka ini harus disesuaikan dengan kebutuhan Ramadan dan lebaran Anda. Bagi Anda yang mempunyai gaji yang besar tentu kebutuhan Ramadan dan lebaran lebih besar pula bila dibandingkan dengan yang bergaji lebih rendah.

Kondisi keuangan memang sangat menentukan jenis kebutuhan Ramadan dan lebaran. Pada saat Ramadan kebutuhan semakin meningkat, kenapa bisa begitu? Untuk soal kuantitas makanan yang dimakan sebenarnya justru malah lebih sedikit bila dibandingkan dengan hari biasa. Namun, kualitas menu makanan yang biasanya berbeda. Misal, jika pada hari biasa hanya lauk tempe, sayur, dan minum air putih, maka pada Ramadan berbeda. Lauk menjadi ikan atau daging, sayur yang lebih mewah, aneka buah, dan minumnya juga tidak hanya sekadar air putih, namun ada sirup atau aneka es.

Tak hanya itu saja, selain kebutuhan makanan atau minum, kebutuhan yang lebih saat Ramadan juga dikarenakan faktor tradisi. Pada saat Ramadan tentu tiap orang ingin mendapatkan pahala. Selain ibadah pendekatan diri pada Yang Maha Kuasa, juga ibadah dalam bentuk lain. Sedekah di bulan Ramadan merupakan tradisi yang harus dilakukan.

Menjelang lebaran, kebutuhan menjadi meningkat. Bagi pengusaha harus mengeluarkan uang untuk THR. Bagi semua umat muslim harus bayar zakat fitrah. Selain itu, kebutuhan yang sebenarnya tidak wajib namun sudah menjadi tradisi adalah mudik bagi yang merantau. Tentu ini akan membebani keuangan dalam rumah tangga. Baju baru untuk anak juga tak ketinggalan kebutuhan yang sudah mengantri.

Untuk mensiasati hal tersebut, maka harus ada langkah bijak supaya kebutuhan Ramadan dan lebaran dipenuhi dengan baik. Tak hanya faktor keuangan saja, faktor kesehatan juga menjadi prioritas utama supaya tidak ada gangguan pada saat beribadah di bulan suci dan bersilaturahmi pada saat lebaran. Berikut ini tips yang bisa saya paparkan untuk Anda.

1. Belilah kebutuhan yang Anda butuhkan saja

Biasanya nafsu belanja akan meningkat jika di depan mata banyak barang yang menarik, terutama bagi kaum hawa. Menarik dalam arti harganya lebih murah dan pilihan beraneka. Tidak hanya makanan saja, barang juga sering membuat kita menjadi konsumtif. Barang atau jasa yang tidak secara langsung berkaitan dengan kebutuhan Ramadan dan lebarang, maka pada saat Ramadan dan menjelang lebaran dijadikan momen yang istimewa untuk marketing.

Namun, diantara banyaknya godaan tersebut Anda harus memprioritaskan kebutuhan mana yang harus Anda penuhi terlebih dahulu, mana yang kurang dibutuhkan, dan terakhir yang kebutuhan tidak harus dipenuhi. Tiap orang lain-lain dalam memprioritaskan kebutuhannya. Faktor utama dalam memilih kebutuhan yang primer dan sekunder adalah kondisi keuangan.

Tak jarang antara orang yang satu dengan yang lainnya mempunyai kebutuhan yang sama, namun barang yang dibutuhkan bisa berbeda kuantitasnya. Banyaknya anggota keluarga, kerabat, dan relasi sangat berpengaruh selain faktor keuangan. Jangan membeli makanan atau barang yang berlebihan jumlahnya.

2. Belilah kebutuhan lebaran sebelum Ramadan

Jika Anda mempunyai tabungan, tak ada salahnya Anda membeli kebutuhan lebaran sebelum Ramadan atau pada awal Ramadan. Ini dikarenakan sebelum lebaran harga masih relatif stabil. Harga masih dijual dengan normal, namun jika menjelang lebaran, maka harga-harga akan naik. Sebelum Ramadan harga lebih murah dari pada menjelang lebaran meskipun sudah diskon.

3. Belilah kebutuhan lebaran sebelum THR dibagikan

Bagi Anda karyawan tentu sebelum lebaran mendapatkan THR. THR diberikan oleh instansi atau perusahaan dengan harapan supaya bisa membantu kebutuhan lebaran. Namun, jutru dengan dibagikannya THR toko atau pusat perbelanjaan malah menaikkan harga barang dagangannya.

Jika Anda mempunyai tabungan, sebaiknya belanja kebutuhan lebaran sebelum THR dibagikan. Biasanya THR dibagikan pada minggu terakhir menjelang lebaran. Kelihatannya Anda mempunyai uang lebih untuk dibelanjakan, namun Anda akan tertipu dengan harga yang sudah melambung.

4. Teliti sebelum membeli
Kebutuhan yang meningkat saat lebaran membuat produksi barang meningkat pula. Jadi Anda harus teliti sebelum membeli barang. Jangan sampai karena banyak yang harus dibeli sampai membeli barang yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apa lagi jika Anda membeli barang secara online. Anda harus lebih jeli lagi, gunakan jasa ketiga untuk transfer uang supaya tidak terjadi penipuan, misal melalui rekening bersama.

Tak hanya barang saja, membeli makanan dan minuman untuk kebutuhan Ramadan dan lebaran juga ekstra hati-hati. Tak jarang toko yang nakal mengeluarkan produk yang hampir kadaluarsa atau bahkan sudah kadaluarsa. Anda harus selalu membaca label tanggal kadaluarsa pada kemasan produk. (Baca: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membeli Makanan/Minuman)

5. Teliti membeli bingkisan lebaran

Pada saat lebaran, ada tradisi membawa bingkisan atau parsel pada saat bersilaturahmi dari keluarga muda kepada keluarga yang sudah tua. Misal, dari anak yang sudah berkeluarga kepada orang tua, paman, atau bibi. Anda harus teliti membeli parsel, jangan terkecoh pada harganya yang murah, apa lagi jika itu berupa makanan atau minuman.

Sebaiknya untuk makanan Anda harus meneliti tanggal kadaluarsanya. Jika sudah dalam kemasan bingkisan parsel, maka Anda harus tanyakan kepada pemilih toko tempat anda akan membeli parsel tersebut. Tak hanya itu saja, jangan sampai kaleng makanan atau minuman sudah cacat.

Membeli barang, makanan, atau minuman untuk parsel lebih baik jika belum dibungkus. Anda bisa membeli secara terpisah makanan, minuman,atau barang apa saja yang akan Anda berikan untuk bingkisan lebaran. Ini akan lebih menguntungkan Anda, selain terhindar dari makanan atau minuman kadaluarsa, juga kemasan yang cacat atau rusak. Tak hanya itu, yang lebih menguntungkan lagi adalah harga lebih murah dari pada parsel yang sudah dibungkus. Mengenai cara membungkusnya itu selera Anda.

6. Jangan terkecoh pada diskon

Banyak toko dan pusat perbelanjaan menggelar diskon besar-besaran menjelang lebaran. Terutama pada pakaian, diskon bisa 50 persen ditambah diskon lagi. Sebenarnya diskon seperti itu adalah tipuan saja. Harga barang akan dinaikkan dari 100 persen sampai 200 persen. Jika didiskon sampai 80 persen, maka toko masih untung sangat besar.

Memang ini adalah trik supaya tokonya banyak dikunjungi dan lebih banyak barang terjual. Karena pada saat menjelang lebaran, toko mendapatkan untung yang lebih besar dari pada momen-momen yang lain. (Baca: 10 Tips Berbelanja Hemat dan Cerdas)

7. Arisan lebaran

Tak sedikit kebutuhan untuk lebaran, sehingga harus disiapkan dengan perencanaan yang matang. Salah satu perencanaan yang matang adalah dengan arisan. Tiap minggu atau bulan menyisihkan uang untuk disetorkan kepada orang yang dipercaya bisa membelanjakan kebutuhan. Selain anggota suatu kelompok, juga pada toko yang biasa mengelola arisan ini.

Namun, Anda harus benar-benar memastikan uang yang Anda tabung untuk kebutuhan lebaran kepada orang yang bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai uang arisan lebaran Anda dibawa kabur. Untuk itu, Anda harus kenal benar orang tersebut.

Barang untuk arisan lebaran biasanya makanan atau minuman. Gula, kue, biskuit, sirup, dll adalah barang yang biasa dijadikan arisan lebaran. Keuntungannya adalah harganya lebih murah dari pada barang yang ada di toko. Selain itu, tak terasa beban untuk menyiapkan kebutuhan lebaran juga lebih ringan.

Semoga tips yang sudah saya paparkan di atas bermanfaat dan menjadi solusi masalah tahunan bagi Anda yang memenuhi kebutuhan Ramadan dan lebaran. Jika Anda mempunyai pendapat atau pengalaman tentang cara memenuhi kebutuhan Ramadan dan lebaran, Anda bisa menuliskan pada kolom komentar.

———————————————————-
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

2 responses

  1. bagus pak

  2. Setuju bnget… harus pinter-pinter membawa diri….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: