Jalan-jalan ke Perkebunan Kubis Dago Asik Banget


perkebunan kubis (tanaman kubis)Jika Anda ke Bandung jangan hanya wisata belanja ke pusat perbelanjaan saja. Agrowisata perkebunan sayuran sangat mengasikkan. Tinggalkan sejenak urusan pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran. Dijamin Anda akan merasakan sensasi kesejukan alami yang tidak bisa dijumpai di kota. Tentu ini akan membuat Anda menjadi serasa hidup di alam yang tenang dan damai.

Pas kebetulan ada acara ke Kota Bandung, saya dan keluarga sempatkan ke sebuah perkebunan sayuran. Dari Sindangjaya kota Bandung perjalanan kami sekitar setengah jam ke arah Dago di Kabupaten Bandung. Perkebunan ini tepatnya berada di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Dago, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pemandangan sepanjang kanan dan kiri jalan vila, bisa Anda sewa jika Anda dari luar kota. Jalan di sini berkelok-kelok, jadi harap pelan mengendarai mobil. Perjalanan sangat menyenankan karena di kanan dan kiri sepanjan jalan menuju perkebunan disuguhi pemandangan bukit-bukit yang hijau.

Setelah sampai di di perkebunan kami turun dan memarkirkan mobil. Alangkah indah pemandangan di sini, hamparan bukit-bukit yang ditanami sayuran yang membuat saya sangat ingin memetiknya. Sayuran yang ditanam memang didominasi oleh kubis. Namun, masih ada jenis sayuran lain yang bisa dijumpai di sini. Berbagai jenis sawi, cabai, jagung, dan tomat adalah sayuran yang juga banyak ditanam di perkebunan ini. Selain itu, tanaman pisang juga tumbuh subur di perkebunan ini.

Dari tempat parkir ke perkebunan yang kami tuju sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar 300 m jika lurus. Namun, perjalanan lurus tidak mungkin bisa kami lalui karena ada jurang dan tanjakan yang kemiringannya bisa mencapai 60 derajat bahkan lebih dari itu. Kami harus berjalan berputar naik dan turun perbukitan dengan ditemani semilir angin yang menyejukkan badan.

Perjalanan menuju perkebunan yang kami tuju tidak bisa dengan mobil. Mmotor bisa, namun dianjurkan tidak jenis motor metik, karena akan sangat boros BBM dan kurang kuat. Motor yang sering digunakan di sini adalah jenis trail yang tenaganya kuat. Kami jalan kaki mendaki bukit dan menuruni lembah. Karena kami tidak terbiasa jalan kaki yang ekstra ekstrim maka kami merasakan kelelahan juga. Namun, setelah tiba di perkebunan yang kami tuju, rasa lelah terbayarkan oleh pemandangan hamparan tanaman kubis yang sangat subur.

Di sini juga air mengalir dari mata air yang sangat jernih. Lengkap sudah kenikmatan mata kami dengan disugihi oleh bunga-bunga yang di sini liar namun di kota justru sangat mahal. Bunga Lantana warna oranye sangat membuat mata kami terbelalak. Tak hanya itu saja, bunga jenis matahari juga tumbuh subur dengan warna bunga kuning yang menambah indahnya pemandangan.

Di sini juga terdapat peternakan kambing jenis dompa yang bulunya tebal. Puluhan ekor kambing sangat senang menikmati hijaunya rumput yang disajikan oleh majikannya. Meskipun di peternakan agak bau kurang sedap dari kambing-kambing tersebut, namun saya senang bisa memberi makan mereka dengan rumput yang baru saja dipotong dari pematang perkebunan.

Tanaman di perkebunan di sini kebanyakan dipupuk dengan kotoran kambing. Jadi, sayurannya menjadi subur berkat pupuk organik. Jangan khawatir jika makan sayuran di sini, sayur organik saat ini banyak dicari.

Setelah berkeliling di pematang perkebunan, kami singgah ke rumah panggung dari papan dan anyaman bambu yang ada di areal perkebunan untuk menikmati hangatnya teh yang disajikan oleh pengelola perkebunan. Sambil menikmati teh, kami juga menikmati indahnya pemandangan yang disuguhkan.

Jika kami balik ke parkir mobil untuk jalan kaki sepertinya tidak sanggup lagi. Jalan yang licin, berkelok-kelok, naik, dan turun membuat kami menyerah. Namun, atas kebaikan pengelola perkebunan, akhirnya kami diantar satu per satu dengan motor secara gratis. Semoga saja di lain hari saya bisa ke sini lagi.

Berikut ini foto-foto petualangan kami di perkebunan kubis Dago.

Mengangkut kubis

Mengangkut kubis

Jalan menuju perkebunan

Jalan menuju perkebunan

Jalan menanjak dan menurun

Jalan menanjak dan menurun

Jenis bunga matahari yang liar

Jenis bunga matahari yang liar

Peternakan kambing

Peternakan kambing

Di belakang saya peternakan kambing

Di belakang saya peternakan kambing

Panen kubis

Panen kubis

Iklan

2 responses

  1. wah, asik jg jalan2nya… itu kubisnya gede2 ya

  2. Menarik…kapan2 boleh juga maen ke kebon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: