Marahnya Pejabat yang Bijak


Walikota Surabaya Tri Rismaharini marah, foto: Kompasiana

Walikota Surabaya Tri Rismaharini marah, foto: Kompasiana

Marah adalah hal yang biasa dialami oleh setiap orang. Marah bisa menimpa siapa saja dan tidak pandang bulu. Mulai dari bayi sampai orang yang sudah berusia lanjut bisa marah.Marah adalah ungkapan emosi karena ketidakcocokan dengan hati nurani. Marah juga bisa terjadi saat harga diri diinjak-injak oleh pihak yang tidak suka pada kita. Dengan marah bisa saja segala sesuatu yang ada di pikiran terlampiaskan dan itu akan membuat suasana hati bisa lebih baik.

Tak jarang orang memandang kemarahan dengan hal-hal yang kurang atau tidak baik. Ada hal yang justru kita harus marah jika ada sesuatu di hadapan kita yang seharusnya tidak perlu terjadi justru malah sebaliknya. Tentunya alasan marah yang demikian adalah karena sesuatu yang tidak baik di mata orang yang marah tersebut.

Pejabat yang baik memang tidak sering marah, karena hal ini dapat mempengaruhi citra dan kredibilitasnya sebagai publik figur. Namun, dalam hal-hal tertentu pejabat haruslah marah manakala dia mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Tentu marah yang demikian seharusnya tidak berhubungan dengan masalah pribadi. Jika memang ada masalah pribadi, maka seharusnya bisa menahan supaya didak meledak di publik.

Pejabat boleh marah jika memang itu berkaitan dengan pelayanan publik yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kemarahan bisa ditujukan kepada bawahan manakala mereka bekerja tidak sesuai dengan prosedur yang ada atau indisipliner. Kemarahan yang demikian boleh saja terjadi apa lagi di depan umum. Namun, pejabat yang marah di depan umum haruslah membatasi kemarahannya.

Berikut ini beberapa pejabat yang marah, seperti yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Tri Rismaharini
Walikota Surabaya ini marah pada Minggu (11/05/2014) karena mendapat laporan bahwa Taman Bungkul yang mendapatkan penghargaan internasional dari PBB rusak. Kerusakan taman yang dibagun selama 10 tahun ini dikarenakan acara sebuah perusahaan es krim yang membagi-bagikan es krim secara gratis. Wajarlah walikota Surabaya yang pada bulan Februari 2014 lalu mendapatkan penghargaan sebagai walikota terbaik ini marah, karena selain taman dibagun dengan waktu yang tidak singkat, juga biaya pembangunannya tidak sedikit. Milyaran rupiah digelontorkan demi sebuah taman yang bisa menjadi aktivitas warga kota Pahlawan ini. Walikota yang pernah menerima penghargaan karena kota Surabaya dinilai menjadi kota masa depan oleh Socrates Award 2014 dari Europe Business Assembly ini akan menuntut pihak panitia secara pidana dan perdata.

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah ini marah karena mengetahui bahwa tidak ada ruang pemantauan pelaksanaan proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Jateng, di Semarang, Jumat (25/10/2013). Kemarahan Ganjar ini terjadi saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor BKD Jateng Jalan Ki Mangunsarkoro, Stadion Kota Semarang, usai menanyakan letak desk pengaduan serta jumlah pengaduan dari masyarakat terkait penerimaan CPNS.

Ternyata Ganjar juga marah di depan umum pada Minggu (27/04/2014). Kemarahan orang nomor satu di Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh maraknya pungutan liar (pungli) pada saat ia mengadakan sidak di jembatan timbag Subah, Batang. Ganjar mendapat banyak laporan dari masyarakat tentang maraknya pungli di jembatan timbang tersebut. Ganjar kemudian mengambil tumpukan amplop berisi uang hasil pungli yang ada di laci meja petugas Dishubkominfo, serta membanting amplop tersebut ke lantai. Ganjar meminta supaya tiga petugas Dishubkominfo yang bertugas di jembatan timbang Subah Minggu malam diberikan sanksi.

Jokowi Widodo
Gubernur Jakarta yang sering disapa Jokowi ini marah pada sidak Jumat siang (18/10/2013) di kantor Walikota Jakarta Timur. Kemarahan mantan walikota Solo ini dipicu karena banyak PNS di kantor walikota tersebut tidak ada di meja kerjanya. Meja Kasudin KUKMP Jakarta Timur Johan Afandi tampak sepi. Chusnul Chotimah, Kepala PTSP yang turut mendampingi sang Gubernur, tampak gelisah. Ia menginstruksikan anak buahnya untuk memanggil, baik sang Kasudin maupun staf lainnya.

Jokowi memerintahkan staf yang ada untuk memanggil PNS yang meninggalkan meja kerjanya tersebut. Sekitar lima menit menunggu, orang yang dimaksud tak kunjung datang. Jokowi yang masih memegang sebundel data TDP beranjak pergi tanpa mengatakan sesuatu apa pun. Sebundel data itu dilemparkan begitu saja ke salah satu meja di ruangan itu hingga menimbulkan bunyi keras.

Susilo Bambang Yudhoyono
Orang nomor satu Republik Indonesia ini marah pada Jumat (14/03/2014). Kemarahan Presiden yang akrab disapa SBY ini dipicu oleh gubernur Riau Annas Ma’amun yang tidak hadir dalam rapat terbatas antara Presiden, Wakil Presiden Boediono, dan Satgas Darurat Asap Riau di Pekanbaru. Rapat berlangsung menggunakan teleconference yang menghubungkan Semarang, Riau, dan Jakarta. Wajarlah SBY marah, karena bencana asap ini sudah menganggu warga Riau dan bahkan telah menganggu juga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Presiden SBY juga marah pada kasus yang terjadi di Jakarta International School (JIS) karena adanya pelecehan seksual yang telah mencoreng dunia pendidikan di Indonesia. SBY marah saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden pada Kamis (08/05/2014). Di hadapan para menteri terkait, SBY menyebutkan kasus pelecehan seksual terhadap anak merupakan masalah yang sangat serius. Apalagi, kasus tersebut berada dalam lingkup perlindungan anak.

Dahlan Iskan

Menteri BUMN Dahlan Iskan marah karena antrean di pintu keluar Gelanggang Olahraga Senayan yang menuju Jl. Jenderal Sudirman mengular panjang dan tidak bergerak. Padahal, para pengantre tidak harus membayar lagi di pintu keluar ini hanya cek tiket saja. Antrean terjadi karena hanya satu pintu yang dibuka, sehingga terjadi antrean panjang karena di lokasi tersebut juga sedang dipadati oleh pengunjung BUMN Innovation Expo and Award 2013. Ia turun dari mobil kemudian membuka paksa palang yang ada di dekat pos pengecekan karcis parkir dibantu oleh petugas keamanan.

Dahlan Iskan juga marah pada 20/03/2012 pagi. Ia marah dan terpaksa membuka loket gerbang tol Senayan, Jakarta. Ia kesal karena hanya dua dari empat loket yang dibuka. Insiden itu terjadi sekitar pukul 06.10 WIB, saat ia hendak berangkat rapat ke kantor PT Garuda Indonesia Tbk, Cengkareng. Melihat antrean lebih dari 30 mobil, ia langsung turun. Ia periksa dua loket masih kosong. Hanya satu loket manual dan satu otomatis yang buka, dua loket lainnya tutup.Ia masuk loket itu dan membuang kursi yang ada di situ lalu masuk loket satunya lagi dan juga membuang kursinya.

Tentunya itu hanya beberapa kemarahan pejabat saja. Masih ada lagi kemarahan pejabat yang lain yang tidak disebutkan di sini. Memang seharusnya para pejabat tersebut marah supaya kejadian yang tidak seharusnya terjadi tersebut tidak terulang di kemudian hari. Ini adalah kemarahan pejabat yang bijak. Jika terjadi seperti yang telah disebutkan di atas dan pejabat yang bersangkutan tidak marah, berarti pejabat tersebut tidak peka terhadap permasalahan yang terjadi.

———————————————————-
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: