Selamat Berpesta, Pilihan Boleh Beda, Damai Tetap Dijaga


Foto: pemilu2014la.org

Foto: pemilu2014la.org

Tiap lima tahun sekali Indonesia menyelenggarakan pesta rakyat. Pesta demokrasi yang diikuti oleh penduduk yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah. Mereka disebut dengan penduduk yang mempunyai hak pilih. Sejak 2004, pesta pemilihan umum (pemilu) memilih wakil rakyat secara langsung digelar di seluruh penjuru negeri. Pemilu legislatif selanjutnya digelar pada 2009. WNI yang ada di luar negeri juga menggunakan hak pilihnya melalui kedutaan besar negara-negara sahabat yang sudah dilaksanakan sebelum pemilu di tanah air.

Tanggal 9 April 2014 adalah saat yang menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan. Jadi jangan salah pilih dalam menggunakan hak pilih Anda. Pilihlah calon wakil rakyat yang membuat kehidupan lebih baik. Jangan hanya terkecoh pada janji-janji manis saat ‘mereka’ kampanye. Benar-benar perhatikan secara seksama apa yang akan Anda pilih.

Bagi Anda yang sudah mempunyai hak pilih, sebaiknya gunakan hak pilih Anda. Jangan menjadi golongan putih (golput) yang tidak mau menggunakan hak pilih. Golput sebenarnya adalah orang yang tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik. Golput adalah orang-orang yang berpikiran picik dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri.

Ini adalah pesta lima tahunan, jadi pesta ini harus semeriah mungkin. Meriah bukan berarti harus berfoya-foya sampai mabuk kepayang. Akan tetapi berpesta dengan menghormati perbedaan dalam hal hak pilih. Berpesta dalam menghargai setiap pebedaan dalam memilih. Meskipun berbeda-beda dalam pilihan, akan tetapi jangan ada emosi sesaat yang dapat menyebabkan kerugian yang fatal di kemudian hari. Kerugian tak hanya pada diri pribadi saja, namun juga dalam kehidupan di masyarakat.

Pesta sebenarnya sudah dimulai sebelum tanggal 9 April, jadi bisa dibilang 9 April adalah puncak dari pesta ini. Layaknya pesta pada umumnya, pesta demokrasi ini juga berwarna-warni. Berwarna-warni kostum yang dipakai. Ada kuning, merah, biru, putih, dll. Ini menunjukkan partai yang memeriahkan pesta. Pesta sudah digelar pada saat awal kampanye. Dalam masa ini para peserta pesta mempromosikan dirinya supaya mendapat simpati dari masyarakat.

Promosi dilakukan melalui kampanye terbuka, pemasangan alat peraga kampanye seperti gambar, poster, dan baliho. Kampanye di dunia maya juga tak kalah menariknya, terutama bagi mereka yang tak punya waktu dan hanya bisa mengakses di balik kesibukannya. Tak hanya itu saja, melalui media cetak dan elektronik seperti TV dan radio juga dilakukan. Melalui pesan singkat SMS juga tak sedikit dilakukan para caleg dan parpol.

Di balik kampanye hingar-bingar tentu ada yang wajib kita waspadai. Jangan sampai ada kampanye hitam yang menyudutkan salah satu caleg atau parpol tertentu. Apa lagi jika sudah berbau sara, maka itu harus dihindari. Sebaiknya bersaing secara sehat saja. Jika para caleg atau parpol mempunyai program yang yang bagus, maka tidak perlu harus menyebar isu-isu murahan yang justru akan menyesatkan masyarakat. Saat ini masyarakat sudah cerdas dalam berpikir. Mereka tidak lagi bisa didikte seperti pada saat sebelum orde reformasi.

Mengapa harus menejek-jelekkan yang lain? Jika memang sudah diniati masuk ke ‘permainan’, maka juga harus mengerti risikonya. Dalam permainan hanya ada dua pilihan, menang dan kalah. Kemenangan memang hal yang diinginkan, namun jika kalah maka juga harus berlapang dada. Jangan sampai mencari-cari kesalahan yang sebenarnya tidak perlu diributkan.

Bagi yang kalah tentu pengorbanan yang tak sedikit menjadi suatu hal yang mengecewakan. Jangan sampai berlarut-larut dalam kesedihan. Anggap saja harta yang sudah digunakan untuk ‘permainan’ untuk amal dan sedekah, sehingga jika prinsip itu sudah diterapkan, maka akan dengan ikhlas menerima kekalahan.

Bagi yang menang juga jangan menang dengan cara-cara yang tidak benar. Bagi yang menang jangan berbagga dulu, apa lagi sampai sombong, karena kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan bersama. Bukankah menang karena dukungan dari mereka yang memilih? Jadi berterima kasihlah kepada mereka yang sudah mendukung yang menang.

Baik yang menang maupun yang kalah tak sedikit memang pengorbanannya. Tak hanya harta benda saja, namun juga energi dan juga pikiran. Intinya seluruh kemampuan dikerahkan untuk mencapai kemenangan.

Selamat berpesta, jaga kedamaian di negeri tercinta ini. Jangan sampai adu jotos karena perbedaan pendapat dan pilihan. Bukankah berbeda itu indah. Bukankan berwarna-warni itu indah. Bayangkan jika hanya ada satu warna saja, maka tidak indah untuk dipandang.

———————————————————-
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: