Dari Mana Caleg Dapat Nomor HP Untuk SMS Kampanye?


Ilustrasi, gambar sengaja dikaburkan

Ilustrasi, gambar sengaja dikaburkan

Tanggal 9 April 2014 adalah pemilu legislatif (pileg). Pemilu ini memilih calon legislatif (caleg) yang nanti akan duduk di kursi DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR Pusat, dan DPD. Untuk menarik simpati dari calon pemilih, maka caleg mempromosikan dirinya supaya dikenal masyarakat di daerah pemilihan (dapil) caleg tersebut.

Berbagai cara dilakukan oleh caleg untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Dukungan yang berarti pada saat hari pencoblosan tersebut dengan harapan masyarakat memilihnya. Tak tanggung-tanggung para caleg ini mempromosikan dirinya. Yang semula masyarakat tidak mengenalnya, bak ‘artis’ dadakan. Poster dari ukuran kecil sampai baliho besar di pasang dari jalan protokol seperti di simpang jalan (pertigaan atau perempatan) sampai pada gang-gang sempit.

Selain poster, para caleg ini juga menggerakkan para tim suksesnya untuk terjun ke masyarakat. Para tim sukses mendatangi satu per satu rumah warga di dapilnya. Tak ketiggalan bagi caleg yang berkantong tebal mereka menyewa Sales Promotion Girl (SPG) untuk mempromosikan dirinya. Para SPG membagikan selebaran dari tempat-tempat ramai seperti di depan pusat perbelanjaan, jalan protokol, sampai ke rumah-rumah warga.

Tak hanya itu saja, para caleg yang bermodal besar ini juga tak gentar mempromosikan dirinya di berbagai media baik cetak maupun elektonik. Di media cetak mereka mempromosikan dirinya di koran, tabloid, maupun majalah. Di media elektronik mereka mempromosikan di TV dan radio. Yang paling banyak di media elektronik adalah di radio yang paling menyasar. Bahkan ada siaran khusus yang disewa caleg untuk mempromosikan dirinya.

Dunia maya juga menjadi sasaran kampanye caleg. Mereka yang menjadi target sasaran adalah para kaum intelektual dan juga kawula muda pemilih pemula. Para caleg ini mempromosikan dirinya dengan membuat website pribadi. Selain itu sosial media yang saat ini sedang digandrungi para mereka yang rata-rata pemilih pemula juga menjadi target empuk. Sosial media seperti facebook dan twitter adalah dua sosial media yang paling banyak digunakan. Selain mempunyai akun di facebook, caleg ini juga membuat fun page untuk tujuan promosinya.

Tak hanya itu saja, para caleg ‘tajir’ ini mempromosikan dirinya melalui Short Message Service (SMS). Lalu dari mana mereka mendapatkan nomor ponsel (HP)? Mungkin ini yang Anda tanyakan ketika Anda mendapat SMS dari caleg dan dalam SMS tersebut dengan tegas menyebut nama Anda dengan tepat. Para caleg ini memilih jalur SMS karena lebih tepat sasaran. Mereka tidak sembarangan mengirim SMS ke sembarang nomor. Mereka mengirim SMS hanya kepada calon pemilih yang ada di dapilnya.

Terus bagaimana para caleg ini mengetahui bahwa Anda berada di dapilnya? Bagaimana pula para caleg ini mendapatkan nomor Anda? Itu yang akan kita bahas di sini. Ada beberapa teori analisis yang akan saya kemukakan di sini yang berkaitan dengan dari mana para caleg tersebut mendapatkan nomor ponsel Anda dan kenapa mereka bisa mengetahui sasaran SMS yang ada di dapil caleg tersebut. Terus para caleg tersebut hanya mengirim SMS kepada orang di dapilnya yang sudah mempunyai hak pilih saja. Jadi mereka tidak asal SMS.

Dari orang dekat
Kemungkinan pertama adalah caleg mendapatkan nomor ponsel Anda dari orang-orang dekat Anda. Para caleg mungkin masih teman atau kerabat dekat Anda. Mungkin para caleg adalah keluarga Anda atau teman Anda misal pada masa SMP, SMA, atau kuliah dulu. Ini bisa dipahami jika Anda diminta untuk mendukungnya karena Anda adalah orang dekat caleg tersebut.

Dari tim sukses caleg
Namun, jika Anda tidak mengenal caleg tersebut, maka mungkin caleg mendapatkan nomor ponsel Anda dari tim sukses yang kenal dengan Anda. Tim sukses caleg tersebut bisa jadi yang Anda kenal meskipun Anda tidak mengenal calegnya. Tim sukses caleg mungkin keluarga, teman, atau kerabat Anda dan ini wajar jika mereka menginginkan Anda untuk mencoblos dari caleg dengan mempunyai tim sukses yang kenal dengan Anda.

Dari bank
Jika Anda mempunyai rekening atau kartu kredit, maka sebelum Anda membuka rekening atau mendapatkan kartu kredit Anda diwajibkan mengisi formulir tentang data Anda. Ini yang dibocorkan oleh ‘orang dalam’ bank ke caleg atau tim suksesnya sehingga Anda bisa mendapatkan SMS tepat sesuai dengan dapil caleg, bahkan dalam SMS menyebut nama Anda.

Dari operator seluler
Ini yang sering tidak kita duga dari mana para caleg mengetahui nomor ponsel kita. Bahkan para caleg tersebut dengan terang-terangan menyebut nama Anda dengan tepat pada SMS-nya. Para caleg mendapatkan nomor HP dari operator seluler terus mereka meminta data tentang pengguna ponsel yang ada di dapil caleg tersebut. Mereka itu bisa mendapatkan nomor HP karena ada relasi yang bekerja di operator seluler tersebut. Jika bukan dari caleg langsung, maka dari tim sukses caleg yang mempunyai ‘koneksi’ dengan ‘orang dalam’ operator seluler.

Namun, tidak semua nomor ponsel yang ada di dapil caleg bisa langsung dikirim SMS. Hanya mereka yang telah mempunyai hak pilih saja yang dikirimi SMS. Tidak semua nomor ponsel pada dapil caleg yang mempunyai hak pilih dikirimi SMS, namun hanya yang terregistrasi dengan nama sesuai KTP/SIM/paspor yang sah saja yang dikirimi SMS. Data ini hanya bisa didapatkan dari operator.

Coba sekarang Anda berpikir, apakah Anda pernah meregistrasi nomor ponsel Anda dengan KTP atau SIM atau paspor Anda? Jika ya, maka kemungkinan besar Anda akan mendapatkan SMS ini. Dan ini sudah saya alami sendiri. Saya mempunyai nomor ponsel tiga. Dua nomor yang saya registrasi atas nama saya sesuai dengan KTP saya mendapatkan SMS dari caleg. Sementara nomor ponsel saya yang tidak diregistrasi karena hanya untuk internet tidak mendapatkan SMS dari caleg, pada hal nomor tersebut sudah lama juga.

Nomor ponsel Anda bisa jadi berasal dari home area di dapil caleg tersebut. Nomor ponsel yang berasal dari home area caleg kemungkinan besar akan mendapatkan SMS dari caleg. Tidak mungkin caleg akan mengirim SMS ke nomor ponsel yang tidak ada di home area nomor ponsel tersebut. Contohnya jika dapil caleg dari Jawa Tengah maka caleg tidak akan mengirim SMS ke nomor ponsel pada home area di dapil Kalimantan Selatan.

SMS dari caleg juga akan dikirim pada nomor ponsel yang di luar home area namun pemilik nomor tersebut terregistrasi dengan alamat di dapil caleg tersebut. Ini adalah pengalaman saya. Waktu saya masih bertugas di Bangka Belitung, pada saat pileg 2009 saya sering mendapatkan SMS dari caleg di sana meskipun nomor ponsel saya dari Jawa. Ini bisa dipahami karena pada waktu itu KTP saya masih beralamat di Bangka Belitung. Namun, setelah saya pindah tugas di Jawa dan KTP saya beralamat di Jawa, saya juga mendapatkan SMS dari caleg yang ada di dapil caleg di Jawa meskipun nomor ponsel saya berbeda provinsi dengan home area dapil caleg.

Jika Anda tidak pernah meregistrasi nomor ponsel sesuai KTP/SIM/paspor yang sah sesuai alamat pada dapil caleg dan Anda mendapatkan SMS dari caleg, begini penjelasannya. Posisi ponsel Anda menerima sinyal dari BTS yang ada di dapil caleg tersebut. Rata-rata tiap hari ponsel Anda mendapatkan sinyal dari BTS yang sesuai dengan dapil caleg inilah yang dijadikan patokan alamat Anda berdasarkan GPS. Nomor ponsel Anda mungkin tidak dari home area dapil caleg. Jadi pengiriman SMS berdasarkan posisi coverage BTS pada ponsel Anda.

Nomor ponsel termasuk privasi, jadi seharusnya pihak operator seluler tidak mudah untuk memberikan nomor tersebut ke pihak lain, termasuk ke caleg. Tidak semua orang senang mendapatkan SMS dari caleg. Tidak semua orang mau memilih caleg yang mengirim SMS tersebut. Bahkan tak jarang orang malah kesal mendapatkan SMS dari caleg karena mengganggu privasi karena menyebutkan nama pemilik ponsel dan waktu SMS yang tidak tepat, misal pada saat tengah malam. Ini juga yang terjadi pada saya yang kesal mendapatkan SMS dari caleg karena SMS dikirim pada sekitar pukul 01.00 dini hari yang mengganggu orang istirahat.

Beberapa caleg yang mengirim SMS menggunakan software khusus yang hanya untuk SMS. SMS tidak bisa dibalas oleh penerima dan dikirimi SMS dari nomor ponsel manapun. Jika ditelpon pun tidak bisa. Jadi hanya dari satu arah saja.

———————————————————-
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

2 responses

  1. Ada beberapa hal lainnya juga yang mungkin, misalnya dari rekan caleg yang kerja di perusahaan telekomunikasi dan juga Bank.
    Bank biasanya akan menyimpan data nasabahnya secara detail, dan jahatnya adalah mereka membocorkan data nasabah.
    Bagaimanapun, SMS tanpa izin bisa dikategorikan SPAM dan harusnya bisa ditindak UU ITE karena hal tersebut merupakan Privacy Policy.
    Saya tidak akan memilih caleg-caleg yang mengirim SMS sembarangan seperti ini.
    Karena yang mereka lakukan adala kampanye SPAM.
    Jika data nama saja bisa diketahui oleh orang lain dengan mudah, bagaimana dengan data kartu kredit Anda, data Bank Anda, data alamat, dan lain-lain, yang mungkin sifatnya adalah privasi. Sangat tidak aman dan bernahaya.

    Sungguh kampanye yang tidak beretika.

    Terima kasih sudah sharing artikelnya.

    1. Terima kasih atas tambahan informasinya. Iya, memang dari operator dan juga bisa dari bank. Saya sampai mendapatkan 4 SMS dari caleg yang berbeda dan ini adalah spam. Dari sini saja kita sudah bisa menilai jika mereka sudah mencuri data kita. Pihak caleg, operator atau bank bisa ditindak. Saya juga tidak simpatik dengan caleg-caleg yang seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: