Dikenali Untuk Dihindari: STROKE


Foto: toledoblade.com

Foto: toledoblade.com

Salah satu penyakit yang saat ini sering diderita oleh masyarakat adalah stroke. Orang yang menderita stroke terjadi ketika sebuah bagian dari tubuhnya berhenti menerima suplai darah. Dalam beberapa menit, sel-sel otaknya mulai mati dan ini bisa mengakibatkan disfungsi dalam jangka panjang dari bagian tubuh yang dikontrol oleh daerah yang terkena.

Namun, banyak masyarakat kurang peduli dengan penyakit ini. Pola makan yang tidak terkontrol bisa jadi adalah penyebabnya. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti kurang berolahraga, merokok, dan minum alkohol juga bisa berperan. Berikut ini kita akan mengenal tentang penyakit stroke supaya kita selalu waspada, seperti dilansir DNA yang dikutip pada 24/02/2014.

Jenis stroke
Ada dua jenis utama stroke, stroke iskemik dan stroke perdarahan.

Stroke iskemik
Adalah jenis stroke yang disebabkan karena blok (bekuan darah) pada pembuluh darah. Blok ini disebabkan oleh pengerasan internal dari arteri yang menuju ke otak atau penyumbatan arteri di dalam otak.

Stroke perdarahan
Jenis stroke ini lebih berbahaya dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada stroke iskemik. Hal ini disebabkan ketika pendarahan terjadi karena sobekan pada pembuluh darah. Jenis stroke ini mungkin dipicu oleh cedera, alkohol yang berlebihan, kurang olahraga, merokok dan bahkan beberapa obat-obatan seperti warfarin. Perdarahan dapat terjadi baik di dalam otak atau di antara otak dan di dalam tengkorak.

Penyebab

Beberapa penyebab yang dapat menyebabkan stroke adalah sebagai berikut:
1. Penuaan
2. Tekanan darah tinggi
3. Diabetes
4. Penyakit kardiovaskular
5. Kolesterol tinggi
6. Kegemukan
7. Kekurangan vitamin B12
8. Konsumsi alkohol yang berlebihan dan penyalahgunaan narkoba

Gejala
Beberapa tanda dan gejala yang berhubungan dengan stroke adalah:
1. Mati rasa
2. Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh
3. Kebingungan tiba-tiba
4. Sakit kepala parah
5. Kesulitan dalam berbicara, memahami, melihat dan berjalan
6. Pusing atau kehilangan keseimbangan

Diagnosa

Stroke didiagnosis menggunakan tes pencitraan seperti CT scan atau MRI, bersama dengan pemeriksaan klinis. Sebuah electroencephalography (EEG) tes dilakukan untuk menentukan kemungkinan kejang.

Pengobatan

Tingkat keparahan stroke dan adanya faktor risiko lain menentukan apa perawatan pasien harus dijalani. Berikut adalah beberapa cara pengobatan stroke:

• Perubahan gaya hidup
Jika seseorang telah menderita stroke, ia mungkin harus membuat perubahan gaya hidup besar seperti berhenti merokok dan alkohol, tidak makan makanan tinggi lemak dan gula dan berolahraga secara teratur.

• Obat-obatan
Obat-obat tertentu yang diresepkan untuk beberapa pasien untuk mengurangi risiko pembentukan bekuan darah. Beberapa dari mereka adalah obat antiplatelet seperti aspirin dan antikoagulan seperti warfarin.

• Operasi
Dalam kasus di mana stroke parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk melanjutkan aliran darah normal. Operasi dilakukan untuk membuka blokir arteri (angioplasty) atau mencegah perdarahan di otak (craniotomy).

• Fisioterapi
Seringkali, pasien harus menjalani fisioterapi untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari.

Pencegahan

Sekarang, Anda akan menyadari bahwa stroke adalah penyakit yang berbahaya dan tentu bukan sesuatu yang ingin Anda alami dalam kehidupan Anda. Dalam rangka menjaga supaya tidak terkena strore, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti .

• Berolahraga secara teratur
Berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah stroke. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 40.000 wanita selama 12 tahun, berjalan hanya 2 jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena stroke sebesar 30 persen.

• Tidurlah, tapi tidak terlalu banyak
Para ilmuwan di Harvard mengklaim bahwa dibandingkan dengan 7 jam tidur, tidur lebih dari 10 jam dapat meningkatkan kesempatan Anda memiliki stroke sebesar 63 %.

• Makan sehat
Kebiasaan makan yang sehat akan meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Makan buah-buahan dan sayuran akan mengurangi risiko Anda memiliki penyakit jantung dan diabetes, dan juga menjaga Anda dari stroke. Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan yang kaya kalium dapat mengurangi risiko Anda mengalami stroke sebesar 20 %.

• Jangan abaikan migrain
Migrain benar-benar menyakitkan, dan wanita rentan terhadap itu karena fluktuasi hormon dan obat-obatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa migrain dapat menyebabkan risiko stroke lebih tinggi pada wanita.

• Perhatikan detak jantung yang tidak teratur
Jika jantung Anda berdetak bergetar bersama dengan sesak napas, pusing ringan dan nyeri dada, bisa menunjukkan fibrilasi atrium (AF) yang meningkatkan peluang Anda untuk mengalami stroke lima kali lipat.

• Jangan marah
Orang-orang yang cepat marah berada pada peningkatan risiko mengalami stroke.

———————————————————
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

3 responses

  1. Tidak hanya orang usia tua saja yang kena, yang masih muda di bawah 30 pun ada yang kena. Memang ini kebiasaan gaya hidup yang salah. Itu adalah contoh teman saya. Kurangnya gerak, suka makan makanan berlemak dan tidak suka sayur serta buah akan mempercepat timbulnya stroke. Apa lagi ditambah dengan merokok.

    1. Terima kasih Sangrila sudah berbagi pengalaman, meskipun bukan pengalaman Sangrila, namun ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

  2. Mantap infonya, salam fisioterapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: